Keluarga Nainggolan & Panjaitan Rebutan Jenazah

Di Medan Rumah Terbakar Sekeluarga Tewas Terpanggang

Foto no 1,2 dari kiri yang hangus terbakar

Kisaran -Proses pengebumian Vikte Elia Nainggolan (sebelumnya tertulis Vietega,red) dan adiknya Citra Albaria Nainggolan yang tewas terpanggang berpelukan dalam musibah kebakaran di Jalan Jalak Sidorejo, diwarnai insiden. Pasalnya, antara keluarga Nainggolan pihak bapak dan keluarga Panjaitan pihak ibu korban, sempat bersitegang memperebutkan jenazah kedua bocah malang itu.

Data dihimpun wartawan, insiden ini terjadi, saat jenazah kedua bocah malang ini disemayamkan di rumah duka, Senin (6/8) malam. Sebagaimana lazimnya dalam adat Batak, malam itu, disela-selah pelaksanaan kebaktian penghiburan oleh jemaat gereja Methodist Kisaran, pihak keluarga menggelar acara mariah raja atau semacam musyawarah, untuk mempersiapkan acara pemakaman.

Dalam acara itu, pihak keluarga Nainggolan, termasuk E Nainggolan ayah kandung kedua bocah ini sempat mengklaim sebagai pihak paling berhak atas kedua jenazah bocah malang tersebut. Atas dalih itu pula, pihak Nainggolan berupaya, agar jenazah kedua bocah malang itu dikebumikan di kampung halaman Nainggolan di Kabupaten Tapteng. Sikap keluarga Nainggolan, yang disampaikan oleh Raja Parhata-nya kontan saja memantik emosi pihak keluarga Panjaitan, keluarga dari pihak Rita Panjaitan (sebelumnya tertulis Rista) ibu kedua korban.

Dengan tegas, pihak keluarga Panjaitan menyatakan, bahwa jenazah kedua korban tidak akan dibawa ke mana-mana, dan akan dikebumikan di Kisaran. Bahkan, sangkin ngototnya pihak Nainggolan dengan argumennya, pihak keluarga Panjaitan, mengeluarkan statemen yang membuat para pelayat tercengang. “Ndang adong hak ni Nainggolan di son. Asa diboto hamu, ai so hea dilehon Nainggolan mangan gelleng nami na dua on (Keluarga Nainggolan tidak punya hak dalam masalah ini. Asal tahu saja, keluarga Nainggolan tidak pernah memberi makan kedua anak ini),” sebut salah seorang pihak keluarga Panjaitan, sembari mengatakan, selama pergi meninggalkan Rita, beserta dua korban 2 tahun silam, E Nainggolan, sebagai ayah kedua anak sama sekali tidak pernah memberi nafkah untuk anak istrinya.

Mendengar pernyataan dari pihak keluarga Panjaitan, keluarga Nainggolan yang awalnya sempat ngotot, akhirnya mulai melembek, dan akhirnya menyerah dengan sikap keluarga Panjaitan. Bahkan, beberapa orang pihak keluarga Nainggolan, yang duduk satu barisan, sempat saling berbisik satu-sama lain. Dalam perbincangan yang terdengar samara-samar itu, pihak keluarga Nainggolan seolah tak percaya, jika ternyata, E Nainggolan, selaku ayah kandung kedua bocah itu, sama sekali tidak pernah menafkahi anak dan istrinya, yang dia tinggal begitu saja di Kisaran.

“Amangoi maila na I hita. Ai nirippu do na denggan-denggan salelelng on, hape naung songonon do hape (Betapa malunya kita. Kirain selama ini semuanya masih bagus, ternyata sudah separah ini),” kata seorang pria paruh baya berkemeja hitam, yang sempat duduk di barisan keluarga Nainggolan, sambil berjalan menuju pintu rumah, lalu berambus pergi meninggalkan rumah duka. Sedangkan acara kebaktian penghiburan bagi keluarga itu, terus digelar hingga lewat tengah malam.

Baik Rita dan E Nainggolan suaminya, terlihat duduk berseberangan, di antara dua peti jenazah, tempat pembaringan kedua anak mereka itu. Sementara ketiga kakak bocah malang itu, yakni Jean Nainggolan, Junior Nainggolan, termasuk si sulung, Grasya Nainggolan, yang konon sudah sekolah di Jakarta, turut hadir. Layaknya orang yang tengah berduka, rona wajah mereka juga terlihat menahan kesedihan yang amat dalam. (Ing)
Semua Meneteskan Air Mata

Di rumah duka, menjelang tengah hari, pihak keluarga melakukan prosesi penyerahan jenazah, dari pihak keluarga kepada pihak gereja. Oleh pihak gereja, kemudian melakukan ibadah pemberangkatan jenazah dipimpin pemuka agama dari Gereja Methodis Kisaran.

Usai ibadah, jenazah kedua bocah malang itu, lalu diberangkatkan dari rumah duka menggunakan Ambulance ke pemakaman umum Kristen di Jalinsum Ahmad Yani by Pass. Amatan wartawan, tak kurang dari 300-an warga, turut mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Rita br Nainggolan, ibu kandung kedua bocah itu, hingga kemarin masih begitu terpukul dengan kematian kedua anaknya, yang meninggal dengan cara cukup tragis itu. Bahkan sangkin sedihnya, Rita terpaksa dipapah sejumlah kerabatnya. Matanya tampak sembab, karena menangis semalaman. Di pemakaman sendiri, saat jenazah diturunkan ke liang lahat, pekik tangis histeris dari warga, dan keluarga pecah. Meski hanya sesaat, para pelayat terlihat terus meneteskan air mata, saat kebaktian terakhir, sebelum liang lahat ditutup.

Usai pemakaman, satu-satu para pelayat, termasuk pihak keluarga langsung meninggalkan pemakaman. Sesaat sebelum meninggalkan pemakaman, wartawan sempat berupaya melakukan wawancara dengan pihak keluarga. Namun, dengan alasan pihak keluarga masih shok dengan kejadian itu, seorang pria berbadan tegap, melarang niat wartawan. “Lain kali lah ya Dek. Kasihan, masih terpukul semuanya,” ujarnya, dengan senyum memohon pengertian. (Ing)
Rumah Terbakar Sekeluarga Tewas Terpanggang

Sementara di Jalan Gandi Kecamatan Medan Area, Selasa (7/8) sekira pukul o4.30 WIB, juga terjadi kebakaran menewaskan 4 anggota keluarga sekaligus. Keempat korban yakni Sondi Aulia alias Ting Kuang (65) suami, Volina (60) istri, ditemukan sudah hangus terbakar dilantai 2 ruko dan kedua anak korban Johan (40) dan Joni (35), tewas dilantai 3 akibat kebakaran yang menghanguskan rumah mereka.

Keterangan Deni (55), adik kandung korban Aulia, di instalasi jenazah RSUD Pirngadi Medan mengaku, saat kebakaran keluarga abangnya tengah tidur. Hanya saja dia tidak mengetahui pasti asal api yang menyebabkan rumah abangnya terbakar.

Masih menurut Deni, dirinya tidak memiliki firasat apapun atas kematian keluarga abang kandungnya itu. Namun sebelum kejadian, abang kandungnya Sondi, masih sempat menghubunginya melalui selulern mengabarkan jika dirinya baru kembali dari Pekan Baru. “Abangku punya warung makan Seafood di Pekan Baru, sehari sebelum kejadiannya dia (Sondi) telepon aku bilang kalau dia sudah sampai di Medan setelah beberapa hari sebelumnya di Pekan Baru mengurusi usaha Seafoodnya di sana,” ujarnya.

Dari pengakuan Deni, abangnya memiliki empat anak. Saat kejadian kedua anaknya yang lain telah menikah sehingga tidak lagi tinggal bersama korban melainkan tinggal bersama suaminya. “Kedua anaknya Eli (30) dan Juli (28), selamat karena Eli berdomisili di Jakarta, sementara Juli di Medan dan tinggal bersama suaminya,” ucapnya.

Juli anak korban, enggan berkomentar saat akan dikonfirmasi. Juli hanya menangis histeris saat melihat keempat jasad orang terdekatnya itu. Informasi didapat dari percakapan keluarga korban yang berada di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi, asal api diduga dari api dupa yang biasa digunakan keluarga itu untuk bersembahyang. “Aku gak tau pasti penyebab kebakaran itu kenapa, tapi diduga api berasal dari sisa bakaran dupa yang biasa dipakai keluarga mereka saat bersembahyang,” ujar kesaksian salah satu keluarga korban yang enggan namanya disebutkan.

Sementara itu pantauan di Intsalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap beserta jajaran SKPD langsung turun ke rumah sakit untuk memantau langsung jasad keempat korban. Dalam kedatangannya itu, Rahudman mengaku jika armada kebakaran langsung ke lokasi tak lama setelah mendapatkan informasi kebakaran.

Hanya saja menurut Rahudman, berlapisnya jerajak dan pagar rumah di kediaman tersebut menyulitkan tim kebakaran untuk mengevakuasi. “Korban tewas diduga karena lebih besar dipengaruhi oleh asap. Karena rumah korban yang berlantai tiga dan memiliki jerejak dan pagar besi yang berlapis. Sehingga mereka (korban) sulit untuk bisa keluar dari rumah tersebut,”ucap Rahudman. Atas kejadian itu Rahudman mengimbau kepada camat dan lurah untuk mensosialisasikan kepada amasyarakatnya agar lebih memperhatikan desain bangunan rumahnya.

“Sudahlah tingkat tiga, berlapis-lapis lagi pagar dan jerejaknya. Ke depannya kita harapkan ini lebih diperhatikan lagi untuk tingkat keselamatan jika terjadi bencana alam seperti kebakaran,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko Legal RSUD dr Pirngadi, DR Surjith Singh SPF DFM, mengatakan jika kematian korban disebabkan asap gas beracun dan api. “Korban tewas disebabkan keracunan karbondioksida dan mengalami luka bakar hingga menyebabkan nyeri luar biasa,” terang Surjith.

Surjith juga menjelaskan dari kondisi keempat jasad korban, kondisi suami isteri mengalami luka bakar yang sangat serius dibanding kedua anaknya. “Keadaan mayatnya ini berwarna merah terang dan sangat spesifik dengan tingkat luka bakar, 1 mendekati 4 derajat atau greet. Namun dari keempat jasad, yang paling parah mengalami luka bakar yakni jasad suami dan isteri yang menjadi korban” sebutnya.

Kapolsek Medan Area Sonny W Siregar saat dikonfirmasi, mengatakan pasangan suami istri ditemukan dilantai 2 dan kedua anaknya dilantai 3 ruko. “Pasangan suami istri itu ditemukan dalam posisi terlentang di lantai II dalam keadaan mati lemas tidak ada luka. Sedangkan anaknya ditemukan di lantai III dengan posisi terlungkup,” ujarnya.

Sementara informasi yang didapat dari kepolisian, kebakaran diketahui sekitar pukul 04.15 WIB. Waktu itu seorang personil kepolisian melintas dan melihat kepulan asap. Setelah menghubungi pemadam, bersama dengan warga langsung berusaha mendobrak pintu gerbang ruko yang berlapis tiga, namun usaha warga tidak berhasil, dan menunggu mobil pemadam turun kelokasi kemudian dengan mobil pemadam petugas berhasil mendobrak pintu ruko yang berlapis tiga.

“Awalnya petugas kita kesulitan membuka pintu. Tapi begitu mobil pemadam datang dengan mobilnya langsung mendobrak pintunya, korban di lantai sempat berusaha membuka teralis, tapi karena teralis permanen, dia tidak berhasil membukanya,” kata Sonny. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas mendapati tubuh keempat korban sudah tidak bernyawa dilantai dua dan tiga. Jenazah kemudian dibopong ke RSUD dr Pirngadi Medan.

“Rencananya kita akan semayamkan di Balai Persemayaman Angsapura,” kata Menurut keterangan keponakan korban, A Sen (35) mengatakan kalau pamannya Ng Ting Kuang merupakan pengusaha restoran Pondok Kartika. “Kalau saya tidak salah restorannya ada di Medan dan Pekanbaru, Riau,” jelasnya.

Setelah divisum keempat korban kemudian dibawa oleh keluarga ke balai sosial persemayaman Angsapura Jalan Waja Kec. Medan Area. Pantauan di balai persemayaman Angsapura Blok VIP C tempat keempat jenazah disemayamkan, satu dari empat jenazah korban kebakaran ini ditemukan dalam keadaan hangus. Terlihat sanak saudara berdatangan untuk melayat keempat korban yang tewas secara tragis. (bay/pmg)
Gara-gara Caleg Hancur Keluarga

Sementara, Selasa (7/8) sejak pukul 08.00 WIB, ratusan pelayat silih berganti datang memadati rumah duka. Para pelayat datang dari berbagai penjuru se Kota Kisaran dan daerah lainnya. Mulai dari yang memiliki pertalian kekerabatan dengan pihak keluarga, maupun masyarakat umum, yang merasa prihatin dengan peristiwa itu, memadati rumah sederhana berwarna kuning itu.

Dari ratusan pelayat yang datang, khususnya yang berada di luar rumah, dan berdiri berkelompok-kelompok, terlihat asyik membahas prahara keluarga, yang tengah dialami keluarga malang itu. Namun kebanyakan, mereka mencibir E Nainggolan, ayah kedua bocah malang itu, yang dianggap tidak memiliki jiwa pengayom, sebagai seorang kepalakeluarga. “Kelewatan dia itu. Dia kan kepala keluarga. Masak sampai hati meninggalkan keluarganya,” kata sejumlah pelayat. Sejumlah pelayat lainnya, yang kemungkinan adalah warga setempat, juga sempat terdengar membahas cukup jauh prahara rumah tangga, yang tengah dialami oleh E Nainggolan dan Rita Br Panjaitan.

Kata mereka, masalah ini, awalnya, berawal dari keikut sertaaan E Nainggolan, dalam pencalegan pada pemilu legislativ tahun 2009 lalu. “Ini lah, gara-gara caleg, hancur keluarga,” kata mereka.

Kata mereka, majunya E Nainggolan pada proses pencalegan pada pemilu legislative lalu, dari Partai Damai Sejahtera (PDS), merupakan sebuah kecerobohan besar yang dilakukan oleh Nainggolan yang diambil tanpa melihat kemampuan yang ada. Apalagi, E Nainggolan maju menjadi caleg tidak dari daerah pemilihan Kota Kisaran tempat dia berdomisili.

“Kan bodoh, tinggal di Kisaran, maju jadi caleg dari dapil 3 di Meranti sana. Apa nggak buang-buang energi itu namanya,” kata seorang pria berpakaian PNS yang berbicara dalam logat Batak yang cukup kental. Masih menurut bincang-bincang para warga, saat proses pencalegan tengah berlangsung, tingginya kos politik, membuat E Nainggolan menjual sejumlah harta milik keluarga, termasuk beberapa lapak kios di Pasar Inpres. Bahkan, kata mereka, E Nainggolan juga menjual beberapa persilan tanah, yang nota bene merupakan harta milik kelurga besar istri dari pihak Panjaitan.

“Dohot artani hula-hulana pe attong nungga di gadis, aha so hancur usahana (harta peninggalan keluarga istrinya pun dijual, wajar-wajar saja kalau dia (Nainggolan,red) hancur,” kata warga lainnya, menimpali perbincangan. Saat pemilihan umum legislativ tiba, sesuai yang diprediksikan, kata sejumlah warga, E Nainggolan tidak terpilih menjadi anggota DPRD. Bahkan, sebut mereka, suara yang berhasil diraup pria yang sempat dikenal sebagai wiraswasta itu, sangat kecil jika dibandingkan dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Alhasil, kata mereka, permasalahan keluarga pun mulai muncul. Puncaknya, sebut para warga, entah bagaimana, E Nainggolan meninggalkan sang istri bersama Vikte Elia Nainggolan. “Kalau tak silap lae, waktu itu, ito br Panjaitan lagi hamil pas si Nainggolan pergi. Ditinggalkanlah ito itu sama si Vikte. Kalau nggak salah, anaknya yang nomor 1 sampai 3 dibawanya juga sama dia,” kata seorang pria bermarga Napitupulu, saat ditanyai wartawan koran ini. Dan terhitung sejak saat itulah, katanya, E Nainggolan tidak lagi menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. (Metro/Ing)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

*** www.tuannahoda.co.nr ***

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38.729 pengikut lainnya.