Ini Dia, Pria-Pria Tegap Inspiratif

Ajang pencarian bakat dan pria sehat inspiratif, L-Men of the Year, kembali digelar. Grand final-nya diikuti oleh 14 grand finalist, yang dinilai mampu memberikan inspirasi kepada pria lainnya untuk menjalani gaya hidup sehat.

Pria dari berbagai latar belakang dan profesi ini berkompetisi merebutkan gelar L-Men of the Year 2011, Runner up I L-Men of the Year 2011, Runner Up II L-Men of the Year 2011, dan The Most Photogenic L-Men of the Year 2011. Pemenang kompetisi ini akan diumumkan Minggu, 10 Juli 2011, di XXI Ballroom Jakarta Theatre.

Ingin tahu siapa saja yang berhasil menjadi grand finalist, mari kita berkenalan!

1. Aditya Mohammad, Kepulauan Riau
Tahun lalu, Adit sudah mencoba mengikuti kompetisi ini, namun gagal dalam tahap audisi. Kini, ia berhasil memenangi pra-audisi di Batam. Bahkan, Adit sekarang menjadi grand finalist dengan jumlah follower Twitter terbanyak dibandingkan yang lain. Mahasiswa Teknik Sipil ini dikenal sangat menggemari otomotif. Mulai senang dengan motor ketika masih duduk di bangku SMA, pria yang menyukai tantangan ini lalu diam-diam mengikuti berbagai balapan di wilayah Tanjung Pinang. Di kampus, Adit tertarik pada modifikasi mobil, sampai akhirnya aktif di salah satu komunitas mobil terkenal.

2. Rayhan Febrian, Jawa Tengah
Saat kuliah di jurusan Manajemen Perhotelan, Rayhan terinspirasi pada keberagaman pariwisata. Untuk menyalurkan inspirasi itu, Rayhan mengikuti berbagai aktivitas kepariwisataan, dan terpilih menjadi Duta Wisata Semarang 2009. Latar belakangnya inilah yang membuatnya cukup percaya diri untuk terlibat dalam film yang mengangkat isu perbedaan garapan Hanung Bramantyo, “?” (Tanda Tanya). Tema film ini amat sesuai dengan sosok Rayhan, karena setelah tumbuh di keluarga yang sering berpindah tempat tinggal membuatnya terbiasa pada keberagaman.

3. Syarif Maricar, Maluku
Sejak dulu ia memang amat peduli dengan kesehatan, bahkan sempat nyaris memilih jurusan Kedokteran. Meskipun akhirnya ia memutuskan belajar teknik arsitektur, sampai sekarang Syarif masih sangat peduli dengan gaya hidup sehat. Di tengah kesibukannya memberikan seminar motivasi di berbagai daerah di Indonesia, Syarif berhasil mengatasi keterbatasan waktu untuk tetap latihan untuk membentuk tubuh atletis ideal. Para grand finalist pun mengakui kepemimpinannya dengan panggilan “Pak RT”.

4. Christian Loho, Sulawesi Utara 1
Berbekal gelar sarjana di bidang Ilmu Komputer dari sebuah universitas di Jakarta, Christian kini merintis bisnisnya sendiri dengan membuka sebuah cyber café. Sambil menjalankan bisnisnya, Christian tetap mencoba menyempatkan diri untuk berlatih di gym, hobi yang sudah menjadi passion-nya sejak duduk di bangku kuliah. Dengan sabar dan menjaga konsistensi dalam menjalankan bisnis dan latihan, Christian menjadi bukti nyata bahwa waktu bukan halangan untuk membentuk tubuh yang atletis dan ideal. Orang lain kini berdecak kagum melihat pahatan otot dan sixpack di tubuhnya.

5. Jeremy Siregar, Sumatra Utara
Siapa sangka, pria ini dulunya sempat menjadi tenaga pengajar di sekolah tinggi teologi di Medan. Terinspirasi dari sang ayah yang seorang pendeta, setamat SMA Jeremy memang memilih melanjutkan pendidikannya di bidang teologi di Singapura. Pria yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa asing ini sekarang tengah mempersiapkan dirinya untuk bersaing dengan grand finalist lain memperebutkan gelar L-Men of the Year 2011. Padahal karena minder untuk pergi ke gym, awalnya Jeremy memilih membeli alat dan berlatih di rumah. Kini ia telah berhasil mengalahkan ketidakpercayaan dirinya.

6. Muhammad Ozy, Kalimantan Timur
Sempat merasakan keterbatasan beraktivitas karena asma, lulusan Universitas Mulawarman jurusan Manajemen Pemasaran ini bertekad untuk mengalahkan penyakit tersebut. Berbekal masukan dokter untuk mencoba latihan di gym, asma yang dulu selalu kambuh perlahan hilang dengan sendirinya. Bahkan, ia cukup tangkas menjalani hobinya yang lain: bermain skateboard dan futsal. Sebagai bonus kerja kerasnya, drummeryang pernah menjuarai lomba band se-Kalimantan Timur ini akhirnya mendapatkan tubuh atletis ideal yang dia impikan.

7. Adi Jaya, Jawa Timur 1
Punya tubuh jangkung (187 cm) namun sangat kurus tentu tidak terlihat proporsional. Itulah yang menjadi motivasi terbesar Adi untuk memulai latihan dan mendapatkan tubuh yang lebih berisi. Ketekunannya kini memberikan tubuh atletis yang proporsional dengan tinggi badannya. Kegemaran Adi bermain basket membawanya bersama tim menjuarai Menpora Cup, kompetisi basket se-Jawa Timur. Kini aktivitas sehari-harinya adalah kuliah di jurusan Manajemen Bisnis, latihan, dan menyalurkan kecintaannya bermusik, dengan menjadi vokalis salah satu band yang sering tampil di Surabaya.

8. Made Adiguna, Bali
Pria yang berprofesi sebagai model dan hotelier ini sangat memahami bahwa social media akan sangat memberikan manfaat baginya. Selain untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai cara membentuk tubuh, social media juga menjadi caranya untuk berbagi inspirasi dan tentunya menggalang dukungan. Tak heran, saat Fashion Showcase sebagai salah satu tahapan seleksi dalam L-Men of the Year 2011 yang digelar di fX Plasa, Jakarta, Jumat (8/7/2011) lalu, Made terpilih sebagai  Best Social Media Influencer (melalui Twitter).

9. Gillian Pangalila, DKI Jakarta
Dalam Fashion Showcase yang digelar semalam, Gillian berhasil meraih gelar Best Catwalk. Padahal, pria yang punya saudara kembar ini sebenarnya adalah penggemar basket. Saat SMA, Gillian bersama tim basket sekolahnya menjuarai kejuaraan basket di Semarang. Namun hal yang paling menjadi passion-nya saat ini adalah menularkan semangat kepedulian terhadap sesama, antara lain dengan memimpin gerakan kampanye peduli HIV/AIDS. “Kemampuan adalah apa yang dapat anda lakukan. Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan. Sikap menentukan seberapa baik Anda melakukannya,” begitu kata Gillian yang rajin memberikan kata-kata bijak di social media.

10. Marino Alisastra, Jawa Timur 2
Cerita perjuangan dan kerja kerasnya memang patut mendapat pujian. Di usia 35 tahun, akhirnya Marino berhasil menurunkan berat badannya dari 98 kg menjadi 67 kg. Tak mudah pula mencapai impian menjadi salah satu grand finalist L-Men of the Year. Setelah total menjalani lima pra-audisi dan audisi, akhirnya lulusan Teknik Kimia yang pernah masuk AKABRI ini boleh berbangga bisa menjadi grand finalist dengan usia paling tua. Di waktu senggangnya, kolektor sembilan gitar ini kerap menghibur masyarakat Surabaya dengan kemahirannya bermain gitar.

11. Randy Yudhistira, Sulawesi Utara 2
Dengan bekal juara 1 Duta Wisata Kota Bitung 2006, Randy mencoba bersaing dengan grand finalist lain yang datang dengan berbagai kisah perjuangan yang menarik. Mahasiswa yang kini juga bekerja di perusahaan konsultan arsitektur ini sempat merasa rendah diri karena memiliki tubuh yang sangat kurus. Namun Randy tak mau membiarkan rasa mindernya berlanjut. Ia pun mulai melakukan latihan untuk mendapatkan tubuh atletis ideal. Prestasinya mendapatkan gelar The Most Photogenic dan The Most Favorite di babak sebelumnya, membuatnya pantas mendapatkan Wild Card untuk melaju ke grand final mewakili Sulawesi Utara.

12. Okky Yoswara, Jawa Barat
Setelah sukses mengubah tubuhnya dari sangat kurus menjadi atletis seperti sekarang, Okky siap memberikan inspirasi pada orang lain. Sebab, untuk bisa menginspirasi gaya hidup sehat, tentunya dia harus membuktikan lebih dulu bahwa dirinya pun sudah berhasil menjalankan gaya hidup sehat. “You can do anything you want with passion,” itulah kalimat yang kini selalu dia katakan untuk memotivasi dirinya, sekaligus menginspirasi orang lain. Penggemar fotografi yang juga hobi bersepeda ini siap membuktikan bahwa tidak ada yang tidak bisa dicapai selama kita melakukannya dengan passion.

13. Erik Suwanto, Sulawesi Selatan
Palang Merah Indonesia mendaulatnya sebagai salah satu duta PMI,  karena Erik merupakan salah satu pendonor darah yang rutin. Namun bagi para juri, bukan hanya passion-nya di bidang sosial yang membuatnya pantas menjadi grand finalist. Erik meyakinkan para juri, bahwa tubuh atletis yang dia dapatkan adalah hasil ketekunan dan kerja keras yang bisa menginspirasi orang lain. Ditambah dengan pekerjaannya sebagai distributor alat kesehatan, tentunya Erik menjadi semakin siap menularkan gaya hidup sehat kepada siapa saja.

14. Yodi Widhani, Kalimatan Selatan
Usianya baru 18 tahun, menjadikannya grand finalist termuda di ajang ini. Toh, Yodi mengaku tidak merasa minder harus berkompetisi dengan grand finalist lain yang berusia lebih tua. Menurutnya, usia muda justru menjadi modal utamanya untuk belajar sebanyak-banyaknya dari orang lain. Yodi mengaku sangat ketat dalam hal mengatur waktunya untuk berkuliah, menjalani hobinya jogging dan bersepeda, latihan, serta berinteraksi dengan orang lain melalui social media. Setelah menjuarai pra-audisi Banjarmasin, Yodi juga aktif mengumpulkan dan menginspirasi L-Men Community di Banjarmasin. Bukan tak mungkin, dukungan dari komunitas tersebut akan membawanya menjadi salah satu juara.

(Kompas)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s