Ayah dan 2 Abang Perkosa Adik Tiri

Ayah Turut Ambil Jatah Lakukan Hal Serupa, Pacar Korban Dipenjara

Padangsidempuan - Tragis! Mentari (nama samaran) menjadi bulan-bulanan nafsu seks empat pria yang seharusnya menjaganya.

Keempat pria itu adalah ayah tirinya, AAL (45), dua saudara tiri, ARL (20) dan KZL (18), serta pacarnya, M. Kejadian ini pertama kali dialami Mentari saat dia berusia 12 tahun. Kini, Mentari sudah berusia 16 tahun.
Saat itu, Mentari hanya bisa menangis ketika abang tirinya, ARL (20) merenggut keperawanannya pada Juni 2008 lalu. Dan, sekitar dua minggu kemudian, abang tirinya yang lain, KZL (18) juga melakukan hal serupa. Tak hanya sampai di situ. Pada November 2011, pacar Mentari berinisial M, pun menyetubuhinya.

Terakhir, ayah tirinya, AAL (45), turut ambil jatah hingga Februari lalu. Namun, AAL hanya mencabuli. Lagi

Kapoldasu ‘Goyang’ Pandan

Pandan – Ribuan umat Katolik yang hadir pada perayaan Paskah se-Dekanat Tapanuli Keuskupan Sibolga, berjoget ria bersama Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, di lapangan bola kaki Pandan, Tapteng, Minggu (20/5).

Diawali dengan lagu ‘Anak Medan’, Wisjnu mengajak seluruh hadirin untuk turut berjoget di tengah lapangan. “Ayo semua ke mari, kita berjoget bersama,” seru Wisjnu dari atas panggung utama yang kemudian turun ke lapangan untuk berjoget. Tanpa dikoordinir, para umat kemudian mengikuti ajakan jenderal bintang dua itu untuk berjoget bersama. Tiga lagu Batak pun ‘dilibas’; Anak Medan, Biring Manggis dan Goyang-goyang Anak Deli. Sebelumnya, Wisjnu dengan apik melantunkan lagu Boasa Ikkon Pajumpang dan Poda ni Dainang. Lagi

Dituduh Parbegu Ganjang, Rumah Dirusak

TUKKA- Diisukan memelihara begu ganjang, Sekretaris Desa Tapian Nauli Saurmanggita, Kecamatan Tukka, Tapteng, Bilson Hutabarat (60) dipukuli puluhan warga desanya. Selain itu, istrinya Rodiana Hutahaean (54), serta anaknya Hot Saroha (22) juga dilempari batu hingga luka-luka. Bahkan, rumah Bilson dirusak massa.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (6/5) sekira pukul 23.30 WIB. Bilson, istrinya dan anaknya pun terpaksa lari dan bersembunyi ke kebun karet untuk menyelamatkan diri. “Saya tidak tahu apa sebabnya. Malam itu kami sekeluarga sudah tidur. Tiba-tiba rumah kami dilempari pakai batu dan kayu. Kami kemudian keluar dari dalam rumah, lalu mereka pun melempari kami. Malam itu ada empat orang di dalam rumah, saya, kemudian istri saya Rodiana Hutahaean, anak saya Hot Saroha Hutabarat, dan cucu saya Andika Tanjung (8),” tutur Bilson Hutabarat usai menjalani pengobatan di UGD RSUD Pandan, Tapteng, Senin (7/5) petang. Lagi

Sebelum Pekuburan Longsor Cucu Op Nella Mimpi Rumahnya Longsor

Sibolga – Salah satu keluarga yang kuburannya longsor di pekuburan HKBP Sibolga Julu, Polmer Hutasoit (19) ternyata mendapat mimpi aneh sebelum peristiwa longsor tersebut. Polmer bermimpi rumahnya longsor akibat hujan deras. “Pada malam sebelumnya yakni Rabu (25/4) malam, anakku Polmer bermimpi rumah kami diterjang longsor gara-gara hujan deras yang turun di Sibolga,” ungkap ibu Polmer, br Situmorang yang ditemui saat melakukan pencarian di kawasan pekuburan HKBP Sibolga Julu, Kamis (3/5) sore.

Namun saat itu, ungkap br Situmorang, anaknya Polmer tidak memberitahu atau menceritakan apapun soal mimpi yang dialaminya.
“Namun sesudah kuburan itu longsor, barulah dia (Polmer, red) memberitahukan mimpinya itu, dengan mengatakan, mungkin mimpiku itulah sebagai tanda-tanda longsornya pekuburan itu,” bebernya. Terkait longsornya pekuburan itu, katanya lagi, dirinya mendengar kabar dari anaknya Polmer kalau pekuburan Kristen HKBP Sibolga Julu longsor akibat hujan deras. Lagi

Jenazah Petinju Tapteng Diantar 13 Sahabatnya

Sorkam – Jenazah Samuel MD Situmeang, SPd (25), petinju asal Tapteng yang tewas digilas truk di Medan, tiba di rumah duka Desa Tarutung Bolak, Kecamatan Sorkam, Selasa (1/5). Jenazah korban yang diantarkan 13 sahabat karibnya selama kuliah tersebut disambut isak tangis keluarga. Pantauan wartawan, sesampainya jenazah di rumah duka, pihak keluarga dan sanak saudara terutama kedua orang tua korban menangis histeris. Demikian juga warga yang datang melayat turut meneteskan air mata menyambut jenazah Samuel yang semasa hidup dikenal warga dengan sifatnya yang baik dan suka membantu orangtuanya. Lagi

Hujan Deras, Bukit Pemakaman Longsor

SIBOLGA- Perbukitan yang menjadi areal pemakaman HKBP Sibolga Julu di Lingkungan Satu, Kel. Angin Nauli Aek Parira, Sibolga Utara diterjang longsor, menyebabkan tulang-belulang berserak.

Hujan deras itu terjadi Kamis (25/4) sekira pukul 22.00 WIB. Sebelum kejadian Albiner Pasaribu, Anton Tobing dan beberapa orang lagi berbincang-bincang di teras kedai milik M Sihombing. Dan tiba-tiba dari arah pemakaman di perbukitan mereka mendengar suara keras seperti pohon besar patah. “Jarak perbukitan itu sekitar 100 meter dari kedai. Tapi karena hujan deras kami tidak menghiraukannya,” tutur Albiner Pasaribu.

Barulah Jumat (26/4) sekitar pukul 06.30 WIB, Albiner ke luar dari rumah dan melihat banyak warga di lokasi pemakaman. “Ternyata pekuburan baru HKBP Sibolga Julu longsor sepanjang sekitar 100 meter,” katanya. Diterangkan Albiner lagi, tulang- belulang juga berserak di bercampur tanah yang longsor. “Ada sekitar 50 kuburan yang ikut terkena longsor. Ada tulang seperti tulang kaki dan tangan. Peti mati juga terbongkar. Dan ditaksir ada seratusan kuburan di lokasi perbukitan itu. Sebab dalam satu tempat ada dua dan tiga jenazah yang dimakamkan,” terang Albiner. Lagi

Berduaan di Kamar dengan Pak Guru

Sorkam – Oknum kepala desa N boru S membantah telah berbuat mesum dengan seorang guru bernisial EP di dalam kamar di Desa Tarutung Bolak, Kecamatan Sorkam, Tapteng. Kata Bu Kades, yang mereka lakukan masih dalam tahap wajar. Seperti diberitakan semalam, Bu Kades yang berstatus janda dipergoki berduaan di rumah salah satu warga, Kamis (5/4) malam lalu. Peristiwa itu terjadi saat pemilik rumah sedang pergi.

“Awalnya keduanya ngobrol di ruang tamu. Namun beberapa saat kemudian, keduanya masuk ke kamar. Tandanya, lampu di kamar itu tiba-tiba padam,” tutur sumber yang minta dirahasiakan identitasnya. Keberadaan keduanya di dalam rumah akhirnya diketahui warga. Kemudian salah satu penatua desa bersama sejumlah warga mendatangi rumah. Sesampai di sana, warga menggedor pintu kamar yang dikunci dari dalam. Kemudian dari dalam kamar terdengar sahutan. Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.