Berdoa untuk Pemulihan Umat Manusia

Beberapa hari lalu, umat Kristiani di 220 negara di seluruh dunia dan di 350 kota di Indonesia menggelar acara World Prayer Assembely-WPA 2012 (Momentum Doa Sedunia) untuk pemulihan bangsa-bangsa di dunia dan pemulihan umat manusia sebagai ciptaan Tuhan di atas bumi ini. Pelaksanaan WPA di Kota Medan digelar di dua tempat. Pertama digelar di Lapangan Benteng Medan (khusus untuk anak-anak, remaja dan pemuda). Kedua, digelar di Pardede Hall Medan (untuk umum) dan dihadiri puluhan ribu umat Kristen dari berbagai denominasi gereja.
Momentum doa sedunia yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11 menuliskan “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Lagi

Agama Membawa Garam dan Terang

Kenapa di Indonesia begitu sering terjadi konflik-bahkan pertikaian dan kerusuhan bersimbah darah-antar-umat atau sesama umat beragama? Apakah memang hubungan di antara para penganut agama selalu ditandai oleh konflik? Tidak adakah bukti-bukti sejarah yang memperlihatkan corak hubungan yang lebih positif, sejuk, dan membesarkan hati? Kalau terjadi konflik bermuatan agama, ataupun sebaliknya hubungan akrab di antara agama, faktor-faktor apa saja yang berperan? Apakah semua itu sepenuhnya karena faktor agama, atau ada faktor lain yang ikut berperan, bahkan lebih dominan? Kalau pun konflik sudah terjadi, apakah ada atau tidak jalan untuk mengatasinya?

Hampir bisa dipastikan, perjumpaan agama-agama terus meningkat di masa-masa datang. Beriringan dengan peningkatan globalisasi, revolusi teknologi komunikasi dan transportasi, kita menyaksikan gelombang intensitas perjumpaan agama-agama dalam skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya. Dengan begitu, hampir tidak ada lagi satu komunitas umat beragama yang bisa hidup secara eksklusif, menghindarkan diri dan terpisah dari lingkungan komunitas umat beragama lainnya. Untuk mengambil satu kasus, Amerika Serikat yang mungkin bagi sebagian orang dipandang sebagai sebuah “Negara Kristen” telah berubah menjadi Negara yang secara keagamaan paling beragam, dan demikian juga di Indonesia mengalami kecenderungan yang sama. Lagi

Beribadahlah Lewat Perbuatan dan Perkataan

“Aku telah mengutus kepadamu segala hamba-Ku, yakni para nabi, terus-menerus, mengatakan: Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka, maka kamu akan tetap diam di tanah yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkan Aku.” (Yeremia 35 : 15)
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita mengeluh. Mengeluh untuk mengerjakan sesuatu, mengeluh melihat orang lain bisa memperoleh penghasilan yang lebih besar, mengeluh dengan sikap anak-anak kita yang tidak menuruti ucapan kita. Mengeluh dan mengeluh selalu saja kita lakukan ketika kita tidak dengan sepenuh hati melakukannya.

Lagi

Memberi dan Menerima dengan Sepenuh Hati

Berpikir positif akan membuat hidup kita terasa lebih nikmat. Ketika seseorang di kantor tempat kita bekerja tidak menyukai keberadaan kita di kantor tersebut adalah hal yang sangat biasa dan wajar. Yang tak biasa adalah ketika kita ikut larut dalam arus yang diciptakannya. Biarkan saja orang memiliki pemikiran yang salah, pemikiran yang negatif terhadap perilaku kita sehar-hari, jangan takut kalau dalam bekerja kita tetap fokus saja dalam mengerjakan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di perusahaan tempat kita bekerja.
Biasanya, orang-orang yang pertama kali terusik dengan kejujuran kita adalah keluarga, teman dan rekan sekerja di tempat kita bekerja. Ketika dengan tulus kita memberikan perhatian kepada seseorang, pasti akan ada orang lain yang terusik dan mulai memutarbalikkan fakta.

Dalam hal memberi, pernahkah terlintas dipikiran kita untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dengan hati yang sangat tulus atau karena terpaksa – Ada beberapa alasan orang memberi. Lagi

Firman Allah adalah Perisai

“Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.” (Amsal 30 : 5-6)
Manusia diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan. Tuhan menciptakan kita memiliki potensi dan kemampuan untuk bekerja, berpikir dan melakukan banyak hal. Hanya saja, manusia sering menyalahgunakan potensi dan kemampuan yang Tuhan berikan. Ada yang karena satu dan lain hal terpaksa melakukan kejahatan, kebohongan dan pekerjaan lainnya yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Ada juga yang tak mengenal kata “cukup” dengan berkat Tuhan. Istilah yang sering disebut terhadap orang seperti ini adalah “banyak kurang banyak”, “cukup tak cukup”. Lagi

Berdamai dengan Diri Sendiri

Cara pandang manusia terhadap sebuah masalah pasti berbeda-beda. Ada yang menganggapnya biasa saja, ada pula yang membesar-besarkannya menjadi permasalahan semua orang. Akan tetapi ada juga yang menjadikan sebuah permasalahan sebagai sebuah proses untuk menuju kesempurnaan. Pada prinsipnya semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, hanya saja apakah kita mau berdamai dengan diri kita sendiri ketika kita melakukan kesalahan yang fatal dan tidak akan mengulanginya lagi apalagi kesalahan itu mengakibatkan orang lain ikut terlibat dan mendapat peringatan.
Melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja perlu kita review (renungkan) kembali kenapa sampai terjadi kesalahan – Mungkin suasana hati kita saat itu sedang tidak enak atau kita memang tidak sepenuh hati melakukannya. Kesalahan lain yang sering kita lakukan adalah tidak mau tahu tentang pasangan kita, cuek terhadap kebutuhan anak-anak dan keluarga. Di tengah situasi seperti sekarang ini, banyak sekali kasus-kasus ditengah-tengah rumah tangga yang pada awalnya hanya persoalan kecil, namun kemudian dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya menjadi besar dan berimbas kepada perkembangan anak di kemudian hari. Lagi

Menjaga Lidah tidak Hanya Saat Paskah

MEMANG lidah tak bertulang, itu adalah sepenggal kalimat yang terucap ketika seseorang mengingkari janjinya, ketika seseorang berkata tidak jujur kepada kita. Kalimat pertama tadi akan terucap secara spontan. Terucapnya kalimat ini ada keinginan dari kita agar setiap orang yang mengingkari janjinya lidahnya keseleo. Seandainya lidah kita memiliki tulang, maka kita akan sangat hati-hati untuk mengeluarkan kata-kata. Kita akan memiliki perasaan takut dalam mengucapkan kata-kata dusta, lidah bisa keseleo ketika seseorang mengucapkan kata-kata kotor dan dusta.
Di tengah situasi dan kondisi bangsa kita seperti sekarang, berkata jujur dianggap sok suci, sok idealis, sok bersih dan yang lainnya. Padahal, dari sanubari kita yang sangat dalam sudah menyadari akan pentingnya berkata jujur. Persoalannya kemudian adalah, ketika kita berkata jujur dan lidah kita mengatakan sesuatu sesuai dengan kondisi aslinya, orang lain akan berusaha untuk membelokkan jawaban kita. Akan ada orang yang rela mengeluarkan uang banyak demi untuk mencari cara membolak-balikkan fakta. Kita kadang cenderung merasa prihatin dengan nasib bangsa ini ke depan. Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.