2 Kapal Tabrakan di Danau Toba, 4 Penumpang Hilang

duaSAMOSIR- Tabrakan dua kapal terjadi di Danau Toba, tepatnya di perairan kawasan Tomok, Samosir, Minggu (8/9) sekitar pukul 10.30 WIB. Kapal besar Feri Tao Toba I menabrak kapal kecil yakni kapal penumpang pariwisata Kapal Motor (KM) Yola. Akibat tabrakan itu, enam penumpang kapal kecil tercebur ke danau. Dua berhasil diselamatkan, dan empat lainnya hingga malam tadi, masih dinyatakan hilang.

Kapolres Samosir AKBP Donny Damanik di sela-sela penyambutan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Hotel Duma Sari, Pangururan, Samosir, mengatakan, kapal besar datang dari arah Tomok menuju Parapat. Sedangkan kapal kecil datang dari Parapat menuju Tomok.

Saat di perairan Tomok, kedua kapal berpapasan. Lantas kapal kecil berusaha menghindar. Namun rupanya bagian belakang kapal tertabrak kapal besar.

“Empat penumpang KM Yola terjatuh ke dalam air saat terjadi tabrakan. Tim SAR dan kepolisian sedang melakukan pencarian,” ujarnya. Masih kata Donny, jumlah penumpang kapal kecil 85 orang. Sebanyak 81 orang dinyatakan selamat, dan empat orang dinyatakan hilang.

Keempat penumpang itu yakni Ahmad Fauzi (23) warga Medan, Cyndi Apriani boru Siregar (20) warga Medan Marelan, Susiono (30) warga Tanjung Morawa, dan Ujang (28) warga Lubuk Pakam.

“Sudah dilakukan pencarian korban yang tenggelam dengan bekerjasama antara Pol Air dengan Basarnas Daerah. Nakhoda kapal Feri Tao Toba atas nama Jeremi Manurung (64) dan nakhoda KM Yola atas nama Sandi Manurung (23), diamankan di Polsek Ambarita untuk dimintai keterangan. Sementara kedua kapal diamankan untuk penyelidikan,” terangnya.

Sementara itu, menurut beberapa warga Ajibata, Samosir, kapal kecil tersebut sebelumnya melaju dari kawasan Batu Gantung, membawa wisatawan lokal.

Taufik (26), salah seorang penumpang kapal kecil, menerangkan, sebelum tabrakan, dia mendengar suara klakson dari kapal besar sebanyak dua kali. Namun nakhoda kapal kecil tidak menghiraukannya. Bahkan, kapal tersebut tetap melaju hingga kapal besar terus mendekat dan membuat penumpang berteriak histeris, dan kemudian terjadi tabrakan.

“Sudah dua kali diklakson. Entah tidak mendengar atau bagaimana, nakhoda kapal kami tetap jalan. Waktu itu aku duduk di urutan ketiga dari belakang. Saat terjadi tabrakan, semua kursi besi menumpuk ke arahku dan membuat kakiku terjepit di antara kursi-kursi besi itu,” kata pemuda warga Helvetia Medan ini.

Dia menambahkan, dua di antara empat korban hilang merupakan temannya dari Medan. Sementara posisi duduk keduanya, tepat di belakangnya. Saat terjadi tabrakan, kedua temannya, yakni Ahmad Fauzi dan Cyndi Apriani boru Siregar, terlempar ke sisi kiri kapal beserta kursi yang mereka duduki.

“Setelah tabrakan, kapal yang kami tumpangi masih melaju. Saat itu aku lihat ada ibu-ibu dan anaknya juga masuk (ke danau), tetapi mereka selamat. Sementara kawanku hilang beserta dua penumpang lain. Kami masih akan tetap menunggu sampai dapat kabar dari kedua temanku itu. Kalau si Ahmad (Feuzi) kami tahu alamatnya, kalau pacarnya kami nggak tahu karena kami baru saja ketemu sama dia,” terangnya saat berada di Puskesmas Parapat.

Sadam (25) penumpang kapal kecil lainnya mengatakan, saat kejadian dia duduk paling belakang di sisi kanan kapal. Ketika kapal tabrakan, dia terlempar hingga masuk ke kapal besar yang menabrak kapal yang dia tumpangi.

“Aku berusaha lari, tapi karena kapal Feri itu sudah dekat, aku dan pemuda yang duduk di depanku juga terlempar dan sangkut di jembatan kapal Feri,” katanya.

Irma (20) penumpang lainnya mengatakan, sebelum tabrakan, kernet (kondektur) kapal kecil meminta ongkos kepada seluruh penumpang.
“Mungkin saat kapal Feri itu klakson, si nakhoda kapal kami masih menghitung ongkos. Jadi dia lalai dan memperkirakan kapal yang kami tumpangi masih dapat melintas,” katanya saat berada di Puskesmas Parapat.

Setelah kejadian tersebut, seluruh penumpang kapal kecil, yang sebelumnya mengangkut penumpang dari kawasan Istana Presiden Soekarno, Parapat, langsung dievakuasi ke kapal Feri dan dibawa ke dermaga Ajibata.

“Kami sempat mau diantar naik kapal ke posko kami di Istana Presiden. Tapi kami nggak mau. Kami takut naik kapal. Kami saja ke puskesmas ini naik angkot yang ada di depan pelabuhan Feri. Dan sebagian besar penumpang langsung minta pulang karena ketakutan,” tambah wanita berambut panjang tersebut.

Penjaga loket Kapal Feri mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
“Saya tidak tahu masalah itu. Biasanya bertanggung jawab di sini (loket Ajibata, red), sudah dipanggil ke Tomok,” kata wanita berambut pendek yang enggan memberi identitasnya itu.

Akibat kejadian tersebut, kapal besar KMP I Tao Toba tidak diizinkan berlayar dan tetap diamankan di dermaga Ajibata. Sempat terjadi antrean panjang kendaraan yang akan menyeberang dari Ajibata ke Tomok. Hal ini karena hanya ada satu kapal Feri yang tetap beroperasi.

KBO Sabhara Polres Tobasa Ipda Bevan Raga Hutama mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Samosir. Pihaknya hanya mengamankan barang bukti, yakni kapal KMP I Tao Toba.

“Kita hanya menerima laporan bahwa empat penumpang kapal kayu dinyatakan hilang saat terjadi tabrakan. Dan kejadian tersebut masih di wilayah hukum Polres Samosir. Mereka tetap melakukan pencarian bersama Polisi Air, Dinas Perhubungan Air, dan juga tim SAR,” katanya.

Dia mengaku tidak berwenang atas keberadaan KMP I Tao Toba.
“Itu tergantung kesepakatan antara pihak penyeberangan, apakah kapal ini dapat beroperasi. Karena saat ini sedang dilaksanakan Festival Danau Toba, dan jelas tingkat kendaraan yang akan menyeberang sangat banyak,” sambungnya.

Kantor SAR Kota Medan, atas kejadian itu menerjunkan tim untuk mencari empat korban hilang. Tim dikirimkan untuk mendukung upaya pencarian yang dilakukan tim SAR daerah dibantu polisi.

“Sudah kita kirim tim yang beranggotakan sembilan personel, terdiri atas enam penyelam dan tiga operator kapal,” kata Kepala Seksi Operasional Basarnas Sumut, Joni Superiadi, kemarin sore.

Joni menyebutkan, untuk mendukung operasi pencarian dan evakusi korban, seluruh personel dibekali sejumlah peralatan, seperti dua sea rider (kapal cepat) masing-masing berkekuatan 90 PK dan 40 PK, serta perahu karet untuk menyisir lokasi hilangnya korban.

“Upaya pencarian akan dilakukan mulai dari titik kejadian hingga melebar radius 300 meter dari lokasi tersebut,” ujarnya.

Nakhoda Tetap Beraktivitas
Kapolres Samosir AKBP Donny Damanik mengatakan, karena jasa dan tenaga nakhoda KMP Tao Toba I dibutuhkan untuk mengoperasikan kapal saat kegiatan Festival Danau Toba (FDT) 2013 di Samosir, yakni untuk penyeberangan Tomok-Ajibata, maka nakhoda tidak ditahan, namun tetap dikawal personel Polres Samosir. Nakhoda akan tetap melakukan aktivitasnya.

“Karena sudah larut malam dan kedalaman Danau Toba tidak dapat terukur, pencarian terhadap keempat korban dihentikan. Keempat korban yang hilang, sejauh ini belum dapat ditemukan,” jelas Donny, tadi malam.

Ditemui wartawan di Dermaga Tomok, pengusaha kapal Feri, S Sitanggang, mengaku kapalnya yang berangkat dari Tomok menuju Ajibata menabrak bagian belakang KM Yola. Hal ini diketahuinya dari pegawainya, yang menghubunginya melalui ponsel, Minggu (8/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Setelah saya mendapat informasi, saya langsung perintahkan anggota membawa penumpang yang luka-luka ke rumah sakit terdekat untuk diobati. Saya belum tahu ada korban yang meninggal atau tidak.

Korbannya penumpang KMP Tao Toba I atau KM wisata Yola, saya belum tahu,” tukasnya. Menurut Sitanggang, jika penumpang KMP Tao Toba I yang menjadi korban, maka akan tanggung biaya perobatannya.

“Kita juga akan keluarkan dari Asuransi Jasa Raharja. Informasi yang saya dengar dari anggota, lokasi kejadian di perairan Danau Toba, kurang lebih tiga kilometer dari pelabuhan KMP Tao Toba I di Tomok, Samosir,” katanya.

Kadishub Samosir Suhbanrio Parhusip mengatakan, empat korban penumpang KM Yola tenggelam dan masih dalam pencarian Tim SAR. KM Yola datang dari arah Parapat menuju Tomok, dan Kapal Feri Tao Toba I dari Tomok menuju Ajibata Tobasa. (rah/lud/gus/smg/th)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.372 pengikut lainnya.