Terdengar Teriakan “Tolong” dari Lokasi Jatuhnya Pesawat

Medan — Kabar gembira beredar di posko kantor SAR Medan yang menyebutkan terdapat korban selamat dalam insiden kecelakaan pesawat CASA 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) di Bahorok, Langkat, Sumatera Utara. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo, informasi itu diperoleh setelah dua anggota TNI AU sudah berhasil menjangkau lokasi jatuhnya pesawat yang mengangkut 4 awak dan 14 penumpang itu.

“Ada suara teriakan minta tolong dan lambaian tangan. Anggota kami terus menelusuri untuk melakukan evakuasi,” kata Daryatmo, Jumat (30/9/2011).

Hal senada diungkapkan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara, M Irsal, yang menyebutkan sudah ada pasokan logistik berupa makanan ringan untuk korban selamat. Namun, hingga kini belum dirinci jumlah korban selamat dan yang menderita luka-luka.

Pesawat CASA 212-200 milik NBA rute Medan-Kutacane jatuh di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, Kamis pagi kemarin. Lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan. Pesawat masih dalam keadaan utuh, hanya bagian depan pesawat yang terlihat hancur. Hingga sore ini, tim SAR bersama Paskhas TNI AU tengah berupaya mencapai lokasi kejadian yang sulit dijangkau.

Pasukan Khas TNI AU berhasil menemukan lokasi persis jatuhnya pesawat CASA 212 milik PT NBA setelah melihat langsung dengan menggunakan helikopter Bell 206L PK-UA. Dalam foto yang ditunjukkan anggota Paskhas TNI AU terlihat posisi pesawat berada di tengah pepohonan

Salah satu sayapnya patah dan bagian kepalanya koyak. Posisinya tengkurap di atas tanah di lereng perbukitan. “Kami sudah berkeliling beberapa kali, tetapi tidak melihat tanda-tanda kehidupan,” kata Fajar, salah satu anggota Paskhas.

Montir helikopter, Wahyu, menjelaskan, helikopter tidak bisa mendarat karena tidak ada tanah lapang di dekat lokasi pesawat jatuh. Perlu pasukan khusus yang turun dengan rapelling, membuka lahan, baru helikopter bisa mendarat.

Irwansyah, anggota Paskhas, menambahkan, sangat sulit jika evakuasi dilakukan via darat. Sebab, jalanya berlembah dan cuaca tak menentu. “Helikopter ini hanya cukup untuk enam seat. Kami butuh helikopter yang lebih besar,” kata Wahyu.

Helikopter Bell 206L PK-UA tidak bisa mengangkut korban. Untuk itu, mereka kembali ke posko untuk menyusun strategi baru. Jadi, sampai saat ini belum ada tim penyelamat yang menjangkau lokasi.

(Sumber: Serambi Indonesia/Kompas)

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s