200 Ton Kopi Ateng dari Siborongborong Diekspor ke AS, Setiap Bulannya

Siborongborong – PT Sumatera Spetialty Coffeess (SSC) di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, mampu mengekspor 200 ton kopi ateng (Arabika) ke Amerika Serikat (AS) setiap bulannya.
Kopi yang di ekspor itu, 80 persen adalah hasil perkebunan petani kopi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Sedangkan sisanya diperoleh dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Tobasamosir, Simalungun, Dairi dan Karo.
Untuk harga ekspor kopi ke AS, pihak PT SSC sendiri melalui bagian Humasnya, Ahmad S Lopes, kepada wartawan, Selasa (8/3) di Siborongborong mengatakan, berada pada kisaran US $5,2 hingga $5,5 per kilogram atau sekitar Rp41.600 hingga Rp44.000 per kg.
“Kita melakukan kontrak kerja sama dengan pihak perusahaan kopi Starbucks di Amerika Serikat. Untuk harga berada pada kisaran US $5,2 hingga $5,5 per kilogram. Dan kita mampu mengekspor 200 ton setiap bulannya,” ujar Ahmad S Lopes.
Ditanya, soal harga beli kopi dari para petani, Lopes menegaskan, saat ini, pihaknya mampu memberikan harga hingga Rp290 ribu per kaleng. “Tergantung kualitas kopinya. Kalau kualitasnya bagus, bisa mencapai Rp290 ribu per kaleng. Itu belum ditambah dengan bonus sebesar Rp200 per liter bagi petani kopi kita yang sudah terdaftar sebagai langganan,” papar Lopes.
Kembali ditanya, terkait naiknya harga kopi saat ini di pasaran lokal, Lopes berasumsi, naiknya harga kopi saat ini di pasaran lokal, lebih disebabkan adanya spekulasi bisnis dari pihak-pihak eksportir tertentu, guna menutupi target kontrak dengan perusahaan luar negeri.
“Inilah spekulasi bisnis. Akibat kurangnya produksi kopi dalam negeri, terpaksa pihak eksportir tertentu yang sudah mengikat kontrak dengan perusahaan luar, menaikkan harga untuk mencukupi kebutuhan kontrak. Kalau PT SSC jelas kontraknya berdasarkan kualitas, bukan hanya kuantitas,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang petani kopi Arabica asal Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, N br Simanjuntak (44), saat dikonfirmasi METRO, kemarin ketika menjual hasil panennya ke PT SSC, mengaku menerima Rp495 ribu dari hasil penjualan 17 liter kopi miliknya.
“Kopi yang saya jual tadi ke PT SSC paling 17 liter. Tapi saya menerima Rp495 ribu. Karena kualitas kopi saya itu kata mereka lumayan bagus,” ungkap N br Simanjuntak.
Ditambahkan Boru Simanjuntak, kalau dirinya sudah memiliki kartu petani kopi langganan yang dikeluarkan oleh perusahaan kopi Starbuks, Amerika Serikat melalui PT SSC itu.
”Saya sudah ada kartu anggota tani langganan PT SSC. Kartu ini dikeluarkan perusahaan dari Amerika itu melalui PT SSC. Kalau sudah ada kartu, ada tambahan bonus penjualan sebesar Rp200 per liter,” pungkasnya. (Metro/hsl/des)

26 pemikiran pada “200 Ton Kopi Ateng dari Siborongborong Diekspor ke AS, Setiap Bulannya

  1. Erwin lumbantoruan

    Bapak bupati yang terhormat..
    Saya salah seorang warga desa silaitlait kec.siborongborong..
    Yang tidak bgtu jauh dari rumah bapak tinggal.
    Saran..jalan menuju sirkuit pacuan kuda terutama dari jalan dolok sanggul desa siaro kondisinya sudah memprihatinkan rusak parah.terlebih kalau musim hujan.air meluap kjaln lantaran drainase gak ada
    Mohon pak untuk ditinjau sebagaimana mestinya..
    Jika ada tutur kata yang salah mohon di maaf kan.terimakasih

    Suka

  2. ayu lumbantoruan

    kalo siborongborong sendiri sudah bisa ekspor pangan lokalnya tapi kenapa ya perekonomian di sana masih rendah.
    stagnan.

    apa info tentang usaha ekspor dan usaha industri atau wirausaha lainnya belum meluas kali ya?

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s