Hudon Tano dari Desa Pintu Bosi Kecamatan Sipoholon

Sipoholon – Pintu Bosi di Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), dulu menjadi salah satu desa terkenal dengan kerajinan tangan penduduk membuat hudon tano (periuk tanah). Desa berjarak sekitar lima kilometer dari Tarutung, tak jauh dari Seminarium HKBP itu, dulunya memproduksi ratusan hudon tano. Hasil handicraft (kerajinan tangan) ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga di sana.

Sampai tahun 70-an, periuk tanah khas Pintu Bosi masih bisa bertahan meskipun periuk besi dan aluminium yang lebih tahan pecah. Dulunya warga desa menggunakan untuk tempat memasak lampet dolung-dolung (sejenis kue Batak terbuat dari beras).

Selain bisa pula untuk menanak nasi. Periuk terbuat dari tanah ini juga digunakan sebagian warga desa untuk merebus suhat (ubi talas). Ompu Barita boru Tambunan, seorang nenek warga Desa Hutabarat Parbaju, menuturkan bahwa zaman dulu menjual ubi talas rebusannya untuk dijual ke pekan (pasar) Tarutung setiap Rabu dan Sabtu.

Ubi talas rebus itu dimasak dengan memakai hudon tano. Periuk tanah dibuat melalui proses alami yang cukup rumit. Sejenis tanah liat dibakar dulu, dilebur, kemudian dibentuk dengan tuangan (alat cetak) sesuai ukuran yang diinginkan.

Ada hudon tano ukuran super, ukuran sedang, ukuran kecil, bahkan yang mini. Pada masa itu para pengrajin juga sudah ber kreasi membuat bentuk-bentuk hiasan ukuran mini, berupa miniatur periuk, belanga (kuali), sendok, rumah-rumahan, dan lain-lain.

Ketika benda hias keramik belum ada, kreasi seperti itu digunakan banyak orang menjadi hiasan di ruang tamu. “Semua itu sudah silam ito, tak bisa lagi dipertahankan karena kalah dengan industri alat dapur yang ada sekarang,” ujar R Situmeang, seorang guru agama SD di Pintu Bosi.

Dia mengaku, kepunahan kerajinan spesifik itu, Pintu Bosi tidak seterkenal dulu lagi. Padahal dulu, sampai era 70-an, benda-benda kerajinan berbahan baku tanah itu sering ikut dipamerkan Pemda Taput, pada ajang promosi kerajinan tangan. Misalnya saat penyelenggaraan Medan Fair (sekarang Pekan Raya Sumatera Utara/PRSU). (Metro/int)

Iklan

2 pemikiran pada “Hudon Tano dari Desa Pintu Bosi Kecamatan Sipoholon

  1. Uli

    Pot bunga tano totop do dipakke manangdidia diluat portibi on. Molo Hudon tano hurang lakku saonnari, dicobama Pot bunga tanoi.
    Horas

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s