Banjir Bandang di Tanotombangan, Tapanuli Selatan

Tanotombangan (Nababan) – Banjir bandang dan tanah longsor melanda kampung halak hita Tanotombangan Kecamatan Tano Tombangan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara, Sabtu malam (3/4) mengakibatkan 3 orang warga desa tewas, puluhan luka-luka. Selain korban jiwa juga harta benda rusak seperti 9 rumah hanyut dan diperkirakan 40 rumah rusak berat.

Pantauan wartawan SIB, Minggu (4/4) di Tano Tombangan, ketiga warga yang meninggal, Basariah Br Sitompul (80) penduduk Desa Tanjung Medan, sementara dua abang adik yaitu Ardiman Mendropa (18) dan adiknya Henri Susanto (16). Malam itu seluruh warga di puluhan desa yang ada di kawasan tersebut sangat kalut dan bingung ketika mendengar suara gemuruh dari perbukitan dan sungai yang berada dekat perkampungan warga meluap mendadak.

Disebutkan, sejak Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB hujan deras mengguyur kawasan yang berada di tepi bukit tersebut hingga malam hari. Sekira pukul 21.00 WIB, suara gemuruh pun datang dan air meluap disertai lumpur menghantam perkampungan warga. Basariah Br Sitompul yang ketika itu berada dalam rumah tidak sempat diselamatkan karena seluruh warga masing-masing menyelamatkan diri. Korban ditemukan tewas dalam kamarnya.

Sementara dua korban lain yaitu Ardiman dan adiknya Henri Susanto warga Desa Aek Uncim ditemukan tewas di kebunnya dekat perkampungan karena tertimbun tanah longsor. Keduanya ditemukan warga malam itu juga dengan posisi berpelukan. Kedua korban ketika itu memasak Nilam di kebunnya bersama ayahnya Tolona Mendropa.

Malam itu sekitar pukul 21.00 WIB kedua anak tersebut mendengar ada suara gemuruh dari bukit dekat pondoknya dan mengatakan pada ayahnya agar lari menyelamatkan diri. Mereka bertiga berlari dalam suasana gelap gulita untuk menyelamatkan diri. Entah karena apa, ayahnya Tolona Mendropa berpisah dengan kedua anaknya yang mengambil jalan jalur lain. Tiba- tiba gundukan tanah lumpur yang dibawa air dari gunung menghantam kedua korban dan menimbunnya.

Tolona mencoba memanggil kedua anaknya, namun tidak ada suara lagi. Untuk menyelamatkan diri, Tolona berlari secepatnya ke kampung dan memanggil warga, bahwa kedua anaknya diduga sudah tertimbun tanah longsor. Mendengar penuturan Tolona, warga Aek Uncim segera berangkat ke kebun dimaksud, melakukan pencarian. Beberapa jam kemudian, setelah menyaksikan kondisi tanah longsor tersebut, warga menemukan kedua korban dengan posisi berpelukan.

Roslina Br Gea ibu kandung kedua korban, kepada SIB di rumah duka menuturkan bahwa anaknya Hendri Susanto adalah siswa kelas 3 SMP Negeri Sayurmatinggi dan abangnya tidak sekolah lagi. Kedua anaknya bersama suaminya kerja ke kebun memasak Nilam untuk dijual ke pasar. Roslina tidak kuasa menahan deraian airmata saat menyaksikan kedua putranya terkulai tidak bernyawa lagi. “Saya tidak menduga bakal seperti ini kejadiannya, dan tidak ada tanda- tanda sama sekali bakal terjadi bencana pada keluarga kami,” ucap Roslina sembari menangis tersedu-sedu.

Pengamatan SIB di sepanjang jalan Tano Tombangan, bahwa warga sedang membersihkan rumah mereka dari lumpur. Sementara kondisi Aek Kahombu dan Aek Uncim sudah surut, namun warga masih berjaga-jaga karena cuaca masih mendung yang dikuatirkan turun hujan lebat lagi.

BERSIHKAN JALAN

Sementara itu, pihak Dinas PU Tapsel yang dipimpin Kadis Ir H Arwin Siregar dengan menggunakan peralatan berat turun ke lokasi untuk membersihkan potongan kayu besar yang menutupi badan jalan, persis di Desa Tanjung Medan. “Kita harus segera melakukan pembersihan agar jalan bisa lancar sehingga warga dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” ujar Arwin.

Sebagaimana dikatakan Jento Tobing bahwa Tano Tombangan terdiri dari 16 desa dan 1 Kelurahan dengan penduduknya mayoritas suku Tapanuli. Kawasan itu dikelilingi bukit dengan daerah rawa yang subur untuk lahan pertanian. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah penghasil padi, pisang, kelapa, karet dan hasil bumi lainnya. Daerah ini disebut Kecamatan Tano Tombangan Angkola yang baru dimekarkan dari Kecamatan Sayurmatinggi. Sementara Drs Karisos Limbong salah seorang tokoh masyarakat Tantom menyebutkan bahwa, kawasan itu sangat subur untuk daerah pertanian. Masyarakat di sana terkenal sangat aktif dengan ciri khas dari daerah asalnya, namun selalu santun terhadap tamu. Soal banjir bandang dan longsor tersebut menurut Karisos bahwa pihaknya bersama masyarakat bahu membahu segera memberi pertolongan agar jangan sampai bertambah korban lagi.

Disebutkannya bahwa bantuan pemerintah sangat diharapkan agar akses jalan segera dapat diperbaiki dan dapat dimanfaatkan seperti biasanya. (SIB/T7/h)

Satu pemikiran pada “Banjir Bandang di Tanotombangan, Tapanuli Selatan

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s