Opera Batak Perempuan di Pinggir Danau

OperaSIANTAR – Pementasan Opera Batak Perempuan di Pinggir Danau yang digelar Pusat Latihan Opera Batak ( PLOt) di Aula FKIP Nomensen, Siantar disambut antusias ribuan warga Siantar-Simalungun, Sabtu (28/9).

”Huingot dope tona namandok, unang mambolong-bolonghon aek. Alai sahalak pe dang manganturehon tona i. Nadihira do ndang marnasuda aek ala mata-mata dang habilangan. Saonari batang aek, tao, ambar dohot aek naditoru ni tano nunga rotak manang marsik. (Masih ku ingat pesan yang mengatakan, janganlah menyia-nyiakan air. Namun tidak seorangpun mengindahkan pesan itu. Dikira air tidak akan habis karena banyaknya mata air.

Sekarang mata air, danau, sungai dan air bawah tanah sudah mulai kering),” kata narator Plot Thompson Hutasoit, membacakan surat berjudul masa depan jika tahun 2050, orang-orang bekerja untuk mencari air, bukan uang.

Hal ini karena sulitnya mencari air. Bagaimana menghadapainya, termasuk membayangkan para perempuan, apakah sampai hati membersihkan bayinya dengan air kotor di Danau Toba yang sudah tercemar?

Opera Batak yang digelar PLOt dengan tema Perempuan di Pinggiran Danau menceritakan kisah seorang ibu dan putrinya yang menjadi ikan akibat adanya pengingkaran sebuah janji.

Para aktor dari PLOt menceritakan kisah Danau Toba menurut legenda Batak. Di tanah Batak dulunya hidup seorang putri cantik yang merupakan penjelmaan dari ikan mas.

Karena sudah memiliki usia matang, ibu dari putri cantik itu menyarankan agar si putri jelmaan ikan itu menikah. Namun jika ia menikah, maka jangan memberitahu kepada siapapun kalau putri cantik jelita itu jelmaan dari ikan mas.

Suatu saat, putri cantik itu bertemu seorang pemuda Batak bernama Samosir. Pemuda itu ahli meniup suling. Hal tersebut lalu membuat hati putri cantik itu terpikat.

Karena sama-sama jatuh cinta, mereka pun mengikat hubungan. Selanjutnya, sebelum melangsungkan pernikahan, ada satu padan (perjanjian, red) yang harus dipenuhi pria itu.

Sebelumnya, putri cantik itu tidak mau memberitahu dari mana asalnya. Namun setelah pria itu mengaminkan tidak akan memberitahu kepada siapapun dari mana asal putri cantik itu, akhirnya diberitahu bahwa dia adalah jelmaan ikan mas. Dengan kesepakatan yang sudah tercapai, mereka pun menggelar pesta pernikahan yang mewah.

Dari hasil pernikahan Samosir dengan putri cantik yang diberi nama Sondang Nauli dikaruniai seorang putra yang diberi nama si Toba.

Si Toba bertumbuh hingga besar dan gagah, namun di masa perkembangnya ia selalu lapar. Kesehariannya Toba bekerja menghantakan nasi ayahnya yang bekerja sebagai pencari kayu dan bertani.

Suatu ketika, Toba diminta mengantar nasi kepada ayahnya, namun di tengah perjalanan, Toba memakan nasi tersebut. Si Samosir pun marah dengan ulah anaknya. Hingga dia tak sadar mengucapkan kalau si Toba anak dari seekor ikan. Karena menyebut Toba lahir dari rahim seekor ikan, maka Samosir sudah mengingkari janjinya. Akibatnya, gemuruh pun datang dan putri cantik itu menangis hingga air matanya membentuk danau. Dan, si putri pun kembali ke wujud aslinya menjadi ikan mas.

“Inilah perbedaan antara asal muasal Danau Toba di ekopedia dengan legenda dari Batak. Seperti diungkapkan Sondang Nauli, pelanggaran hanya akan dapat ditebus dengan perpisahan dan bencana. Sehingga Danau Toba harus kita jaga bersama,” ujar Thompson di akhir narasinya. (rah)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s