Perayaan Natal di Tapanuli Kondusif

Bupati Taput Torang Lumbantobing dan Ibu Nelly Manalu di HKBP Siwaluompu

DOLOKSANGGUL- Perayaan Natal 25-26 Desember 2011 di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, berlangsung aman dan kondusif. Sementara angka kecelakaan lalu lintas terdapat dua kejadian, namun tidak ada yang menelan korban jiwa.
Demikian diungkapkan Kapolres Humbahas, AKBP Verdy Kalele dan Kasat Lantas Polres Humbahas, AKP P Ternalem, Selasa (27/12) di Doloksanggul. ”Perayaan Natal di daerah kita aman dan kondusif. Semua kebaktian Natal berjalan tertib dan lancar,” ujar AKBP Verdy.
Sementara itu, AKP P Ternalem mengatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas di daerah itu hanya dua kasus. Yakni kecelakaan antara pengemudi sepedamotor kontra mini bus dan mobil pribadi. ”Kejadiannya Minggu (25/12) sekira pukul 16.00 WIB dan pukul 17.00 WIB di Desa Pasaribu dan Jalan Siliwangi, Kecamatan Doloksanggul. Korban dua orang mengalami luka-luka,” ujar AKP Ternalem.
Untuk keselamatan berkendara, AKP Ternalem mengimbau, agar para pengendara yang melintas dari daerah itu taat akan tertib lalu lintas. ”Kepada para pengendara, kami imbau supaya mengurangi kecepatan, konsentrasi, serta tertib aturan lalu lintas,” sambungnya. Lagi

Pameran Natal Bonapasogit Digelar 10 Hari

TARUTUNG- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar pameran Natal dalam rangkaian kegiatan Natal Bonapasogit. Pameran natal tersebut berlangsung selama 10 hari terhitung sejak Minggu (25/12) hingga Selasa (3/1) mendatang.
Pameran yang digelar di Jalan SM Raja ini dihuni 32 stand dan melibatkan SKPD, BUMN serta PKK dan Dharmawanita. Tujuannya, untuk lebih mempererat tali persaudaraan antara perantau dengan sanak saudara dan masyarakat di kampung halaman.
“Tujuan lain dari acara Natal Bonapasogit yaitu mewujudkan Tarutung sebagai `kota wisata rohani`. Di mana Tarutung sebagai awal persebaran agama Kristen di tanah Batak oleh misionaris IL Nomensen,” kata Kasubbag Sarana Perekonomian dan Produksi Daerah Taput, Maruli Marbun, Senin (26/12).
Katanya, mudik bagi para perantau terutama warga asal Taput diharapkan menjadi tradisi pada setiap akhir tahun bertepatan dengan masa Natal dan Tahun Baru. Lagi

Natal dengan Semangat Sederhana

JAKARTA  – Umat Kristiani di Indonesia diimbau merayakan Natal dengan penuh semangat kesederhanaan, kebersamaan, dan perdamaian. Perayaan diharapkan berlangsung aman sehingga semakin memperkuat kehidupan harmonis di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gumar Gultom dan Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Benny Soesetyo, di Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Menurut kedua tokoh agama itu, hingga saat ini proses persiapan ibadah dan perayaan Natal di Indonesia berjalan aman dan lancar. Ibadah dan perayaan Natal, Sabtu ini dan Minggu (25/12/2011), akan berlangsung di sekitar 100.000 gereja Kristen di bawah PGI dan sekitar 1.500 gereja Katolik di bawah koordinasi KWI di seluruh Indonesia. Lagi

Anjing ini Siap Melacak Bahan Peledak

BALIKPAPAN - Dalam kegiatan sterilisasi di gereja-gereja di Balikpapan, Sabtu (24/12/11), tim K9 ikut berpartisipasi. Tiga personel K9, Bripka Indra, Bripka Nino dan Bripka Budi sudah stand by di Polres Balikpapan sejak pukul 9.00 pagi.

Mereka membawa saekor anjing pelacak jenis Belgian Malinois bernama Brandon. Anjing ini khusus terlatih untuk pelacakan bahan peledak.

“Kita masih menunggu sprint untuk pelacakan handak. Gereja mana yang terlebih dulu disterilisasi akan ditulis dalam sprint,” ungkap Bripka Budi. (Kompas/Margaret Sarita)

Pendeta: Jangan Nodai Natal dengan Miras

BIAK — Warga Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang merayakan hari raya Natal 25 Desember 2011 dan menyambut pergantian tahun baru 1 Januari 2012 diimbau tidak mengonsumsi minuman keras (miras). Imbauan tersebut untuk menjaga kenyamanan dan kedamaian di wilayah tersebut.
Saya imbau jangan menodai perayaan hari keagamaan umat Kristiani dengan cara mabuk mengonsumsi miras. Tindakan ini bisa mengganggu kenyamanan dan kedamaian Natal di tengah masyarakat.

Tokoh agama Biak Barat, Pendeta Oswald Rumbino, Sabtu (24/12/2011) di Biak, mengharapkan, selama masa penantian Minggu Advent hingga perayaan Malam Kudus, semua warga Kristiani diminta menjaga kesucian perayaan ibadah Natal dengan penuh sukacita. Lagi

Hari Raya Natal Berlangsung Aman

Jakarta - Sebagian besar umat Nasrani dan Katolik Indonesia menjalankan misa Natal sejak Jumat malam hingga Sabtu (25/12/2010) pagi dengan tenang. Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat bekerja sama menjaga keamanan.

Jutaan umat Kristiani dan Katolik merayakan Natal dalam kesederhanaan. Mereka turut merasakan kesedihan para korban tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, korban Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta korban banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. Lagi

Natal, Saat Berbagi Kasih

Bulan Desember, yang terbayang adalah perayaan Natal. Tak heran sejak awal Desember mal-mal berlomba menghias diri dengan berbagai pernak-pernik Natal. Bahkan, ada mal yang memasang pohon Natal besar dan tinggi, lengkap dengan bola-bola lampu hiasan yang meriah.

Penjual berbagai macam produk di mal juga enggak mau kalah heboh. Mereka yang menjual pakaian, sepatu, produk pangan, juga menggelar diskon. Judulnya macam-macam: ada sale, cuci gudang, midnight sale, bazar Natal… wuaaah macam-macam. Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.