TBS Mangkir dari Panggilan Polisi

TBSTarutung – TBS, oknum anggota DPRD Taput, mangkir dari panggilan Polres Taput. Sesuai surat panggilannya, TBS dijadwalkan diperiksa pada Kamis (2/5) pukul 09.00 WIB di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), atas pengaduan istrinya Elvina Pakpahan.

TBS dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya pada tanggal 13 Januari lalu.
“TBS mangkir tanpa ada alasan yang jelas. Tentunya karena ketidakhadiran terlapor TBS, waktu kami menjadi molor. Dalam tiga hari ini, kami tetap akan melayangkan surat panggilan kedua,” ujar Kabag Humas Polres Taput Aipda W Baringbing kepada wartawan, Jumat (3/5).

Menurut Baringbing, sesuai prosedur standar operasional masih ada dua kali panggilan lagi kepada TBS. Tetapi, kalau sampai panggilan ketiga terlapor TBS tidak hadir juga, pihaknya akan melakukan pemanggilan paksa (menjemput paksa) terhadap TBS. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan akan dinaikkan statusnya menjadi DPO.

Lebih jauh sambung Baringbing, status TBS adalah sebagi terlapor atas laporan istrinya Elvina Pakpahan. Dalam laporannya, Elvina mengaku telah dianiaya TBS dengan cara pipi dan pelipis matanya dipukul dan perutnya ditendang.

Korban yang merasa tidak senang, saat itu juga langsung membuat laporan, setelah sebelumnya melakukan visum di rumah sakit umum. Bahkan, sebelum ke tahap pemanggilan terlapor TBS, sejumlah saksi terkait telah dimintai keterangan. Sebelum berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut, sangat perlu untuk pemeriksaan TBS sebagai orang yang dilaporkan.

Praktisi hukum M Manurung menilai, sikap yang ditunjukkan oleh TBS adalah tidak mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat. Sebagai DPRD yang merupakan penyambung lidah masyarakat harus menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat.

“Kasus yang menimpa TBS itu memang masalah pribadinya. Tetapi sebagai orang yang dinilai intelektual dan dipercayakan sebagai wakil rakyat, harusnya TBS lewogo dan siap diproses sesuai hukum yang berlaku. Kalau memang pada saat waktu pemanggilan pertama TBS ada halangan, seharusnya bersikap profesional dengan memberitahu halangannya tidak bisa mengikuti pemeriksaan hari itu. Sikap mangkir, bukan seorang yang profesional,” jelasnya.

Masih kata Manurung, partai pengusung TBS juga boleh membantu kepolisian untuk menghadirkan TBS dalam pemeriksaan. Setidaknya, partai mengetahui keberadaan kadernya.
“Kalau instruksi partai tidak diindahkan, partai juga bisa mengambil langkah bijak,” tegasnya.

TBS yang hendak dikonfirmasi tidak berada di kantornya. Nomor telepon selulernya pun tidak aktif. Menurut pegawai di sekretariat DPRD Taput, TBS sangat jarang masuk kantor. (cr-01/osi)

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s