Cerita tentang Mimpi Mengabdi Negeri…

Myrna ratna dan Try haryono

”Izinkan anak-anak SD di pelosok itu mencintai, meraih inspirasi, dan berbinar menyaksikan kehadiranmu. Dan yang terpenting, Anda sebagai anak terbaik telah ikut—sekecil apa pun—mendorong kemajuan, mengubah masa depan mereka menjadi lebih cerah….”

Itu adalah sepenggal isi e-mail dari Anies Baswedan yang merupakan kata-kata perpisahannya mengantar keberangkatan 51 pengajar muda ”Indonesia Mengajar” menuju dusun-dusun di pelosok Indonesia, awal Desember lalu. Dalam suratnya yang menyentuh itu, Anies menyebutkan bahwa mereka adalah anak-anak usia muda yang meninggalkan kenyamanan hidup. Lagi

Ketemu Cinta Sejati di Danau Toba

Danau Toba

“Oleh Biqwanto Situmorang

Namun ketika berada di Bali, saya seolah mendengar suara yang memanggil untuk berkunjung ke Danau Toba. Padahal saya baru mendengar nama itu setelah beberapa hari tinggal Bali, pada awal tur dunia saya,” kenangnya.

Tak pernah terpikir untuk singgah di Danau Toba ketika Annette Horschmann, gadis Jerman, merencanakan liburan panjang berkeliling dunia setelah tamat sarjana hukum di kotanya, Koln. Lagi

Duh, Ariel…!

Cerpen: Viky Dewayani
Di luar, hujan gerimis masih terus turun membasahi jalanan. Terdengar deru mobil yang hingar bingar memasuki halaman. Tanpa harus mengintip, aku sudah tahu siapa yang datang. Ariel! Ya betul, aku sudah kenal sekali bunyi gaduh yang ditimbulkan oleh mobilnya, yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Supaya keren katanya menjelaskan, ketika saat itu keningku mengernyit heran kala pertama kali melihatnya. Menurutku sih malah jadi aneh. Mobil yang semula rapi, mulus dan bagus kok justru dibuat menjadi serupa mobil perang. Tapi ya begitulah Ariel. Lagi

S e l i n g k u h

Cerpen Nurul Fitri Lubis

“Aku harus pergi. Misiku telah berakhir.” Kata-kata itu bagaikan petir di siang hari. Menghantam  ke dalam dada. Kutatap wajah tak berdosa di depanku. Berusaha mencerna kata – kata yang baru saja diucapkannya. Menunggu beberapa saat, sambil berharap dia akan menarik kata – katanya kembali. Menggantinya dengan kata – kata indah nan menenangkan untukku.

“Kamu yakin, Ivan?” tanyaku masih tak percaya.
“Seratus persen. Komandanku baru saja memastikan, bahwa aku akan segera pergi. 30 hari dari sekarang,” jawab Ivan pasti.
“Aku akan merindukanmu,” kataku pelan.
“Aku juga, Ira. Tapi kita berdua sama – sama tahu. Perpisahan ini akan segera terjadi. Cepat atau lambat.” Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.