Lobak di Lobu Tua Diserang Penyakit Kuning

Lobutua – Tanaman lobak jenis umbi-umbian di Desa Lobu Tua, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas, diserang penyakit kuning atau busuk buah. Belum diketahui apa penyebabnya, namun penyakit tersebut bisa membuat petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

Sementara tanaman lobak yang terkena penyakit tersebut, terpaksa dihancurkan dan dialihkan kepada jenis tanaman lainnya. Padahal, para petani lobak di desa itu telah melakukan kontrak kerja sama dengan salah satu pengusaha di luar daerah.

R Sihombing (47) petani lobak di daerah itu, kepada wartawan Kamis (27/1) saat ditemui di perladangannya mengatakan, bibit tanaman lobak miliknya dibeli dari salah satu pengusaha di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) seharga Rp100 ribu untuk satu rante.

Padahal, dalam kontrak kerja sama lisan tersebut, si pengusaha berjanji akan memfasilitasi bibit, metode perawatan dan jaminan penjualan. “Tapi, setelah mau panen, si pengusaha itu bilang lobak yang kami panen tidak laku karena terkena penyakit kuning atau busuk buah. Padahal, saya sudah habis puluhan juta untuk pemupukan dan perawatannya,” tukas R Sihombing tanpa menyebut identitas si pengusaha dimaksud.

Apakah hasil panen tersebut diganti rugi oleh si pengusaha? R Sihombing mengatakan, ganti rugi yang diberikan si pengusaha hanya sebatas pembelian bibit, yakni Rp100 ribu per rante. “Holan saratus ribu ma dilean, ganti ni bibit I, alani ido gabe hu hancur hon lobak on, gabe huganti ma manuan cabe (cuma seratus ribu dikasih ganti bibit itu, karena itulah aku hancurkan lobak ini, jadi saya ganti tanaman cabai),” tukasnya kesal.

Awalnya, dirinya bersama petani lobak lainnya berharap hasil panen membuahkan hasil yang baik. Sebab, harga lobak saat ini mencapai Rp400 per kilogram. Sementara hasil panen lobak, bisa mencapai 5 ton dari area pertanian seluas 2 rante.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Humbahas, Ir Jhon H Sitompul MSi, kepada wartawan, Kamis (27/1), saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, pihaknya mengetahui adanya kerja sama antara petani di Desa Lobu Tua dengan salah satu pengusaha dari Kabupaten Taput.

“Kita mengetahui ada kerja sama itu. Tapi, mereka terikat kontrak. Sehingga, kita enggan mencampuri. Walau demikian, jika tanaman itu terkena penyakit, kami segera meninjau lokasi melalui penyuluhan yang ada di kecamatan,” singkat Ir Jhon H Sitompul MSi. (Metro/hsl)

4 pemikiran pada “Lobak di Lobu Tua Diserang Penyakit Kuning

Tinggalkan Balasan ke Merlyn Mccolloch Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s