Sinode Godang HKBP 2012 adalah Integritas Kepemimpinan Samuel

Salah satu ciri utama dari seorang pemimpin HKBP yang baik adalah mendengarkan Allah. Jika kita hanya bergantung pada hikmat, kekuatan, wawasan, atau tindakan kita, maka kita tidak akan mampu memimpin Gereja HKBP. Kita perlu firman Tuhan. Daud, seperti yang bisa kita lihat dalam 1 Samuel, adalah seorang pemimpin yang saleh, yang dengan gigih mencari dan menerima nasihat Allah untuk mengambil keputusan penting dan terkadang hidupnya bergantung pada apa yang didengarnya dari Allah.
Hal ini mungkin kedengarannya mudah. Namun jika ini benar-benar mudah, mengapa kita mengabaikannya? Sesungguhnya kita sudah mendapat pewahyuan dari Tuhan yang ditulis dalam bahasa kita, ditulis oleh orang-orang yang digerakkan oleh Roh Kudus, dan celakalah kita jika kita tidak mendengarkan firman Tuhan, baik di rumah, di gereja, maupun di tempat kerja kita. Seberapa sering kita berkata, “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu mendengar”.

Berbicara tentang kepemimpinan, renungan ini akan mengangkat cerita tentang kepemimpinan Samuel. Di kota Gilgal kira-kira 3000 tahun yang lalu ada seorang yang sungguh berani mempertaruhkan hidupnya dihadapan orang banyak. Orang itu bernama Samuel.

Jika kita cermati, titik awal pelayanan Samuel dimulai ketika dia masih muda “Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.” (1 Samuel 3:1). Ini merupakan tanda penolakan bangsa Israel. Namun pada suatu malam Samuel mendengar suara yang membangunkannya dari tidur: “Samuel!” Awalnya, Samuel pikir itu adalah Imam Eli yang memanggilnya, tapi Eli akhirnya mengerti (setelah Samuel dipanggil tiga kali) bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel.

“Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.”” (1 Samuel 3:9) Samuel benar-benar mendengarkan, dan apa yang dia dengar adalah kutukan yang menakutkan atas keturunan Imam Eli.

Dalam segala hal Samuel selalu mengandalkan Tuhan, ia mengajar umat Israel untuk takut akan Tuhan. Kepemimpinannya didasarkan dan berpusat kepada keadailan dan kebenaran Tuhan, bukan kepada kekuatan manusia seperti yang ia katakan, “Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu!” (1 Samuel 12:13a-14).

Saat Samuel menyampaikan pidato yang bukan sekadar muluk-muluk. Dan berkata demikian “Di sinilah aku berdiri, berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan Tuhan. Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya padamu?

Mengapa Samuel begitu berani secara gamblang menantang rakyatnya? Apa rahasianya? Mulanya orang Israel mendesak Samuel agar mereka boleh memiliki seorang raja seperti negeri-negeri lain. Sebenarnya selama ini Samuel sendiri memiliki dua jabatan. Ia sebagai Hakim yang memimpin orang Israel sama seperti raja, dan ia juga sebagai nabi. Negeri Israel berlaku sistem pemerintahan yang Theokrasi, artinya Allah sendiri yang memimpin umat Israel secara langsung melalui Samuel.

Pada I Samuel pasal 8, di sana mencatat bahwa ketika Samuel telah tua, maka anak-anaknya Yoel dan Abia menggantikannya menjadi Hakim. Tetapi sayang sekali, anak-anaknya tidak hidup seperti ayahnya. Mereka senantiasa mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. Itu sebabnya maka tua-tua Israel berkumpul, mereka datang pada Samuel di Roma dan berkata kepadanya.

“Engkau sudah tua, dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau, maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami seperti pada segala bangsa lain” Kalimat ini sangat mengesalkan hati Samuel. Itu sebabnya Samuel datang kepada Tuhan. Lalu Tuhan memberikan penghiburan kepadanya, bahwa sesungguhnya yang mereka tolak itu bukan engkau tetapi Aku. Dengan demikian maka Samuel diminta Tuhan untuk mengurapi seorang raja manusia bagi orang Israel . Waktu itu yang terpilih adalah Saul.

Seorang pemimpin yang licik akan menantang rakyatnya pada saat ia sedang berkuasa, sebab saat itu rakyatnya pasti tidak berani menyalahkannya. Sering kita mendengar kalimat asal bapak senang, jadi walaupun sang pemimpin bobrok, berengsek, lebih baik diam saja. Salah berkomentar malah jabatan sendiri terdepak. Samuel tidak demikian, saat ini justru ia tidak berkuasa lagi; jadi terbuka kesempatan bagi rakyat untuk menyelidikinya. Saul raja yang terpilih juga hadir di sana, dan ia bertindak sebagai saksinya.

Ajaran dan Nasihat Tuhan

Memang Samuel bukan orang yang sempurna seratus persen, sebab anak-anaknya tidak menjadi teladan yang baik sebagai hakim. Itu sebabnya di dalam 1 Samuel 12:2 Samuel berkata “Anak-anakku laki-laki ada di antara kamu” Banyak penafsir yang mengartikan bahwa Samuel itu telah mencabut kedudukan anak-anaknya dengan tegas. Sehingga saat ini anak-anaknya bukan lagi sebagai hakim namun masyarakat biasa yang ada bersama-sama orang Israel. Samuel tidak kompromi, ia juga tidak KKN atau tutup sebelah mata seperti para pemimpin masa kini.

Satu tantangan bagi setiap orang dan keluarga orang percaya yang memiliki anak-anak. “Berkat Tuhan, kalau tidak dijaga dan dipelihara serta dipakai baik-baik. Akan menjadi malapetaka” Kecantikan dan uang adalah berkat, bila tidak dipakai secara baik-baik maka akan menimbulkan malapetaka. Demikian juga kepandaian (otak cemerlang) bahkan anak-anak kita. Bila kepandaian tidak terkendali dan mengarah pada takut akan Tuhan, maka malapetaka akan terjadi.

Seorang pemimpin yang memiliki anak memiliki tanggung jawab untuk menjadi ayah yang baik. Walaupun tidak ada jaminan khusus bahwa anak-anak orang-orang Kristen secara otomatis akan diselamatkan, namun kita berhak berharap bahwa seorang pemimpin yang saleh akan membesarkan anak-anaknya di dalam “ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).

Di tengah-tengah keluarga, kita juga mempunyai pemimpin yaitu kepala keluarga. Dalam Amsal 13:24 dikatakan, “Siapa yang tidak menggunakan tongkat, benci kepada anak-anaknya tetapi siapa yang mengasihi anaknya menghajar dia pada waktunya” Amsal 19:18 : Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

Perlu disikapi, bahwa tantangan Samuel dalam ayat 3 mirip dengan tantangan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 8:6a “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Ternyata tidak ada seorangpun yang berani menerima tantangan itu. Jawab mereka “Engkau tidak memeras kami, dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun”.

Umat Israel tetap memuji integritas kepemimpinan Samuel. Ia bersih, ia bebas dari kesalahan. Jadi benar sekali apa yang Tuhan katakan bahwa umat Israel bukan menolak Samuel, tetapi mereka menolak Tuhan. Apa yang bisa kita pelajari dari Samuel ini? Kehidupan manusia itu sifatnya sementara. Pengkhotbah mengatakan semua itu ada waktunya. Ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk berpisah. Ada waktu untuk naik dan ada waktu untuk turun. Ada waktu untuk sukses dan ada waktu untuk gagal. Ada waktu untuk hidup dan ada waktu untuk mati.

Jadi bukan seberapa lanjutnya usia kita lalu menentukan kita ini hidup berkualitas; tetapi dalam kurun waktu yang diberikan Tuhan untuk kita boleh hidup di dunia ini. Apa yang kita isi di dalam hidup ini? Sekarang, cobalah bertanya pada diri sendiri, sudah sejauh mana Anda melakukan perbuatan baik dan bermanfaat bagi  jemaat HKBP ?.

Ingat satu hal bahwa Ia begitu mengasihi kita. Ia rela mati untuk kita di atas kayu salib. Ia menyelamatkan kita dari dosa-dosa. Katakan dalam hatimu dengan sungguh-sunguh, Tuhan Yesus, apakah aku setia pada-Mu? Tuhan Yesus apakah dalam pelayananku masih ada motivasi buruk yang terselubung? Tuhan Yesus apakah aku lebih mengutamakan Engkau atau hal-hal lain yang lebih duniawi – Selamat ber Sinode Godang kepada para pendeta HKBP untuk memilih pemimpin yang takut akan Tuhan. (ramlan nababan /analisa)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

*** www.tuannahoda.co.nr ***

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38.730 pengikut lainnya.