Banyak Pahlawan Nasional Asal Sumut Tak Terkenal

KARAWANG – Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Dari 194 pahlawan nasional, terdapat tujuh Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara. Sayangnya, banyak di antaranya tidak dikenal oleh warga Sumut.
Ketujuh pahlawan nasional asal Sumut tersebut adalah Sisingamangaraja XII, Adam Malik, Amir Hamzah, Moh Hasan, Kiras Bangun, FL Tobing, dan AH Nasution.

Demikian disampaikan peneliti di Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian Universitas Negeri Medan (Pussis-Unimed) Erond L Damanik kepada Kompas melalaui surat elektronik di Medan, Rabu (9/11/2011).

Ketujuh pahlawan nasional asal Sumut tersebut adalah Sisingamangaraja XII, Adam Malik, Amir Hamzah, Moh Hasan, Kiras Bangun, FL Tobing, dan AH Nasution.

Dari dua belas generasi muda Sumataera Utara yang Kompas wawancara, hanya dua yang mengenal Kiras Bangun dan hanya satu yang mengenal FL Tobing. Bahkan tidak ada yang mengenal Moh Hasan maupun Adam Malik selain sebagai nama jalan atau rumah sakit.

“Kiras Bangun pahlawan yang menggalang kekuatan lintas agama si Sumut dan Aceh untuk melawan penjajah,” kata Dedy Sinuhaji, wartawan di Medan. “Tapi Kalau Moh Hasan, saya belum pernah dengar.”

“Kalau enggak salah, Kiras Bangun itu nama jalan,” kata Leni Andriyani, Penyiar radio di Medan.

Namun, mereka mengenal AH Nasution dan Sisingamangaraja. Menurut Erond, ada masalah dengan sosialisasi terhadap nama dan jasa para pahlawan itu. ini berdampak sangat serius terhadap internalisasi nilai-nilai perjuangan mereka.

Singkatnya, kata Erond, jika nama pahlawan saja mereka tidak tahu, sulit rasanya membayangkan betapa sedikitnya pengetahuan mereka terhadap jasa, perjauangan, dan nilai-nilai yang diajarkan para pahlawan itu.

Erond mensinyalir terdapat kesalahan dalam pembelajaran di sekolah selama ini. Kurikulum pendidikan nasional tidak memberi kesempatan kepada daerah untuk mengenal wilayah dan tokohnya.

“Seharusnya, pemerintah memberikan otoritas kepada daerah untuk menetapkan kurikulum dan materi ajar yang sesuai dengan kepentingan daerah itu. Hal ini perlu, untuk meningkatkan nasionalisme masyarakat di daerah dalam menunjang semangat kebangsaan,” pungkasnya. (Kompas)

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s