Satpol PP Taput Bongkar Kios Pedagang di Pinggir Sungai Sigeaon

SatpollTarutung – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Taput membongkar seluruh kios pedagang yang berjejer di sepanjang pinggiran Sungai Sigeoan Tarutung, Kamis (10/1).
Pembongkaran berjalan dengan tertib dan lancar, walau sempat diwarnai aksi protes dari sejumlah pedagang yang sedang berjualan di sana.

Pantauan di lokasi, pembongkaran dilakukan Satpol PP dipantau Sekretaris Daerah (Sekda) Taput Drs HP Marpaung, Plt Camat Tarutung Renhard Tobing dan Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Rudi Sitorus SSos.

Plt Sekda Taput HP Marpaung mengatakan, pembongkaran sejumlah kios padagang ini bukan semata-mata untuk menggusur para pedagang dari pinggiran Sungai Sigeaon.

Tetapi hanya ingin melakukan penataan para pedagang yang ada di tanggul ini, supaya rapi dan indah dipandang mata, jadi pembongkaran ini bukan bermasud menggusur para pedagang, tandas Sekda.

Sekda mengatakan, ke depan para pedagang yang ingin berjualan di tanggul Sungai Sigeaon harus tertata rapi, dengan tidak lagi membuat kios permanen. Melainkan para pedagang harus berjualan dengan menggunakan gerobak dagang sistem simpan pasang. “Para pedagang harus berjualan dengan gerobak dengan sistem simpan pasang, tidak bisa lagi permanen dan tidak bisa lagi membuat dapur,” ujarnya.

Sekda meminta, agar para pedagang ke depan hanya bisa menjual dagangan kuliner (makanan) yang siap saji di sepanjang tanggul Sunagi Sigeaon. “Diminta pedagang agar memprioritaskan dagangan kuliner yang siap saji, jangan ada lagi dagangan lain,”ujar Sekda.

Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Taput Rudi Sitorus mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran pihaknya jauh hari sudah melakukan sosialisasi dan memberitahukan rencana pembongkaran dan penataan kepada seluruh pedagang.

“Kita tidak akan membongkar kalau sebelumnya tidak ada pemberitahuan, bahkan jauh hari kita sudah meminta agar para pedagang membongkar sendiri dagangannya sebab itu lebih bagus,” ucapnya semberi mengatakan pembongkaran ini juga merupakan penataan kios padagang di sepanjang Sungai Sigeaon.

Rudi Sitorus juga meminta, agar sejumlah sopo (tempat berteduh) yang ada di sepanjang pinggiran Sungai Sigeaon tidak lagi dijadikan pedagang sebagai lapak berjualan. “Sebab, sopo hanya bisa ditempati untuk istrirahat atau sekedar rekreasi di Pinggiran Sungai Sigeaon,” ucapnya.

Saksak Manalu salah seorang pedagang mengaku sangat keberatan dengan pembongakaran ini.

Menurutnya, penataan seperti yang dimaksud Pemda berdagang dengan gerobak sangat menyulitkan. “Soalnya kalau berdagang pakai gerobak sangat sulit bagi kami apalagi kalu datang hujan, sebab semua dagangan akan basah,” ujar Saksak.

Saksak mengatakan, bila berdagang menggunakan gerobak sulit menyimban barang dagangan.

“Apalagi pedagang seperti kami ini, tempat tinggal saja pun kesulitan, lalu bagaiman lagi menyimpan barang kami kalau pakai gerobak, sedang kami selama berdagang sering tidur di kios,” ujarnya. (can)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s