Frida Sihombing, Korban Pemukulan Mantan Camat Sosorgadong

Sibolga – Perjalanan Frida br Sihombing, korban pemukulan mantan Camat Sosorgadong untuk mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga tak lagi sendiri. Selain kuasa hukum, wanita berparas manis ini juga dibeking Generasi Muda (GM) Hutabarat-Silaban.

Pemandangan itu terlihat di pengadilan negeri setempat, Senin (20/9). Bersama korban dan penasehat hukumnya Parlaungan Silalahi, tampak hadir sejumlah kebarat dari Generasi Muda Punguan Hutabarat- Silaban Boru Bere. Kehadiran Generasi Muda Punguan Hutabarat-Silaban itu untuk mensupport Frida di dalam menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Sibolga.

Johnson Hutabarat, Sekretaris Umum Generasi Muda Hutabarat-Silaban Boru Bere, kepada METRO, mengatakan, kedatangan mereka ke pengadilan setelah mendapat laporan dari korban yang mendapat perlakuan kasar. “Setelah peristiwa tersebut disampaikan ke organisasi, hati kita tergerak. Maka kehadiran kita di sini untuk mendampingi ito (korban) kami ini sebagai korban yang mengalami kekerasan. Dia (korban) telah dikecilkan oleh terdakwa,” tukas Johnson.

Dia berharap kiranya hukum ditegakkan dalam penanganan kasus penganiayaan tersebut.

Namun sayang, sidang lanjutan perkara pemukulan staf Frida S br Sihombing (28) oleh mantan Camat Sosorgadong, Hotman Manullang yang dijadwalkan Senin (20/9) itu batal digelar. Pasalnya, Ketua Majelis Hakim Jarasmen Purba yang sedianya memimpin sidang berhalangan hadir. “Sidangnya ditunda, pak ketua majelis hakim belum hadir, katanya lagi ada urusan. Jadi, kita jadwalkan akan digelar kembali Senin (27/9) mendatang,” tutur Jaksa Penuntut Umum Nazar M Harahap, kepada sejumlah wartawan di halaman Pengadilan Negeri Sibolga, Senin (20/9).

Seyogianya, lanjut Nazar, sidang lanjutan hari ini beragenda pemeriksaan saksi-saksi. Namun karena situasi tersebut, sidang ditunda. “Kita akan sampaikan surat panggilan kepada terdakwa, korban, serta saksi agar dapat hadir pada sidang berikutnya,” tuturnya.

Dalam sidang sebelumnya, Senin (13/9), terdakwa sempat mengakui bahwa dirinya hanya memukul korban sekali saja. Itupun karena korban yang lebih dulu memukul bibir terdakwa. Pernyataan tersebut sekaligus membantah kesaksian korban yang menyatakan bahwa dirinya telah dipukul terdakwa sebanyak tiga kali.

Dalam kesaksiannya, korban menyatakan bahwa karena emosi terdakwa memukulnya tiga kali, yakni pada bagian kepala dua kali dan di bagian pipi sekali. Korban yang didampingi penasehat hukumnya, Parlaungan Silalahi, juga membantah ada menonjok bibir terdakwa.

Sidang juga menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya Reslin dan Raminta br Panjaitan, selaku pegawai kantor camat setempat, saksi Sampe Tua Tarihoran (47), selaku Sekretaris Desa di salah satu desa di Sosorgadong. Majelis hakim dipimpin oleh Hakim Ketua Jarasmen Purba, Hakim anggota D Alexander dan Eva Rina Sihombing, dan Panitera, O Sibatuara.

Sekadar mengingatkan, peristiwa pemukulan tersebut terjadi di ruangan terdakwa yang saat itu menjabat Camat Sosorgadong, Rabu (17/3) pagi. Insiden itu sendiri dipicu persoalan hutang-piutang. Di mana saat itu terdakwa memaksa korban untuk membayar hutangnya kepada sebesar Rp2 juta, namun saat itu korban hanya dapat membayar Rp1,5 juta, dengan alasan akan segera membayarkan sisanya. Meskipun sesuai perjanjian sebelumnya korban akan melunasinya dengan cara mencicil setiap bulan.

Namun terdakwa tetap tidak terima, bahkan karena sesuatu alasan mendesak, terdakwa menekankan agar korban harus melunasinya saat itu juga. Karena tidak ditemui kata sepakat, maka terjadilah pertengkaran antara keduanya yang berbuntut pada aksi pemukulan. (Metro/mora)

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s