Bersetubuh Yes Diajak Nikah No

Pematangsiantar – Enak bagi IG (19), tapi pahit dialami MR (19), seorang gadis yang menetap di Jalan Cokro, Gang Seka, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara. Kedua pasangan kekasih ini terlanjur melakukan hubungan terlarang hingga MR hamil empat bulan. Tapi IG, warga Jalan Silomangi, Kelurahan Kebun Sayur, menolak diminta pertanggungjawaban.

Tak terima, MR ditemani kerabatnya membuat laporan pengaduan ke Mapolres Siantar, Jumat (23/11) sekira pukul 11.00 WIB. Sebab sebelumnya, keluarga MR sudah mendatangi kediaman IG di Jalan Silomangi, untuk meminta pertanggungjawaban, namun keluarga IG menolak dan tidak mengakui telah melakukan hubungan suami istri dengan korban. Oleh sebab itulah, keluarga korban sepakat menempuh jalur hukum.

Ceritanya, sekitar Agustus 2010, korban dan IG menjalin hubungan sebagai pacar. Saat itu, IG dan korban sama-sama tercatat sebagai siswa di salahsatu SMK swasta di Kota Pematangsiantar. Korban sendiri merupakan kakak kelas IG, karena MR masuk sekolah setahun lebih awal. Tapi itu tidak masalah bagi IG, ia pun percaya diri dan dapat meluluhkan hati kekasihnya itu.

Korban sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama kakaknya yang sudah menikah di Jalan Cokro Gang Seka. Sedangkan ibu korban sudah lama meninggal, sementara ayah mereka pergi merantau ke Batam. Setahun menjalin hubungan kekasih sama sekali tidak ada masalah. IG juga sering mendatangi tempat tinggal korban. Keluarga korban sendiri juga tidak melarang IG untuk menemui korban karena hubungan mereka masih dalam batas wajar.

Tapi rupanya, dengan rayuan gombal dan janji-janji, korban akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha pada IG, tepatnya Maret 2012. Sejak itu, MR tak lagi perawan.

Setelah kejadian tersebut, kedua pasangangan kekasih ini ketagihan. Karena merasa aman, keduanya pun sering melakukan hubungan layaknya suami istri hingga korban tak datang bulan. Saat itu, kedua pasangan yang masih berstatus pelajar ini berusaha menutup aib mereka agar tidak diketahui orang lain. Berselang tiga bulan, perut korban mulai menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Lalu keduanya memutuskan menggugurkan kandungan korban. MR pun diminta agar meneguk baygon bercampur minyak tanah.

Namun sekitar Juni 2012, aib yang selama ini mereka rahasiakan akhirnya terendus pihak keluarga. Kakak korban pun menanyakan bagaimana sebenarnya yang terjadi antara korban dan pacarnya IG. Keluarga kedua belah pihak sudah sempat sepakat untuk memeriksa kondisi kesehatan korban kepada medis, untuk memastikan apakah ia hamil atau tidak. Namun karena korban yang sudah terlanjur menggugurkan kandungannya, ia menolak melakukan pemeriksaan dokter.

Lalu pada bulan Juli 2012, korban menamatkan sekolahnya, sementara IG masih duduk di kelas III SMK. Karena jengkel dengan tingkah korban yang tidak mau diperiksa dokter, oleh keluarganya korban akhirnya dijauhkan dari IG dengan cara disuruh oleh kakaknya berangkat ke Medan dan tinggal di rumah salahsatu keluarga mereka. Namun korban hanya bertahan seminggu di Medan dan ia kembali lagi ke Siantar.

Setelah beberapa hari di Siantar, IG dan korban masih sering janjian untuk ketemuan. Keduanya pun kembali tergoda untuk melakukan perbuatan terlarang itu. Di suatu saat, IG pun mengajak korban pergi ke salahsatu penginapan di Jalan Kartini dan kembali melakukan hubungan layaknya suami istri. Untuk kedua kalinya korban pun akhirnya hamil.

Namun mereka tetap merahasiakan kehamilan tersebut hingga empat bulan lamanya. Korban juga maih tetap bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan sepedamotor di megaland, sedangkan IG masih berstatus pelajar. Tapi rupanya, salahsatu keluarga korban menaruh curiga terhadap kondisi tubuh korban. Atas saran keluarganya, korban pun bersedia memeriksakan kondisi kesehatannya ke bidan yang berada dekat rumahnya, Kamis (22/11). Usai diperiksa bidan, korban dinyatakan positif hamil dan sudah mengandung empat bulan.

Keluarga korban pun akhirnya kembali mendatangi rumah IG untuk mempertanyakan masalah yang dihadapi korban dan IG. Karena tidak ada titik temu, akhirnya keluarga korban mendatangi Polres Siantar, Jumat (23/11) pukul 11.00 WIB.

Salahseorang keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah berulangkali mendatangi keluarga IG, namun tidak ada respon, makanya mereka terpaksa menempuh jalur hukum. “Jika sudah lahir nanti, barulah kami mau bertanggungjawab atas anak itu karena sudah dapat dilakukan tes DNA,” kata keluarga korban menirukan perkataan orangtua IG.

Menurut sepengetahuannya, orangtua IG merupakan supir truk. IG adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan satu-satunya laki-laki. “Kami sudah mendatangi dan memohon kepada keluarga IG untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja, namun kedatangan kami justru tidak ditanggapi. Padahal IG sendiri sudah mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan adik kami (MR, red), tapi tetap tak ingin bertanggungjawab,” kata keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Daniel Marunduri Sik membenarkan laporan tersebut dan masih melakukan penyelidikan. “Saat ini korban masih dimintai keterangan dan akan dilakukan penyelidikan,”ujar Daniel. (mag-05/dro)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s