Calon Panwascam Taput Mengaku Sulit Jawab Soal Ujian

Tarutung – Sejumlah calon Pengawas Kecamatan (Panwascam) Taput mengaku kesulitan menjawab soal tertulis yang digelar Jumat (23/11) di gedung Yayasan Perguruan HKI Tarutung.

“Bisa dikatakan sulit. Saya kurang tahu persis jawaban soal terkait pasal dan pelanggaran Pilkada. Yang mudah dijawab hanya pertanyaan umum,” kata Julfot Tambunan dan Mangiring Manalu, keduanya peserta ujian. Keduanya mengaku, soal yang berkaitan dengan undang-undang pilkada banyak yang menjebak. “Bobot soal terkait undang undang pilkada dan pelanggaran yang disajikan itu banyak yang menjebak, kalau kita tidak cermat membacanya bisa saja salah,” tandas Julfot.

Meski begitu, Julfot tetap optimistis lolos seleksi. Dia sendiri mengambil Panwascam untuk Kecamatan Pahae Julu. “Harus optimis lah. Yang penting saya sudah berusaha secara maksimal,” ucapnya.

Senada dikatakan peserta lainnya, Tulus Nababan. Tulus mengatakan, dikhawatir dapat nilai rendah. “Khawatir sudah pasti. Tapi saya harus optimis juga. Sebab, kalau dihitung-hitung saya bisa menjawab 85 persen,” ujarnya. Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Taput Eduard Lumbantobing terkait soal yang disajikan kepada peserta mengatakan, soal sebanyak 50 pilihan berganda itu dibuat oleh Panwaslu Sumut.

Sementara pelaksanaan seleksi tersebut bertujuan menjaring enam orang untuk mengikuti tes berikutnya. “Pelaksanaan seleksi ini nantinya akan menjaring enam orang yang akan mengikuti tahapan seleksi uji kompetensi, seperti wawancara,” ucapnya.

Pelaksanaan uji kompetensi nantinya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ujian tertulis. “Uji kompetensi akan disesuaikan terhadap hasil pemeriksaan ujian tertulis dengan sistem perangkingan. Nanti akan diambil rangkingnya hingga enam besar,” terang Eduard.

Dia juga menyampaikan, saat mengikuti ujian, satu dari 100 peserta tidak mengikuti ujian karena sakit. “Ada satu orang yang tidak hadir karena sakit. Jadi hanya 99 orang yang berhak memperebutkan 45 kursi Panwascam,” sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Panwaslu Provinsi Sumut Ester Ritonga mengemukakan bahwa ujian tertulis tersebut bukan ujian penentu akhir, tetapi merupakan seleksi untuk bisa mengikuti test berikutnya.

“Ujian tertulis ini merupakan seleksi untuk mengikuti tes berikutnya. Tes ini juga merupakan penjaringan enam orang calon Panwaslu untuk kemudian dites wawancara. Lalu hasil ujian akhir berupa wawancara itulah nantinya akan diputuskan tiga orang terbaik per setiap kecamatan,” jelasnya.

Dia menambahkan, tugas yang paling mendasar bagi pengawas kecamatan adalah membantu tugas Panwaslu untuk mengawal hak konstitusional menyalurkan suara dalam pelaksanaan tahapan pemilihan dengan baik. “Jadi, berhasil tidaknya pesta demokrasi Pemilukada, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ditentukan oleh terpeliharaya hak konstitusional masyarakat dalam memilih pemimpinnya secara langsung, umum, bebas dan rahasia (luber),” jelas Ester. (cr-01/des)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s