Kentang Taput Kalah Bersaing
17 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
Tarutung - Para petani di Tapanuli Utara mulai resah. Pasalnya, kentang dari luar Taput banyak dijual di sejumlah pasar di daerah tersebut. Tak pelak, kentang yang dihasilkan petani mulai ditinggalkan konsumen, sehingga harga kentang petani anjlok bahkan nyaris tidak laku karena konsumen lebih memilih kentang dari luar daerah.
”Kondisi ini membuat kentang yang kami jual ke pasaran nyaris tidak laku, karena kentang yang mereka jual lebih bermutu dan harganya lebih terjangkau,” ujar Bottor T Sihombing kepada wartawan, Selasa (15/5) di Tarutung.
Dia menyampaikan, para konsumen di pasaran termasuk di pasar tradisional di Taput lebih memilih kentang yang datang dari luar daerah ketimbang membeli kentang yang dihasilkan para petaninya sendiri. Lagi
Hypotan Atasi Serangan Hama pada Kopi
28 Mar 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
Tarutung - Akhirnya, kekhawatiran petani kopi di Tapanuli Utara dalam membasmi hama pada tanaman itu terjawab. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP4K) mengimbau petani menggunakan Hypton guna membasmi hama penggerek buah.
“Yang paling efektif saat ini adalah memberantas hama dengan menggunakan Hypotan. Bahan ini telah diuji coba dan hasilnya cukup bagus,” kata Kepala BP4K Taput, Sabam Nainggolan, Selasa (27/3). Ia mengatakan, selama ini, petani kopi di Tapanuli Utara semakin hari makin resah. Serangan hama penggerek buah makin merajalela. Sehingga mengakibatkan produksi kopi berkurang drastis. Hama ini mulai menyerang batang dan cabang terdekat dari bagian tanah. Yang mengakibatkan tanaman busuk bahkan mati. Menurutnya, jika hama itu tidak segera dikendalikan, maka akan berdampak negatif pada pendapatan petani kopi. Misalnya, petani di Kecamatan Siborong borong, mulai gerah menghadapi masalah hama penggerek batang, penggerek buah kopi (PBKo) dan serangan hama penyakit pada pucuk daun muda mengakibatkan pucuk mati. Jika tumbuh tunas baru akan menjadi banyak tunas kopi yang mengalami keriting daun. “Kita sudah memberi penyuluhan kepada petani bagaimana mengatasi serangan hama tersebut. Lagi
Irigasi Putus, Ratusan Hektare Sawah Terancam Kering
26 Mar 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
Siborongborong - Ratusan hektare lahan padi sawah milik warga di Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara terancam akan kekeringan. Saluran irigasi Aek Siampapaga yang mengairi area persawahan tersebut telah lama putus. Anehnya, walau proyek perbaikan saluran irigasi telah dilaksanakan tahun lalu, namun hingga sekarang belum berfungsi secara maksimal.
Menurut seorang warga Desa Sitampurung, P Lumbantoruan (46), irigasi tersebut tak berfungsi akibat saluran pembagi air di bagian hulu ambruk. “Sudah lama saluran itu putus, tahun lalu kalau gak salah. Kalau proyek itu selesai dikerjakan Desember 2011, tapi tak ada gunanya, karena air tidak jalan dari saluran yang baru dibangun ,” ungkap P Lumbantoruan, Minggu (25/3) di lokasi irigasi. Ia menyebut, saat musim tanam akhir tahun lalu, petani di desa itu terpaksa menggelar ronda malam untuk menjaga aliran air yang datang dari arah pegunungan. ”Karena air dari irigasi itu kan tak jalan lagi. Makanya aliran air dari pegunungan untuk ke sawah kami waktu musim tanam jadi rebutan. Bahkan, banyak yang terpaksa ronda malam untuk menjaga aliran air ke sawah masing-masing,” bebernya. Lagi
Panen Padi Meningkat 2 Ton
13 Feb 2012 1 Komentar
in Pertanian
Pakai Pupuk Hayati Obuki
TARUTUNG- Sekda Taput Drs Sanggam Hutagalung MM bersama 58 kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam Kelompok Tani Marsada di Aek Botik Julu Desa Nahornop Marsada, Pahae Jae, memanen padi lokal yang menggunanakan pupuk Hayati Obuki, baru-baru ini.
Panen padi tersebut merupakan panen perdana setelah menggunakan pupuk Hayati Obuki, di areal sawah petani seluas 20 hektare. Hasil panen setelah menggunakan pupuk Hayati Obuki itu meningkat antara 1-2 ton per hektare. Demikian diakui beberapa petani seperti T Gultom (45), Badinger (43), Krimson (37) kepada wartawan.
Kata mereka, panen itu merupakan panen yang perdana atas program peningkatan pertanian Bonapasogit dengan menggunakan pupuk Hayati Obuki yang jauh-jauh hari penggunaannya telah disosialisasikan oleh pemerintah melalui petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL). Lagi
Warga Pahae Kecewa Bibit Padi Unggul Bantuan Pemkab Berpenyakit
10 Feb 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
LUAT PAHAE- Petani di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Simangumban, Kabupaten Taput, kecewa. Pasalnya, bantuan bibit padi unggul Ciherang bantuan dari Pemkab itu selalu berpenyakit. Sehingga, hasil panen gabah warga tak sesuai dengan yang diharapkan.
L Gultom (75) dan Op Weidi Gultom (60) kepada wartawan, Kamis (9/2) mengatakan, mereka sudah empat kali berpola tanam padi Ciherang bantuan Pemkab itu. Namun, selalu hasil panen tidak memuaskan.
“Kami sudah empat kali berpola tanam bibit padi Ciherang ini. Tapi selalu hasilnya tidak bagus. Padahal, perawatan dan pemupukan terus kami lakukan,” ungkap L Gultom.
Ia menjelaskan, bantuan bibit padi tersebut selalu terkena penyakit daun kering sebelum bunting bulir, serta buah padi busuk. ”Penyakit padi ini baru terjadi. Selama ini, kami tidak pernah tahu penyakit padi seperti ini. Tanaman padinya seperti gosong,” beber L Gultom.
Ia menyebut, pasca gagal panen itu, dirinya merasa sangat rugi.
”Kami curiga atas bibit padi bantuan pemerintah ini. Kami tidak menuduh, tapi berdasarkan apa yang kami alami, pantas kalau kami curiga. Kami juga sangat rugi menanam bibit ini, karena biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk, pestisida dan perawatan lahan, tidak sesuai dengan hasil panen,” keluhnya. Lagi
Mujahir & Pora-pora Sumber Hidup Pardomuan Sitanggor
20 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
Muara – Selain dapat menikmati keindahan Danau Toba dari jarak dekat, sebanyak 28 KK warga Dusun Pardomuan, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, juga bisa menikmati ikan dari danau itu. Antara lain, ikan mujahir dan pora-pora.
Setiap harinya, dengan menggunakan perahu kecil dan berbekalkan jaring jala, warga menangkap ikan ke danau. Hasilnya, akan dijual ke pasar-pasar tradisonal terdekat. Seperti, Muara, Siborongborong dan Balige. Tidak jarang, ikan tersebut juga mereka nikmati di rumah masing-masing.
Warga tersebut biasanya mencari ikan dari mulai siang hingga sore hari. Namun sayang, hasil tangkapan selalu tidak sama dengan hari-hari sebelumnya. Kadang banyak dan sevaliknya (sedikit, red). Akan tetapi masih bisa menghidupi keluarga di sana.
Fajar Rajagukguk, salah seorang warga ditemui wartawan, Kamis (19/1) di Dusun Parlombuan Muara. Lagi
87 Ha Kopi Diserang Hama Buah
20 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Pertanian
Petani Minta Pemerintah Mencegahnya
TARUTUNG- Sedikitnya 87 hektare (ha) tanaman kopi di Tapanuli Utara diserang hama buah. Akibatnya produksi kopi dari daerah ini berkurang hingga 80 persen.
”Kondisi ini sudah lama berlangsung. Sekitar satu tahun. Kita berharap pemerintah ikut andil membasmi hama ini. Kalau tidak, kopi dari daerah ini bisa stop berproduksi,” kata Rouli br Siagian (39) warga Desa Sibaganding Kecamatan Garoga Kabupaten Taput.
Hama dimaksud sering disebut petani penggerek buah. Sebab, menyerang hingga ke batang dan mengakibatkan tanaman kopi mati secara perlahan-lahan. “Sebelum mati, di batang kopi terdapat jamur. Pastinya kita tidak tahu apa nama penyakit itu,” kata Rouli kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Taput Drs Sanggam Hutagalung di Desa Sibaganding, baru-baru ini.
Yang pasti katanya, hama it membuat produksi kopi menurun drastis. Tidak ada pilihan petani selain pasrah. Lagi


Komentar Pembaca dari