21 September 2013 Pilkada Tapanuli Utara

TARUTUNG – Meski ada wacana Pemerintah Pusat untuk memundurkan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2014 jadi 2015, namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Taput justru menetapkan tanggal 21 September 2013 sebagai hari pelaksanaan pencoblosan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Taput periode 2014-2019.

Tahapan Pemilukada rencananya akan dimulai 2013 mendatang. Hal itu dilakukan, karena KPU tidak mau mengambil resiko, terkait kontroversi pelaksanaan Pemilukada antara tahun 2013, 2014 maupun 2015. Pasalnya, pada 2014 bersamaan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden sehingga ada alternatif dimundurkan atau dimajukan.

Demikian disebutkan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Erids Aritonang kepada wartawan, Selasa (18/9) di Kantor KPU setempat. Dia juga mengatakan kalau sampai saat ini pihaknya masih menggunakan ketentuan pemilu sebelumnya, yaitu Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Berdasarkan aturan ini, maka Pemilukada Taput digelar September 2013.

Dia mengatakan, sesuai rencana Pemilukada akan dilaksanakan September, maka untuk tahapannya sudah dimulai enam bulan sebelum pelaksanaan pemilihan. Meski pun ada wacana terkait adanya penundaan pemilihan di beberapa kabupaten kota di Indonesia yang pelaksaannya berdekatan dengan pemilihan umum, yang salah satunya termasuk Taput kondisi itu belum menjadi acuan KPU.

“Jadi kita tidak berpatokan pada isu tentang wacana dari Mendagri untuk pengunduran Pemilukada tersebut. Untuk itu, kita sepakat melaksanakan pemilihan September 2013. Bahkan, kita telah mengusulkan anggarannya ke pemkab agar di tampung di APBD 2013,” terangnya.

“Tahapan Pemilukada Taput harus tetap dijalankan, sepanjang undang undang yang menjadi dasar pelaksanan pemilihan tidak berubah. Kita tidak berpatokan ke wacana itu. Masa jabatan Bupati Taput sendiri akan berakhir April 2014,” sebutnya.

Saat ditanya kemungkinan berubahnya jadwal Pemilukada, Erids mengatakan bisa saja hal itu terjadi. Misalnya, bila ada kendala-kendala yang menghambat Pemilukada, seperti masalah kebijakan yang menyangkut penetapan waktu pelaksanaan pemilihan.

“Jadwal pelaksanaan Pemilukada dapat berubah bila ada kendala-kendala tertentu yang menghambat waktu pelaksanaan. Biasanya itu menyangkut teknis atau mungkin kebijakan,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, KPU Taput mengusulkan anggaran untuk Pemilukada mencapai Rp17 miliar lebih. Jumlah itu diasumsikan untuk penyelenggaraan Pemilukada dua putaran.

Hal itu diucapkan Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu kepada wartawan usai acara sosialisasi tahapan pemilu pendaftaran dan verifikasi parpol menjadi peserta pemilu 2014, Selasa (28/8) di Kantor KPU setempat. Menurut Lamtagon bila dibandingkan jumlah anggaran yang dibutuhkan pada Pemilukada sebelumnya mengalami kenaikan. Sebab pada pelaksanaan Pemilukada 2008 lalu, jumlah anggaran berkisar sekitar Rp14 miliar. “Dibandingkan pemilihan sebelumnya, kali ini mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya pertambahan jumlah desa yang mengarah pada jumlah penduduk,” ujarnya.

Katanya, kebutuhan anggaran itu diperuntukkan untuk seluruh tahapan Pemilukada, honorarium penyelenggara dan biaya cetak. Sebelumnya, dari dana itu nantinya akan diambil gaji penyelenggara dan biaya cetak termasuk biaya sosialisasi. (cr-01/Metro)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s