Dua Bocah Tertimbun Longsor di Adiankoting

Kalau Ibu Rindu, Datang ke Dalam Mimpi Ya Nak..
DianAdiankoting – Kepergian Dian Nita Sihombing (5), yang tewas tertimbun longsor di Dusun Huta Harambir, Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Taput, Selasa (18/6) menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Bahkan, sambil histeris ibu korban, Eva Simatupang (50) berkata ‘kalau ibu rindu, datang kedalam mimpi ya nak’.

Dengan jarak perjalanan 32 kilometer dari Tarutung menuju Dusun Huta Harambir, awak koran ini pun berangkat kerumah duka. Setibanya di rumah tersebut, terdengar suara isak tangis keluarga beserta warga yang melayat kerumah duka.

Tidak hanya itu, ibu korban begitu histeris dan tidak mau bergeser dari samping peti jenazah putri bungsunya itu. Bahkan, ia terus memeluk peti jenazah dan membedaki wajah putrinya yang sudah terbujur kaku.

Wanita yang memiliki empat orang anak itu selalu memanggil-manggil nama putrinya dengan harapan Dian dapat menyahut. Seketika, para pelayat yang ada dirumah duka tu tidak kuasa membendung air matanya.

“Anak yang lincah, cantik dan pintarnya putri ku ini. Tapi kenapa bisa pergi dengan cara seperti ini dia. Sakit kali lah yang kau rasa itu boru. Hiccat joho inang, mangan joho, bereng jo bapakmu ngamulak sian Batam.

Sian sadari nattoari dang mangan dopeho, alap jo tolor i asa mangan borukkon (Bangun dulu kau putriku, makan dulu kau, lihat dulu bapakmu sudah pulang dari Batam. Dari kemarin belum makan kau, beli dulu telur itu biar makan putriku ini),” ujarnya sambil menangis histeris.

Kepada wartawan Eva mengaku, sebelum kejadian ia sudah melarang putrinya itu agar tidak bermain di perbukitan di belakang rumah mereka itu. Sebab tanah tebingnya sudah mulai rawan longsor. Namun karena masih kecil, Dian tidak memperdulikan omongannya.

“Sudah kularang dia, tapi si Dian menjawab kalau dia ingin bermain di situ. Kebetulan, tanahnya perbukitan di belakang rumah kami itu seperti sudah rawan longsor.

Tapi kenapalah harus dia (Dian) yang tertimbun longsor. Betapa sakitnya dia kemarin tertimbun longsor ini. Di panggil-panggilnya lah mungkin aku sambil kesakitan. Tapi aku nggak mendengarkannya,” kisahnya.

Masih Eva, seminggu sebelum kejadian, mereka memang sudah mendapat firasat kalau Dian akan pergi meninggalkan mereka. Sebab bingkai foto Dian yang dipajang di dinding rumah terjatuh tiba-tiba.

“Sekarang hanya fotonya itulah yang tersisa di rumah ini. Barang-barangnya seperti pakaian, boneka, ikat rambut, bedak dan sisir yang biasa digunakannya dimasukkan kedalam peti. Kalau rindu nanti ibu, datang ke dalam mimpi ya nak,” ujarnya ke telinga putrinya itu.

Sementara itu, ayah korban Tua Tumpak Sihombing (52), juga tak kuasa melihat putrinya sudah berada di dalam peti. Letihnya perjalanan dari Batam menuju Dusun Huta Harambir tidak lagi ia rasakan karena menahan kepedihan itu.

Saat ditemui di rumah duka, Tua mengaku sebenarnya dirinya baru tiba di Batam untuk bekerja. Namun, ia langsung mendapat kabar kalau putrinya Dian meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

“Saya baru nyampe di Batam, sekira setengah jam kemudian langsung ada kabar dari keluarga dan menyampaikan kalau Dian meninggal,” terangnya. Menurut dia, sebelum berangkat ke Batam, korban sempat minta gendong hingga tiga kali.

Sebelum saya berangkat kemarin, Dian sempat minta gendong tiga kali. Tak biasanya dia (korban) minta gendong sama ku. Apalagi waktu itu masih pagi, terus dia merengek supaya ku gendong. Waktu ku turunkan, minta gendong lagi dia hingga tiga kali. Itulah mungkin permintaan terakhir putri ku ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Selain itu, sambut Tua, seminggu sebelum kejadian, ia juga sudah mendapat tanda-tanda korban akan pergi. Fotonya jatuh dari dinding. “Fotonya tiba-tiba jatuh, padahal nggak ada yang menyentuh. Langsung gelisahnya aku, apalagi malamnya aku sama sekali tidak bisa tidur,” kisahnya.

Korban Ditemukan Jongkok Tertimbun Longsor
Saat proses evakuasi dari timbunan longsor, jasad korban (Dian) ditemukan dalam posisi setengah berjongkok seperti mau berlari menghindari longsoran. Korban ditemukan setelah warga membongkar material longsor sekitar setengah jam lebih.

Dian NitaTaoni Hutagalung (41), salah seorang saksi mata yang pertama kali mengetahui ada warga yang tertimpa longsor menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. “Saat itu, kebetulan saya sedang duduk di warung yang berada di seberang tanah longsor itu. Tiba-tiba tebing yang berada di belakang rumah korban longsor,” ucapnya.

Mengetahui itu, dia bersama warga lainnya langsung berlari menghampiri lokasi dan melakukan evakuasi. Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama karena menggunakan alat seadanya.

“Warga bersama ibu korban (Eva) langsung menyisihkan material longsor. Saat itulah korban pertama kali ditemukan dengan posisi jongkok dengan keadaan kaki terjepit batu,” ujar Taoni.

Pemakaman Berlangsung khusuk
Dilokasi pemakaman, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Harambir Adiankoting, sekitar ratusan kerabat dan tetanga tampak khusuk mengikuti prosesi pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar 30 menit yang diawali dengan kebaktian. Kemudian dilanjutkan pelaksanaan adat batak mangido tangiang (memohon doa) agar keluarga yang ditinggal tetap tabah. Kedepannya persitiwa seperti itu jauh dari kehidupan keluarga.

Acara adat itu berlangsung sederhana dan dihadiri pihak hula hula marga Simatupang. Sebelumnya acara diawali kebaktian singkat secara Kristen protestan.

Sebelumnya, diberitakan dua bocah warga Dusun Huta Harambir, Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Taput, tertimbun tanah longsor, Selasa (18/6) sekira pukul 15.30 WIB di belakang rumah korban. Kedua korban adalah Dian Nita Sihombing (5) dan Ririn Tampubolon (5). Akibat peristiwa itu, Dian tewas tertimbun longsor, sedangkan Ririn berhasil diselamatkan. (Cr-02/Cr-01/mua)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.602 pengikut lainnya.