Bocah Terancam 7 Tahun Penjara “Kenapa Mamak Tak Pernah Jenguk. Aku Sakit Mak”

BocahP SIANTAR – Menanti dan terus menanti di tengah masalah hukum yang sedang dihadapi. Hal itulah yang dialami DS (11) bocah kelas 5 SD yang ditahan sejak dua bulan lalu dalam kasus pencurian. Sejak ditahan, dia tak pernah dijenguk ibunya.

Sebelum menjalani sidang di Ruang Anak Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (27/5) yang beragendakan keterangan saksi yang dipimpin Hakim Roziyanti dibantu Panitera Pengganti Hotma Damanik, DS tampak murung dengan kepala disandarkan di antara jeruji besi.

Dengan duduk di lantai ruang tahanan PN Simalungun yang kotor, bocah yang telah ditinggalkan ayah kandungnya sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD itu, sesekali memandang iri para keluarga tahanan yang datang menjenguk mereka.

Dari kejauhan, tampak bola mata bocah berambut pendek itu berkedip dengan sayup diiringi dengan tarikan nafas yang dalam.

”Adik, boleh aminta kuenya sedikit, boleh ya manis,” ujar DS dari balik jeruji, kepada seorang balita yang terlihat baru belajar berjalan yang merupakan putri dari salah seorang tahanan.

Sungguh menakjubkan, balita tersebut mengarahkan kue yang digenggamnya ke mulut DS yang sudah menanti dari tadi. ”Nyaaamm enak. Makasih ya sayang,” ujar DS kepada balita itu.

Setelah adegan yang mengharukan itu berlalu, wartawan mencoba lakukan pendekatan mendalam kepada DS. Dia sempat enggan memberikan komentar, karena takut dengan media. Akan tetapi, bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini mulai bercerita tentang pengalamannya sejak tinggal di hotel prodeo (penjara).

Awak koran ini pun duduk bersama di lantai namun dibatasi jeruji besi. DS menceritakan, sejak dia masuk penjara dan menyandang gelar tahanan, ibunya berinisial RS yang merupakan dosen di salah satu universitas di Siantar, tidak pernah menjenguk atau mengunjunginya. Begitu juga dalam menjalani persidangan, dia mengaku tidak pernah dilihat.

”Aku ingat nomor handphone Mamakku. Aku pernah hubungi melalui warung telephon (wartel) di Lapas, tetapi aku justru dimarahi. Aku dibentak,” ujarnya. DS juga mengatakan, sejak dia dimarahi melalui telepon, dia tidak pernah bisa tidur nyenyak dan tidak berani lagi menghubungi ibunya.

”Gak usah kau hubungi aku lagi. Malu aku kau buat. Hilang reputasiku gara-gara tingkahmu. Biar kau di situ (penjara). Mati kau, tahankanlah hasil perbuatanmu. Nggak akan pernah aku datang menjengukmu,” ujar DS meniru perkataan ibunya kala itu.

Di Lapas Kelas II A Pematangsiantar, DS yang tinggal di Blok Ambarita (Rutan Anak), hanya menghabiskan waktunya dengan makan dan tidur. Dia mengaku tidak semangat lagi menjalani hari-harinya.

”Sudah capek aku nangis Bang. Cuman Bapak yang sayang samaku. Tapi Bapakpun sudah pergi ke surga. Kalau tadi Bapak masih hidup, pasti Bapak mau menolong aku biar cepat keluar Bang,” ujarnya dengan nada lemas dan mata yang berkaca-kaca.

Beberapa tetes air mata mengalir di wajah DS dan menetes ke lantai. Namun, DS seakan mencoba menutupinya kesedihannya dengan menertawai hal yang tidak lucu. Wajah polos dan sedih itu masih jelas terpancar. Lagi-lagi air matanya menetes. Kali ini jauh lebih banyak dari sebelumnya.

”Bang, boleh aku menitip pesan sama Mamakku. Aku mau mengatakan sesuatu kepadanya. Boleh ya Bang,” pinta anak bungsu dari tiga bersaudara itu kepada awak koran ini.

Dalam pesannya, DS sangat ingin dijenguk dan diperhatikan Mamaknya. “Tolong sampaikan sama Mamak ya Bang,” demikian berkali-kali dikatakan terdakwa pencurian ini kepada METRO dari balik jeruji PN Siantar, Senin (27/5).

Sementara itu, rekan DS, berinisial RS (16), warga Jalan Laguboti, Siantar Marihat yang juga di dalam tahanan mengatakan, orangtuanya sering mengunjunginya. Termasuk saat sidang kemarin, dirinya dikunjungi dan didukung oleh ibunya.

“Kemari di Lapas Bapak juga melihat aku Bang. Cuma si DS yang tidak pernah dijenguk oleh keluarganya,” terangnya.

Masih di PN Siantar, Hakim Roziyanti ketika ditanya mengenai jalan persidangan menjelaskan, dari kesaksian korban Rima Novita Panjaitan (18) yang kos di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat mengatakan, bahwa DS dan RS mencuri barang miliknya saat dia tidak memperhatikan.

”Dalam persidangan ini, kita upayakan prosesnya cepat. Kita juga mempertimbangkan psikologis anak. Selain itu, mereka juga masih status pelajar. Kita akan melakukan semaksimal mungkin dan yang pasti menggunakan hati nurani. Terutama saya pribadi yang juga merupakan seorang ibu,” ujarnya.

Sekedar mengetahui, RS (16), warga Jalan Laguboti, Siantar Marihat dan DS (11), warga Jalan Kisaran Ujung, Kecamatan Siantar Marimbun, terancam dihukum pidana penjara selama tujuh tahun, karena mencuri ponsel BlackBerry dan laptop anak kos.

Berdasarkan surat dakwaan Jaksa Peuntut Umum (JPU) Nomor Register Perkara : PDM-74 PSIAN/Epp.2/04/2013, kedua pelaku yang masih di bawah umur tersebut, terbukti bersalah melakukan pencurian satu buah Handhone (HP) BlackBerry dan satu buah laptop merk Acer type 4620Z4A1G16Mi Hitam milik Rima Novita Panjaitan (18) yang negkos di Jalan Medan Area, Kecamatan Siantar Barat.

Selain laptop, keduanya juga mencuri sepasang sepatu putih merk Adidas, satu buah kaos kuning merk Afro, satu buah celana jeans kuncup berwarna hitam dan satu buah tas cokelat milik korban.

Akibat perbuatan tersebut, PU R.Nainggolan mendakwa keduanya dengan Pasal 63 Ayat (1) ke -4e KUHPidana jo Pasal 4 Ayat (1) UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun untuk orang dewasa atau sepertiga untuk anak-anak.

Pesan DS kepada Ibunya
”Mak, kenapa Mamak tidak pernah menjenguk aku. Kenapa Mamak tidak pernah mau datang melihat aku. Aku masih anak Mamak kan Mak. Mak, aku takut di penjara ini. Besar-besar dan seram kali orang di sini Mak. Aku takut Mak. Apa pekerjaan Mamak jauh lebih penting dari aku.

Mak, di penjara aku sering dengar lagu “annakoki do hamoraon di au”. Dulu lagu ini sering dibilang Bapak sama saudara kita yang datang ke rumah. Mak, jangan lupa dengarkan lagu itu ya Mak. Semoga Mamak di sana tetap sehat dan dijaga Tuhan”.

Bukan Anak Kandung
Ibu DS sudah meninggalkannya sejak dua tahun lalu. Hal ini terjadi semenjak ibunya ketahuan selingkuh dengan pria lain. Saat itu RS ibu DS tertangkap sedang berduaan dengan pria lain di salah satu hotel. Sementara, saat diketahui RS selingkuh ayah DS sedang sakit berat, dia mengalami gangguan penyakit tulang hingga tak dapat berjalan.

Karena berita perselingkuhanya menyebar hingga lingkungan tempat tinggalnya, ayah DS marasa malu dan istrinya RS justru memilih meninggalkan rumah, anak dan suaminya yang sedang sakit.

Hal ini diungkapkan I br Tampubolon, salah seorang tatangga DS. Dia mengatakan, setelah setahun ditinggal RS, penyakit Pak Jhon (nama sapaan ayah DS) semakin parah, hingga anaknya yang berada di Jakarta menjemputnya dengan maksud merawat.

Setelah dirawat beberapa bulan, akhirnya Pak Jhon meninggal dunia. “Sebelum Pak Jhon dibawa ke Jakarta, DS sudah tak terihat lagi. Kami kira dia ikut sama ibunya,” terangnya.

Setelah beberapa bulan ayahnya dibawa ke Jakarta, I br Tampubolon dia bertemu dengan DS di Pasar Dwikora, Parluasan. Saat itu DS menyapanya terlebih dulu, kemudian I br Tampubolon menyakan kabar dan tempat tinggal.

“Dia (DS) jawab kalau kabarnya baik, dia bilang tinggal bersama orang lain. Dan, saat itu dia bekerja di Pajak Parluasan berjualan ikan,” kenangnya.

Dia menambahkan, sebenarnya DS itu bukan anak kandung dari pasangan RS dengan Pak Jhon. DS merupakan anak pungut dari salah seorang di Pematang Raya. Sebelum memungut DS, pasangan RS dan Pak Jhon berprofesi sebagai pedagang pekan di Pematang Raya. Karena tidak mempunyai keturunan, pasangan itu memungut DS sejak usia 3 tahun.

“Selain dosen, ibu DS juga jualan di pekan membantu suaminya. Mungkin dia diambil dari salah seorang warga di Raya. Kalau tidak salah, waktu itu DS masih berusia 3 tahun,” tambahnya. (mag-08/mag-10)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.459 pengikut lainnya.