Suami,Istri Dan Anak Bunuh Kasir Kafe

TAPTENG- Masih ingat dengan kasir kafe Valentine, Nemia Daniati br Tumanggor (35), yang tewas dengan mulut beraroma alkohol, Selasa (28/2) lalu? Ternyata, penyebab kematian korban akibat pukulan benda tumpul bukan overdosis minuman keras. Informasi dihimpun wartawan  di Mapolres Tapteng, tiga tersangka pembunuh Nemia telah ditangkap polisi. Yakni, Qiayi Mansyur Simanjuntak (46) sebagai otak pelaku, istrinya D br Manalu (40-an), serta anaknya AS (18).

Ketiga tersangka tak lain adalah majikan korban saat bekerja di kafe Valentine di Jalan Sibolga-Barus Desa Gotting, perbatasan Kecamatan Kolang dan Sorkam, Tapteng. “Tersangka Qiayi Mansyur Simanjuntak dibekuk polisi, Senin (14/5) malam sekira pukul 22.00 WIB di Desa Gotting di salah satu rumah temannya yang bekerja sebagai penderes. Istrinya ditangkap sekitar seminggu lalu sekira pukul 21.00 WIB. D br Manalu ditangkap saat menjaga kafe Valentine. Sementara anaknya AS dibekuk di rumahnya yang berjarak sekitar 1 kilometer dari TKP kafe Valentine,” kata Kapolres Tapeng AKBP Dicky Patrianegara melalui Kanit I Lidik, Ipda L Simanungkalit, kemarin (15/5). Lagi

Terbayang Medan Perang

Mantan Pejuang Bacok Anak & Menantu

TAPIAN DOLOK– Seorang mantan pejuang (veteran), Bismar Sitorus (83) warga Siliat Liatan, Kelurahan Panamparan, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Tobasa, tiba-tiba mengamuk, Rabu (2/5) kemarin. Kakek 8 cucu ini membacok Sopar Sitorus (30) anaknya dan Bambang Wibisono (40) menantunya, dengan samurai.

Bisa Jalan di Atas Air

Saat dikonfirmasi wartawan, anak tersangka yang menjadi korban pembacokan, Sopar Sitorus, mengatakan, kejadaian itu bukan kemauan ayahnya. Melainkan karena pelaku memiliki ilmu hitam yang dipelajarinya pada masah penjajahan Belanda.

Sewaktu Sopar masih SMA, dia sempat melihat ayahnya berjalan di atas air, kemudian berjalan di pagar. Lagi

Dina Hutasoit, Siramkan Air Mendidih ke Anak Gadisnya

Ilustrasi

Jakarta - Malang nian nasib Chyntia Apriliani. Gadis cilik berusia 10 tahun itu menjerit-jerit kesakitan akibat pinggang dan perut sebelah kanannya melepuh. Ternyata, luka itu akibat tersiram air panas yang dilakukan Dina Hutasoit (30), ibu kandungnya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan milik Hidayat (31), suami kedua Dina, alias ayah tiri Chyntia, Sabtu (28/4/2012) sekitar pukul 09.30. Rumah kontrakan sederhana itu terletak di Gang Asmin RT 06 RW 03 Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Saat ditemui di rumah kontrakannya, Senin (30/4/2012), kepada Kompas.com bocah yang telah putus sekolah sejak setahun lalu tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap sang ibu. “Waktu itu, di rumah ada mama, Chyntia sama adiknya kakek. Mama marah karena topi mama dibuang sama Sigit (adiknya), dibuang di lobang. Chyntia dipukulin dulu pake gagang sapu badan sama kaki, tiba-tiba mama nyiram air, sakit,” katanya. Lagi

Seorang Tersangka Terjunkan Mobil Polisi ke Jurang

Sidikalang - Aksi nekad dilakoni JS (40) penduduk Desa Bangun I Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. JS diduga mencuri dua karung kopi.
Di tengah jalan menuju kantor polisi, JS merampas setir mobil kijang milik polisi, seterusnya membanting ke arah jurang terjal hingga kandas di bebatuan di bawah jembatan angker Lae Renun—perbatasan Sidikalang-Sumbul, Senin (23/4) pagi.

Sebelumnya, armada melaju dari Parbuluan menuju Sumbul guna membawa terlapor menjalani pemeriksaan.

Naek Nadapdap pelapor pemilik kopi menjelaskan, dia bersama terlapor dijemput anggota Polsek Sumbul dari kediaman. Keduanya bersama pengawal, Aipda DJ Saragih duduk di jok belakang. Setir dikendalikan Brigadir Maruli Tua Pardosi. Tidak ada tanda-tanda akan adanya perlawanan selama perjalanan. Mereka lebih banyak vakum. Lagi

Oknum Brimob Dianiaya, Karutan Tanjung Gusta Diperiksa

Medan  – Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Tanjung Gusta Klas I Medan, Toni Nainggolan, diperiksa sebagai saksi terkait penganiayaan terhadap oknum Brimob yang menjadi tahanan di wilayah kerjanya pada Selasa malam (3/4/2012) lalu.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki membenarkan hal ini. “Kami memeriksa Karutan tadi malam sebagai saksi. Dia menjelaskan duduk awal kejadian perkaranya. Dalam pemeriksaan ini sudah ditetapkan enam orang tersangka dan 18 orang saksi,” kata Yoris, Rabu (4/4/2012).

Yoris menyebutkan pelaku yang sudah ditangkap dan ditahan berinisial R (Wakarupam), DPG, JJS, GP, MHP, dan HS yang semuanya anggota jaga. Yoris menjelaskan, meski telah banyak yang diperiksa, namun belum bisa dipastikan apakah akan ada penambahan tersangka atau saksi lagi. Lagi

Kronologi Pengeroyokan Dua Polisi di Bekasi

Bekasi  – Dua orang petugas polisi yang tengah berpatroli dikeroyok enam orang di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Bekasi, Minggu (25/3/2012). Belum diketahui motif pengeroyokan terebut, namun polisi menduga mereka adalah komplotan perampok yang akan menyatroni pabrik di lokasi tersebut.

Kapolsek Setu, Bekasi AKP Sumarwoto, Minggu, mengungkapkan, awalnya seorang warga yang merupakan Ketua RT setempat bernama Yono, baru kembali dari acara Maulid Nabi, dan melintasi tempat kejadian perkara (TKP), di RT 03/RW 03, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, tepatnya di tepi Jalan MT Haryono.

“Ketua RT, Yono habis dapat borongan sound system acara Maulid, mau balik ke arah rumahnya. Dia melintas TKP. Di sana ada salah satu warung mi bakso di pojokan. Saat melintas, ada kelompok orang dengan tiga sepeda motor parkir di situ,” ujar Sumarwoto saat ditemui di RS Karya Medika I, Cibitung, Bekasi, Minggu malam. Lagi

Sebulan, Mayat Disimpan dalam Tabung Besi

Surabaya - Identitas mayat yang disimpan dalam tabung besi, di Surabaya, mulai terkuak. Polisi memastikan mayat itu adalah EIJ (17), warga Kabupaten Gerobokan, Jawa tengah yang merupakan wanita ‘simpanan’ dari terduga pelaku pembunuhan EM (37).

Kepala Polrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto saat meninjau tempat kejadian perkara di Jalan Kapas Krampung Nomor 210, Selasa (13/3/2012) mengatakan, pembunuhan tersebut dikategorikan pembunuhan berencana. Tersangka diketahui sudah memiliki seorang isteri dan tiga orang anak.

Tersangka, kata Tri membunuh korban dengan sebuah besi sejak sebulan lalu, tepatnya pada 11 Februari 2012. Kala itu, korban mendatangi rumah tersangka. ”Pada keadaan tertentu, akhirnya tersangka membunuh korban dan memasukkannya ke dalam tong besi dan dibungkus plastik, sebelum kemudian dilas lagi,” jelasnya. Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.