Sidang Perampokan Bank CIMB

Hakim Tolak Bebaskan Terdakwa
Medan -Sidang lanjutan kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerangan Polsek Hamparan Perak, kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (14/4) dalam agenda mendengarkan putusan sela.
Dalam persidangan, majelis hakim menolak eksepsi (nota keberatan) lima terdakwa yakni Kairul Ghozali alias Abu Yasin, Nibras alias Arab, Marwan alias Nanong alias Wak Geng, Abdul Gani alias Gani, dan Pautan alias Robi.
“Majelis hakim menolak nota keberatan terdakwa karena dakwaan jaksa sudah sesuai dengan KUHAP pasal 143, jelas cermat, dan tidak kabur,” kata salah seorang majelis hakim diketuai Erwin Mangatas Malau.
Kata Erwin, kasus tersebut bukanlah kasus yang didapat dari intelijen, tapi hasil dari pengembangan perampokan Bank CIMB Niaga. “Ini bukan hasil dari laporan intelijen, tapi dari pengembangan perampokan Bank CIMB Niaga, jadi tidak perlu minta izin penetapan dari pengadilan,” katanya sambil memerintahkan jaksa agar meneruskan persidangan dalam agenda mendengarkan keterangan saksi. Usai sidang, tim penasehat hukum dar Tim Pembela Muslim (TPM), Mahmud Irsad Lubis mengatakan, putusan majelis hakim yang menolak membebaskan para terdakwa kasus perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Polsek Hamparan Perak adalah hanya alasan belaka. “Penolakan hakim untuk membebaskan para terdakwa hanya alasan belaka, apalagi sudah jelas-jelas dakwaan jaksa itu kabur dan tidak cermat,” bebernya. Apalagi, sebut Irsad, dalam dakwaan jaksa sudah jelas memakai undang-undang teroris. “Kenapa penetapan tidak pakai izin dari pengadilan, padahal jelas dalam dakwaan jaksa memasukkan undang-undang teroris, makanya putusan penolakan yang dilakukan hakim tersebut tidak realistis,” ujarnya.
Di ruang sidang terpisah, terdakwa perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Beben Khairul Banin alias Khairul Rizal, juga kembali digelar. Dalam agenda kemarin mendengarkan saksi security Bank CIMB Niaga yakni Fahmi.
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim diketuai Sutadi, jaksa Lila dan tim penasehat hukum TPM yang beranggotakan 12 pengacara, Fahmi mengatakan, pada waktu kejadian, dirinya sedang berada di dalam bank dan sempat kabur. “Saya sedang dalam bank, tiba-tiba orang yang menggunakan senjata api masuk ke bank melakukan perampokan,” jelasnya.
Katanya lagi, pada waktu terjadinya penembakan terhadap anggota Brimob, dirinya dalam keadaan bengong. ”Perampok melakukan penembakan anggota Brimob dengan jarak satu meter, tapi saya dalam keadaan bengong,” ceritanya.
Namun, Fahmi tidak mengetahui siapa pelaku penembakan terhadap anggota Brimob tersebut. Dari amatan kru koran ini, jawaban saksi dalam persidangan menjadi perdebatan antara jaksa dan tim penasehat hukum.
“Pak hakim, tolong katakan kepada penasehat hukum, jangan mengarahkan saksi karena saksi merupakan saksi fakta kejadian,” kata jaksa Lila kepada majelis hakim. Setelah mendengar permintaan jaksa, hakim pun meminta kepada penasehat hukum jangan memberikan pertanyaan yang berulang-ulang.
Saksi lainnya, Fitri (karyawan bank), menjelaskan saat kejadian itu dirinya berada di ruang pantry. Saat hendak keluar, Fitri mendengar suara letusan dari arah ruang kerja yang dia sendiri tak tahu penyebabnya. Tak lama berselang, Fitri mendengar teriakan “rampok”. Bersama temannya, Fitri sembunyi di ruang meeting. Dari pintu kaca, dia melihat ciri-ciri pelaku yang memakai celana cream yang digulung dengan sepatu kulit. Sidang dilanjutkan Selasa (26/4). (Metro/sal/ari/pmg)

Satu pemikiran pada “Sidang Perampokan Bank CIMB

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s