Berkunjung ke Puncak Gunung Pusuk Buhit

Nikmati Matahari Terbenam Lewat Celah Pohon Pinus
Sebelum menapakkan kaki di Puncak Gunung Pusuk Buhit, Samosir, ternyata pengunjung bisa menikmati wisata alam, seperti, Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan, perkampungan si Raja Batak, dan lainnya. Bahkan, di sela-sela perjalanan, pengunjung akan menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinus.
Dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatan pertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya.
Bila kita hendak menjelejahi puncak gunung tersebut, para wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat mengantar kita sampai ke puncak melainkan hanya sampai perkampungan yang berada di lereng bukit-bukit. Nama perkampungan dimaksud adalah, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, dan dari desa itu juga, kita dapat memandang dengan segsama keindahan panorama Danau Toba
Bukan hanya itu saja, bila kita menelusuri Gunung Pusuk Buhit, pengunjung juga dapat menikmati apa-apa yang disebut dengan sumur tujuh rasa. Karena konon ceritanya menurut keterangan dari penduduk setempat, sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda. Bagi masyarakat, ketujuh sumur tersebut menjadi sumber kebutuhan air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana
Sumur Tujuh Rasa letaknya berdekatan dengan pusuk Buhit yang berada di Desa Sipitudai satu kecamatan Sianjur Mula-Mula. Kita dapat mencoba merasakan ketujuh air mancur tersebut, dan bila kita percaya akan air mancur, kita akan merasakan rasa asin, tawar, asam, kesat serta rasa lainnya yang dikeluarkan dari masing-masing pancuran air.
Menurut keterangan penduduk setempat, air berasal dari bawah pohon beringin yang tumbuh dan menjadi perindang lokasi tujuh sumur yang posisinya berada di atas mata air itu.
Keberadaan Aek Sipitudai ini sudah ada sejak lama. Sejak dari si Raja Batak. Dan sangat dipercayai kesakralanya dari cerita Legenda Siraja Batak yang berada di lokasi itu. Maka oleh karena itu, kita bisa tahu bahwa dahulu ada kerajaan yang memerlukan sumber airnya berasal dari Aek Sipitudai, sebab lokasi tempat ini lumayan jauh dari Danau Toba.
Cerita legenda tersebut memang ada benarnya dengan adanya fakta peninggalan yang berada di lokasi Aek Sipitudai. Seperti, batu cucian dari batu alam, tembok beton, lubang-lubang untuk permainan congkak.
Seluruh masyarakat Batak khususnya yang berada di dekat lokasi tersebut mempercayai kalau sumur ini masih keramat dan menjadi salah satu objek wisata yang dikunjungi wisatawan, walaupun lokasi tersebut masih membutuhkan penataan yang baik lagi dari masyarakat dan pemerintah, agar tempat tersebut senantiasa bisa menarik pengunjung.
Setelah bergerak dari Aek Sipitudai, kita akan menuju sebuah tempat yang dianggap keramat, yakni, Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan.
Di tempat Sopo Guru Tatea Bulan, kita akan menemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya. Dan bukan hanya patung orang saja, kita juga akan menemukan patung-patung sebagai penjaga rumah seperti gajah, macan, kuda.
Bentuk rumah ini pun di desain dengan ciri khas rumah batak. Bila kita hendak masuk ke dalam, diwajibkan membuka sandal baru bisa melihat patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung Seribu Raja sepasang dengan istrinya, Patung keturunan Limbong Mulana, Patung Segala Raja serta Patung Silau Raja.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak, marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak. Selain itu, keberadaan rumah ini juga telah diresmikan oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tate Bulan (DP3GTB) tahun 1995. Disitu juga kita akan dipandu oleh pemandu yang akan menerangkan cerita dari patung-patung si raja batak dengan keturunannya.
Sejalan dengan itu, pengunjung dapat menikmati Batu Hobbon yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. Berdasarkan sejarah, Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya. Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan senjata mortir.
Selanjutnya untuk melengkapi perjalanan tentang sejarah Sopo Guru Tatea Bulan, maka akan ditemukan perkampungan Siraja Batak. Selain itu, di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur rumah si Raja Batak. Dahulunya, sebutan Raja Batak ternyata bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang suku Batak.
Di perkampungan ini, ada bangunan rumah semi tradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng. Lokasi perkampungan ini berada di perbukitan yang berada di atasnya dengan jarak tidak terlalu jauh sekali kurang lebih 500 meter.
Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Karena dari lokasi desa ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni, tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.
Sesampainya kita di Puncak Gunung Pusuk Buhit untuk meraskan keindahan alam Danau Toba. Selain tiupan semilir angin, kita bisa menyaksikan sunset tenggelam, dan pada saat itu kita akan merasakan keindahan Danau Toba benar-benar indah.
Setelah puas memandang keindahan alam, wisatawan dapat turun dari puncak menuju Aek Ranggat yang berada di kaki Puncak Gunung Pusuk Buhit Desa Siogung-ogung dan Aek Ranggat. Di sana kita dapat memanjakan diri dengan berendam melepas lelah di dalam kolam.
Maka lengkaplah perjalanan wisata sejarah Samosir yang tak akan pernah punah dan tak dapat dilupakan, karena bukan hanya itu saja cerita wisata Samosir.
Tetapi masih banyak lagi cerita wisata Samosir yang masih dapat kita angkat dan kita tunjukan kepada masyarakat yang berada di luar Samosir baik Nasional maupun Internasional. (Metro/int)

Satu pemikiran pada “Berkunjung ke Puncak Gunung Pusuk Buhit

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s