Bersama Mensejahterakan Masyarakat

Oleh: Fahrin Malau
SIAPA sangka, Amerika Serikat yang dikenal negara super power dan memiliki ekonomi yang kuat, tahun 2008 lalu mengalami krisis moneter. Di tengah-tengah kesulitan keuangan, Amerika Serikat mencoba untuk bangkit kembali. Para pengamat keuangan memperkirakan, Amerika Serikat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kembali perekonomian.

Krisis moneter bisa saja terjadi semua negara, tidak terkecuali negara maju. Semua terpulang kepada masing-masing negara, bagaimana dalam mengelola keuangan. Semakin baik dalam mengelola keuangan, kemungkinan negara mengalami krisis moneter semakin kecil.

Indonesia salah satu negara yang memiliki landasan ekonomi yang cukup kuat. Gagasan yang dituangkan Bung Hatta yakni koperasi. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam koperasi menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Tidaklah berlebihan kalau Bung Hatta mengatakan “Bukan koperasi namanya manakala didalamnya tidak ada pendidikan tentang koperasi”.

Keyakinan Bung Hatta bahwa prinsip-prinsip koperasi yang dilahirkan tahun 1947 lalu mampu sebagai penopang perekonomian telah dibuktikan sewaktu Indonesia dilanda krisis moneter. Pada krisis moneter akhir tahun 1998, banyak lembaga keuangan seperti bank yang mengalami likuiditas karena kredit macat. Koperasi mampu bertahan dalam menopang banyak UMKM untuk tetap eksis.

Prinsip-prinsip koperasi sebagai pendekatan pembangunan yang ditujukan pada pelaku ekonomi, khususnya pada koperasi dan UMKM. Pembangunan yang ditujukan kepada koperasi dan UMKM diharapkan dapat menghantarkan penataan struktur pelaku ekonomi nasional lebih padu dan seimbang. Keberadaan koperasi dan UMKM terbukti merupakan pelaku usaha yang mandiri, kukuh dan fleksibel baik dalam kondisi normal maupun krisis. Bahkan tidak dapat disangkal bahwa koperasi dan UMKM merupakan leader perekonomian Indonesia. Koperasi dan UMKM menjadi jantung ekonomi rakyat, dan pelopor tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

Tantangan

Keberadaan koperasi yang telah terbukti mampu menopang perekonomian Indonesia, harus tetap ditingkatkan untuk menjawab tantangan ke depan. Harus diakui, sekarang ini masih banyak persoalan yang belum terselesaikan dalam meningkatkan kemampuan koperasi dan UMKM. Persoalan-persoalan ini akan terus bertambah seiring dengan tuntutan zaman.

Misalnya persoalan kelembagaan. Masih banyak koperasi dan UMKM yang berdiri tidak memiliki kelembagaan yang jelas. Hal ini karena rendah pemahaman perkoperasian oleh para pengelola, pengurus maupun anggota koperasi. Kondisi ini cukup memprihatinkan. Jika dilihat partisipasi anggota dalam usaha koperasi masih rendah. Seperti pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) masih rendah. Ini membuktikan kapasitas dan kualitas para pengelola koperasi sebagian besar masih sangat rendah. Ini juga mengindikasikan pengelolaan koperasi tidak sesuai dengan nilai, identitas dan jatidiri koperasi.

Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penyebab utama masih buruknya kemampuan dalam berkoperasi. Kebanyakan SDM koperasi berpendidikan rendah dengan keahlian teknis, kompetensi, kewirausahaan dan manajemen yang seadanya. Karena itu perlu dilakukan perubahan dengan membuat berbagai kebijakan, seperti membuat kurikulum, diklat serta revitatisasi lembaga diklat.

Masalah lain yang masih menerpa koperasi terbatasnya akses koperasi kepada sumber daya produktif. Akses kepada sumberdaya produktif terutama terhadap bahan baku, permodalan, teknologi, sarana pemasaran serta informasi pasar. Selama ini, masih banyak koperasi mengunakan teknologi sederhana. Kurang memanfaatkan teknologi yang lebih memberikan nilai tambah produk. Koperasi dan UMKM juga sulit untuk memanfaatkan informasi pengembangan produk dan usahanya. Upaya pemberdayaannya juga diliputi dengan adanya ketimpangan dalam penguasaan sumberdaya produktif baik antar pelaku usaha, antar daerah maupun antara pusat dan daerah.

Optimis

Masih banyaknya persoalan yang melilit, keberadaan koperasi masih tetap optimis sebagai kekuatan perekonomian Indonesia. Pemerintah pusat dan daerah terus memperlihatkan komitmen dan dukungan untuk kemajuan koperasi. Pemerintah daerah dan lembaga legistatif terhadap pembangunan ekonomi rakyat sebagai pelaku utama dalam perekonomian nasional dan domestik.

Potensi besar yang dimiliki koperasi ke depan untuk menopang perekonomian Indonesia untuk mensejahterakan masyarakat cukup mendukung. Misalnya tersedianya jumlah penduduk sebagai tenaga kerja yang potensial. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir pemerintah telah menetapkan arah pembangunan dengan penekanan pada pendidikan. Ini diharapkan tantangan persaingan tenaga kerja dan dapat penciptaan wirausaha baru. Selebihnya pengembangan usaha koperasi dan UMKM dapat terus dilakukan karena alam Indonesia terkandung kekayaan yang tiada tara dan tersedianya keragaman bahan baku bagi produk inovatif koperasi dan UMKM.

Dukungan perubahan orientast kebijakan investasi, perdagangan dan industri ke arah industri pedesaan dan industri yang berbasis sumber daya alam. Misalnya pertanian, kehutanan, ketautan, pertambangan dan pariwisata serta kerajinan rakyat memberikan peluang bagi tumbuh dan berkembangnya Koperasi dan UMKM. Di bidang permodalan, pengembangan potensi masih terbuka luas.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s