Asal-usul Borsak Mangatasi Nababan

I. RIWAYAT MARGA NABABAN

Siapakah Marga Nababan?

Marga Nababan adalah salah satu marga dari suku Batak, yang diwarisi oleh semua marga Nababan, baik pria maupun perempuan dari garis keturunan Bapak secara Turun termurun dalam silsilah Orang Batak.
Nababan yang pertama bergelar BORSAK MANGATASI, adalah anak ketiga dari keturunan TOGA SIHOMBING (lihat silsilah/tarombo TOGA SIHOMBING) yaitu :

1. BORSAK JUNGJUNGAN – SILABAN
2. BORSAK SIRUMONGGUR – LUMBAN TORUAN
3. BORSAK MANGATASI – NABABAN
4. BORSAK BIMBINAN – HUTASOIT

Pada dasarnya dalam komunitas Orang Batak di Bona Pasogit dahulukala marga itu adalah nama atau gelar yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya (dapat dilihat pada silsilah/tarombo SIRAJA BATAK), yang kemudian pada generasi berikutnya dipakai oleh keturunannya sebagai marga di belakang namanya. Sehingga kita dapat mengetahui siapa nenek moyang kita sampai sekarang dan untuk masa yang akan datang tentunya, bila kita generasi muda tetap mengajarkan silsilah/tarombo marga kita kepada anak kita turun temurun.

Mengapa Marga itu perlu?

Dalam komunitas Orang Batak Marga sangatlah penting dalam tatanan budaya, adat istiadat dan kehidupan sosial, terutama dalam pelaksanaan DALIHAN NATOLU yaitu : manat mardongan tubu, somba marhula-hula, elek marboru.
Setiap Orang Batak akan tetap memerlukan marganya terutama dalam penyelenggaraan adat istiadat, budaya dan kehidupan sosial khusunya dalam komunitas Masyarakat Batak baik di bona pasogit maupun di perantauan.
Selain itu Marga yang kita warisi secara turun temurun dapat berfungsi sebagai Nama Keluarga sehingga kita dapat mengetahui dongan tubu, boru, bere dan hula-hula, sehingga perkawinan sedarah/terlarang dapat dihindari. Dan yang terpenting menjadi sbuah identitas diri, seperti kita Marga NABABAN. Seperti Kutipan Pdt. DR TM. Sihombing dalam Buku Jambar Hata : diantara banyak suku bangsa di dunia ini Suku Batak adalah suku yang paling unik dan harmonis diantara sukubangsa-sukubangsa yang ada di dunia ini. Jadi kita tidak harus malu untuk mencantumkan/menggunakan marga kita.

Perlukah, Silsisah/Tarombo untuk diketahui?

Kalau kita masih mengaku sebagai Orang Batak, silsilah/tarombo sangatlah perlu untuk diketahui! Kenapa? Karena dengan mengetahui silsilah/tarombo, kita dapat mengetahui siapa nenek moyang kita, kita dapat mengetahui hahadoli (abang), anggidoli (adik). Apabila kita sdh paham dengan silsilah/tarombo dengan sendirinya kita dapat mengetahui nomor/generasi ke berapakah kita, sehingga kita dapat mengerti posisi kita dalam Golongan : Oppung (kakek), bapak, anak dan cucu.

Contohnya :
1.Generasi pertama (1) Bapak adalah Borsak Mangatasi, Generasi kedua (2) anak adalah Siantar Julu, Generasi ketiga (3) cucu adalah Siantar Jae, Generasi keempat (4) cicit adalah Sisogosogo, Generasi kelima (5) buyut adalah Oppu Domi Raja, kemudian Oppu Domi Raja mempunyai 2 orang anak yang pertama SANDAR NAGODANG dan yang kedua TUAN SIRUMONGGUR mereka adalah generasi yang keenam (dalam silisilah/tarombo nomor 6), dst dan hingga saat ini Marga Nababan sdh ada sampai dengan nomor 22.
Ket: Generasi dalam bahasa Batak adalah Sundut.

2. Bila nomor sama umpama sama-sama nomor 18, misalnya si A dari generasi Sandar Nagodang, B generasi dari Tuan Sirumonggur, maka si B memanggil abang kepada si A, selanjutnya anak si B memanggil bapatua kepada si A, dan anak si A memanggil bapauda kepada si B, dan seterusnya.

Perlu diingatkan banyak orang salah pengertian tentang silsilah/tarombo, silsilah/tarombo bukanlah untuk memilah-milah atapun memisah-misahkan, tetapi dengan mengetahui silsilah/tarombo dengan baik dan benar maka akan mudah untuk mengimplementasikan DALIHAN NATOLU pada setiap penyelenggaraan adat istiadat, budaya dan kehidupan sosial dalam komunitas masyarakat Batak. Maka bila masih ada diantara kita Pomparan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere (PORMANBE) yang belum mengetahui silsilah/tarombo segeralah cari tau kepada orang tua, oppung, bapatua, bapauda, abang atau adik.

Dimanakah Marga Nababan lahir?

Marga Nababan dilahirkan di Tipang dan setelah keturunannya mulai banyak, kemudian merantau/beremigrasi ke daerah Humbang-Siborongborong. Dapat kita simak dalam Lagu Mars Nababan yang dinyanyikan setiap Partangiangan 13 Oktober : Tubu di tano Tipang do marga Nababan, gabe ditumpak Tuhan raratma tu Humbang, dst…

18 pemikiran pada “Asal-usul Borsak Mangatasi Nababan

  1. ben nababaN

    Mauliate ma tutu tu na mambahen situs ni marga nababan on,,,tabo hian do jahaon daba situs ni nadibahen komandan on,,,gabe binoto tarombo dohot tutur. Sahali nai mauliate. Horas,horas,horas,,,sian au TUAN SIRUMONGGUR no 20.

  2. To : freddybaharahutajulu
    Nababan yang membuka perkampungan di Hite Tano adalah Op. Pamona dengan gelar Datu Mangambit Tua Nai Borngin, dari Nababan sundut ke 10 Pompararan Tuan Sirumonggur.

    Untuk lebih jelas, bisa di lihat di Blog saya.
    Mauliate.

  3. freddybaharahutajulu

    Nababan sundut no. piga jala sian pomparan ni Ompu dia ma na tu HIte Tano..?. Mauliate/ bere ni Nababan, Pengurus di Purwakarta.

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s