9 Rumah Warga di Sibolga Terbakar

KebakaranSibolga – Sedikitnya sembilan rumah penduduk di Jalan Ferdinan Lumbantobing Gang Horas, Kelurahan Huta Tongatonga, Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga terbakar, Selasa (21/5) dinihari.

Tak ada korban jiwa atas peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Pemko Sibolga telah menangani musibah ini dengan memberikan bantuan langsung kepada korban.

Kesembilan rumah itu, milik keluarga Susanto Hutagalung, Edi Pohan, Irsan Parlindungan, Jose Ramses, Derma Panjaitan, Rospita Situmeang, Parulian Hutabarat, Bellin Situmorang dan Pitta Ria Marpaung.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki sumber penyebab kebakaran. “Sejauh ini kita belum menemukan penyebab kebakaran secara pasti, termasuk asal sumber api tersebut. Namum, kita sudah menghubungi pihak Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Sibolga, AKBP Joas Feriko Panjaitan.

Saat peristiwa kebakaran, para penghuni rumah sedang terlelap tidur langsung berhamburan keluar rumah. Tak dapat berbuat banyak, warga hanya mampu menyelamatkan jiwa masing-masing keluarga. Api menjalar begitu cepat, lantaran kesembilan unit rumah berkontruksi semi permanen.

Tiga jam kemudian, api berhasil dikendalikan petugas dari satuan pemadam kebakaran Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sibolga.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kapel) BPBD Kota Sibolga, DT Tamba dihubungi Analisa mengaku prihatin atas peristiwa itu. Dia mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk memadamkan api, tetapi akibat lokasi yang sulit ditambah keterbatasan armada, membuat petugas BPBD kewalahan.

“Total rumah penduduk yang terbakar ada sembilan unit,” ucap DT Tamba.

Disinggung soal data bencana sejak awal 2013 di Kota Sibolga, DT Tamba membeberkan, terhitung Januari hingga 20 Mei 2013, terdapat tujuh kasus kebakaran (rumah dan lahan) di Sibolga, dengan perkiraan total kerusakan dan kerugian sekitar Rp2,7 miliar. Selanjutnya, longsor ada lima kasus dengan total perkiraan kerusakan dan kerugian Rp38 juta. Bencana banjir sebanyak tujuh kasus dengan total kerusakan dan kerugian Rp8 miliar lebih dan abrasi pantai sebanyak 5 kasus dengan total perkiraan kerusakan dan kerugian sekira Rp9 miliar lebih.

“Untuk seluruh perkiraan total kerusakan dan kerugian akibat bencana di daerah Sibolga ini total sekira Rp19 miliar lebih,” sebut mantan Kabag Humas Setdako Sibolga ini.

DT Tamba menyatakan, untuk mengantisipasi sekaligus mencegah bencana di daerah, Sibolga masuk kategori rentan dilevel Sumatera Utara. Maka itu, pihaknya sedang berupaya mengestimasi total biaya kerusakan dan perbaikan infrastruktur guna dapat diusulkan baik Pemko Sibolga, Pemprovsu maupun pemerintah pusat. (yan)

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s