Murid SD Tenggelam di Aek Sarulla Sering Peluk & Minta Tidur Sama Ayah

Pahaejae – Almarhum Desi Veronika Sianturi (12) murid kelas VI SD Negeri Aek Horsik, Desa Tordolok Nauli, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang tewas tenggelam, Selasa (3/4) sekira pukul 10.00 WIB di sungai Aek Sarulla, ternyata meninggalkan kesan tersendiri bagi ayahnya Parluhutan Sianturi.

Usai penguburan jasad Desi, Rabu (4/4) di Dusun Siantar Matio, Desa Tor Dolok Nauli sekira pukul 14.00 WIB, Parluhutan Sianturi yang disambangi wartawan di rumah duka mengaku sangat menyayangi almarhum putrinya. Bahkan, seminggu sebelum Desi meninggal, Parluhutan menyebut jika putri ke-5 dari 8 bersaudara anaknya itu selalu meminta tidur dengan dirinya.“Seminggu sebelum Desi meninggal, dia selalu meminta tidur bersama dengan saya. Waktu itu, Desi bilang ke ibunya kalau dia mau tidur dengan saya karena dia rindu kepada saya,” ujar Parluhutan Sianturi berurai air mata.Bahkan, tutur Parluhutan, saat putrinya itu tidur bersamanya, Desi selalu memeluknya. ”Saat pertama Desi tidur dengan saya dan memeluk saya, saya coba bertanya kepadanya kenapa. Tapi jawabannya karena rindu saja,” sambungnya.Selain tidur dengan sang ayah, ternyata Desi tiga hari sebelum kejadian juga sudah menunjukkan hal-hal baru yang jarang ia kerjakan, yakni menanami bunga-bungaan di pekarangan rumah mereka. ”Hampir semua pekarangan rumah ia tanami bunga-bungaan, bahkan sayur-sayuran juga ikut ditanamnya tiga hari sebelum Desi meninggal,” tutur Parluhutan.Kesedihan di rawut wajah Parluhutan semakin tampak pilu manakala ia menyebutkan bahwa Desi meninggal sehari setelah hari jadinya yang ke-12 tahun. ”Dia meninggal tepat satu hari setelah tanggal lahirnya. Desi lahir tanggal 2 April 1999 dan meninggal 3 April 2012, jadi ia telah genap berumur 12 tahun,” ungkap Parluhutan sambil mengusap air matanya.Desi Anak Penurut Semasa hidupnya, almarhum Desi Veronika Sianturi, ternyata salah satu anak yang penurut dan tidak banyak permintaan terhadap kedua orangtuanya, Parluhutan Sianturi dan ibu Boru Tampubolon.“Desi itu anak penurut. Dia selalu rajin membantu kami orangtuanya ke ladang ataupun membantu tugas-tugas ibunya dirumah. Dia juga bukan anak yang suka meminta uang atau menuntut sesuatu kepada kami. Kadang kami rindu untuk memberikan sesuatu kepadanya,” ujar Parluhutan.Pernyataan itu, juga diamini oleh Kepala Sekolah SD Aek Horsik H br Harianja. Ia menyebut, almarhum anak didiknya itu sejak duduk dibangku kelas I hingga kelas VI di SD Aek Horsik selalu rajin belajar dan penurut terhadap guru.”Almarhum Desi ini orangnya pintar dan baik selama berada di sekolah. Kami juga turut merasa sangat kehilangannya,” ujar H br Harianja saat melayat bersama guru-guru dan pelajar ke rumah duka. (Metro/roy/hsl)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s