Anggota DPRD Taput Minta Kepala RSU Swadana Tarutung Diganti

Tarutung Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Swadana Tarutung kembali mendapat kritik pedas dari anggota DPRD Tapanuli Utara (Taput), Carles Simanungkalit. Lemahnya  pelayanan RSU dalam menangani sejumlah pasien khususnya pasien korban kecelakaan menurut Carles lebih disebabkan tidak baiknya manajemen pengelolaan dan pekerja medis di RSU tersebut. Untuk itu ia meminta Kepala RSU Swadana,Tarutung dr Suryadi Panjaitan, SpD segera diganti.

“Meski sudah sering mendapat kritikan, namun pelayanan medis di RSU Swadana Tarutung belum juga dapat memasuki kategori profesional,” papar Carles di Tarutung, kemarin. Bahkan Carles merekomendasikan agar Kepala RSU, Suryadi Panjaitan diganti. Hal ini dinilai menjadi bagian dari kelambanan dari pemimpinnya, yang tidak kunjung berbenah untuk peningkatan pelayan kesehatan dan pertolongan yang baik.

“Satu kasus pada Selasa (19/7) lalu, kami membutuhkan ambulance untuk merujuk pasien ke RSU di Pematang Siantar. Namun di tengah perjalanan kami diminta untuk mengisi bahan bakar ambulance. Ini salah satu ketidaksiapan,” terang Charles.

Menurutnya, selain ketidaksiapan pelayanan dari segi emergensi kecelakaan, harga ambulance justru dinilai terlalu mahal. “Karena dari Tarutung menuju Pematangsiantar saja itu kita bayar sebesar Rp1.150.000, sudah mahal tetapi tidak ada bahan bakar. Inikan memalukan. Padahal kita sudah sering mengkritik RSU tersebut, namun tetap saja tidak berubah,” ujarnya.

Semestinya menurut Charles, Pemkab Taput sesegera mungkin mengganti Kepala RSU Swadana Tarutung. Pasalnya apa yang terjadi selama ini adalah gambaran dari ketidak mampuan RSU dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. “Kan masih banyak dokter yang bisa menjadi kepala RSU, yang memiliki pemahaman manajemen yang baik untuk pengelolaan RSU,” terangnya.

Kritikan yang sama sebelumnya disampaikan anggota legislatif Taput, Jasa Sitompul. Ia mengatakan, Kepala RSU Swadana Tarutung dikritik karena minimnya pelayanan emergensi terhadap korban kecelakaan yang berujung pada kematian salah satu korban. “Kalau kasus waktu itu dari pengakuan pihak RSU di Pematangsiantar, kematian korban lebih disebabkan tidak adanya pertolongan serius selama di perjalanan. Dan karena itu saya juga menyarankan agar Kepala RSU diganti,” pungkasnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala RSU Swadana Tarutung, dr Suryadi Panjaitan saat dihubungi wartawan melalui selulernya menolak berkomentar. Suryadi menyarankan agar koran ini menghubungi dr Jetty selaku Humas RSU. Sayangnya ketika dimohonkan untuk mengirimkan nomor dr Jetty, Suryadi menyarankan agar langsung saja ke RSU Swadana Tarutung. “Kalau gitu cari sajalah dari teman-teman kita yang lain, dan hubungi aja dokter Jefri,” pungkasnya sembari menutup selulernya.

Sementara dr Jetty mengenai pelayanan pihak rumah sakit yang dianggap kurang maksimal dalam melayani pasien melalui selulernya sepertinya tidak mau disalahkan dan menyelahkan pasien. Dijelaskannya, adapun keterlambatan pasien yang hendak dikirim ke rumah sakit Pematangsiantar karena pasien belum menyerahkan uang ambulan. Sementara pihak ambulan sudah meminta biaya guna dibelikan bahan bakar (bensin) ke SPBU Sipoholon. “Saat itu keluarga pasien tidak juga memberikan uang untuk membeli bensin karena saat itu bahan bakar mobil ambulan lagi kosong,” pungkasnya. (Metro/mora)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s