Fatimah Menyerah, Siap Jalani Hukuman 6 Bulan Penjara

Tarutung – Hari ini, Jumat (20/5), Fatimah Hutabarat (51) pemilik Hotel Hineni di Taput, mengaku akan menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Tarutung, untuk menjalani hukuman 6 bulan penjara yang diputus MA dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan terhadap mantan anggota KPUD Taput Lambas Hutasoit.
Fatimah mengaku, dirinya akan menjalani putusan tersebut meski seusia dirinya, hal itu terasa pahit. “Inilah pertaruhan jiwa bagi saya dan menjadi konsekuensi perjuangan, dan apapun alasanya saya harus jalani demi menegakkan harga diri dan martabat demokrasi rakyat di Kabupaten Tapanuli Utara. Meskipun secara mental saya siap menjalani hukuman selama 6 bulan di penjara, tetapi kenyataan ini sangat pahit,” ujar Fatimah, kepada wartawan, Jumat (19/1).
Fatimah memutuskan secara bulat untuk menjalani hukuman ini berdasarkan rembuk keluarga. Dia mendapat dukungan moril dan saran dari keluarga, terutama dari suami dan anak-anaknya.
Dukungan terhadap dia juga mengalir dari ribuan masyarakat yang mendukung aksi demo Pemilukada 2008 lalu, baik yang datang langsung ke rumahnya maupun bentuk dukungan moril yang disampaikan melalui telepon dan SMS.
“Saya tak usah dijemput paksa, saya sudah tua, jadi tidak usah dijemput dengan mobil tahanan. Karena saya tidak pernah menghindar dari masalah, meskipun ruang untuk menghindar sangat terbuka. Tetapi sekali lagi saya katakana, ini adalah bukti pertaruhan dalam menegakkan demokrasi di Taput,” sebut Fatimah yang mengaku masih mengantongi visa untuk tinggal di beberapa negara di atas 3 tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, Fatimah menilai bahwa keputusan Mahkamah Agung (MA) sarat kepentingan politik sebab saksi-saksi dalam persidangan yang menyatakan tidak ada tindakan atau perbuatan tidak menyenangkan yang ia lakukan terhadap salah seorang mantan anggota KPU Lambas Hutasoit. Pertimbangan itu yang dihilangkan MA dalam mengambil keputusan.
Fatimah juga mengaku Lambas Hutasoit, saat demontrasi besar-besaran ke Kantor KPU setempat, pasca pelaksanaan Pemilukada 2008, yang menuntut agar dilakukanya pemilihan ulang, karena ditemukan penggelembungan dan manipulasi data pemilih.
Sebelumnya, MA membatalkan putusan bebas Pengadilan Negeri Tarutung atas nama Fatimah Hutabarat, terdakwa kasus pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan kepada salah seorang anggota KPUD, Lambas Hutasoit pada aksi demo Pemilukada tahun 2008.
Perkara ini diputus oleh majelis hakim dengan No 91/K/2010 yang diketuai oleh Dr H Mohammad Saleh SH pada 20 September 2010. Dalam amar putusan juga disebutkan bahwa Fatimah Hutabarat dijatuhi hukuman selama 6 bulan penjara.
Pemilik salah satu hotel ternama di Tarutung sekaligus Ketua LSM Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi (ANTD) ini, sebelumnya diputus bebas oleh PN Tarutung sesuai dengan No putusan 104/Pid.B/2009/PN.TRt tanggal 30 Septenber 2009.
Dia didakwa oleh JPU telah melanggar pasal 160 KUHP atau 335 KUHP, junto 65 KUHP. Atas putusan bebas ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan banding ke tingkat kasasi dan dikabulkan Mahkamah Agung (MA).
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (PN) Tarutung, Marcos Simaremare membenarkan adanya keputusan kasasi tersebut. Marcos mengaku, putusan tersebut baru diterima oleh pihaknya dari PN Tarutung dalam bentuk relas. Selanjutnya salinan putusan akan mereka terima dalam waktu dekat. Atas keputusan ini, Marcos mengatakan perkara sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
“Kejaksaan Negeri baru tadi menerima relas putusan tersebut, dimana disebutkan MA mengabulkan permohonan kasasi JPU sekaligus membatalkan keputusan bebas Fatimah. Keputusan ini sudah inkrah, dengan demikian status yang bersangkutan menjadi terpidana,” terang Marcos, kepada METRO, baru-baru ini.
Salinan putusan, sambung Marcos, menyatakan terdawa Fatimah br Hutabarat bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan tidak baik terhadap orang lain itu sendiri maupun orang lain.
Sekadar mengingatkan, ribuan massa berunjuk rasa di depan kantor KPUD pada tanggal 28 November 2008 menuntut KPUD menghentikan perhitungan suara. Fatimah bertindak sebagai salah satu perwakilan massa. Dalam aksi itu, kantor KPUD sempat dibakar oleh massa. (Metro/mag-2/des)

3 pemikiran pada “Fatimah Menyerah, Siap Jalani Hukuman 6 Bulan Penjara

  1. Good to become visiting your blog again, it continues to be months for me. Properly this article that i’ve been waited for so lengthy. I require this post to total my assignment within the university, and it has same subject together with your post. Thanks, good share.

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s