SMK Swasta Karya Tarutung Tabur Bunga di Lokasi Tabrakan

Tarutung – Sebelumnya, keluarga besar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Tarutung, Kamis (19/4) sekitar pukul 09.30 WIB menggelar ritual tabur bunga di tempat Rini ditabrak angkot, di Jalan S DIS Sitompul, Simaung Maung Dolok Tarutung, Tapanuli Utara. Acara tabur bunga diawali hening cipta yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK Karya, R Sitanggang SPd diikuti seluruh guru-guru dan siswa SMK Karya. Selanjutnya menabur bunga di TKP seraya berdoa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Dengan melakukan ritual tabur bunga, kita berharap segala marabahaya tidak terulang kembali. Kecelakaan seperti ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” harap Rudi Lumbantobing, AMd PKS I Edukasi SMK Karya kepada wartawan, Kamis (19/4) di TKP.
Katanya, kawasan itu merupakan daerah rawan kecelakaan. Di samping medan jalannya curam dan sempit, kawasan ini juga daerah padat penduduk yang ramai dilintasi pelajar.

“Itu lah tujuan kita menggelar tabur bungi di sini. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” harapnya.
Pantauan wartawan, sedikitnya 300 siswa SMK Swasta Karya Tarutung dan warga yang simpati pada korban, memberikan bunga sebagai tanda belasungkawa. Karangan bunga diletakkan di lokasi kecelakaan.
Usai menabur bunga, keluarga dan civitas SMK Karya Tarutung selanjutnya melayat ke rumah duka di Desa Sitarealaman, Kecamatan Adiankoting, Taput.

Martini Simangunsong (17) salah seorang teman Rini yang juga korban tabrakan itu saat ditemui wartawan, Kamis (19/4) menceritakan kronologis kejadian. Katanya, saat itu mereka berjalan dari sekolah menuju Jalan SM Raja. Seperti biasa, mereka bercerita. Namun, tiba tiba angkot melaju dengan kecepatan tinggi langsung menabrak tubuh almarhum hingga membuatnya tergeletak di aspal dan tak sadarkan diri.
”Saat itu, kami ada lima orang. Terus aku dengar ada suara awas, lalu kulihat ke belakang sudah ada angkot melaju kencang. Aku langsung memeluk satu tembok disitu. Setelah itu, saya tidak melihat lagi dimana si Rini. Aku tidak lihat lagi bagaimana kejadian itu bisa terjadi,” bebernya.

Namun, sambung Martini, posisi Rini saat itu tepat berada di samping kanan dia. “Pas melihat mobil, saya langsung merapat ketembok jalan dan jatuh. Sementara posisi si Rini saya tidak tau lagi. Yang pasti pas mobil itu lewat aku terjatuh langsung. Kemudian aku mencari Rini tidak ada lagi. Lalu aku berlari ke depan. Pertama kali aku melihat si Rini tergeletak sekitar 20 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) dan sudah dikerumuni orang,” ungkapnya.

“Saat itu kami jalan santai, biasalah baru pulang sekolah. Dia memegang handpone dan pegang payung. Tapi tidak sedang bertelepon. Kejadiannya sangat singkat, saya tidak mendengar bunyi klekson, bahkan suara mesin mobil itu juga tidak kedengaran. Yang pasti saya traumalah,” tandasnya.
Terpisah L br Simajuntak, Wali Kelas Almarhum Rini menyebutkan kalau si Rini salah seorang siswi yang rajin masuk sekolah. Almarhum adalah periang dan pintar di kelas. “Kalau kehadiran dia (Rini-red) di sekolah 100%, dia selalu masuk nominasi X besar setiap semesternya,” ucap L br Simanjuntak. (Metro/cr-01/cr-02/des)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s