Kekerasan pada Wartawan Tak Selesai dengan Maaf

Medan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengecam keras tindakan brutal disertai kekerasan dan penganiayaan (Vide Pasal 351 KUHP) yang dilakukan aparat TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Pekan Baru kepada enam wartawan, Selasa (16/10/2012) lalu. Padahal, saat itu mereka tengah meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Riau.

Kepala Divisi Advokasi, HAM & Tipikor LBH Medan Irwandi Lubis mengatakan, jurnalis dilindungi dan dijamin oleh UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Jo Pasal 19 UU No 12 Tahun 2005 tentang Kovenan Hak-hak Sipil dan Politik (Covenan On Civil And Political Right/ICCPR) serta Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

“Pasal 18 menyatakan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan pekerjaan jurnalistik maka dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta,” kata Irwandi, Kamis (18/10/2012).

Masih kata Irwandi, lembaganya mencatat beberapa kali tindakan kekerasan terhadap wartawan kerap terjadi dan berulang. Setelah itu, hanya dengan permohonan maaf dari para pelaku maka persoalan dianggap selesai.

Hal ini, kata Irwandi, menjadi bias dan tidak jelas penyelesaiannya secara hukum. Hal ini tidaklah tepat mengingat tindakan-tindakan kekerasan yang dialami oleh wartawan di dalam menjalankan profesinya harus ditindak melalui mekanisme peradilan pidana (Integrited Criminal Justice System).

Gejala dan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang kerap terjadi serta berulang ini menunjukkan, bahwa belum ada pemahaman yang tepat terhadap kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang. Akibatnya, tidak adanya efek jera dari para pelaku kekerasan terhadap wartawan maupun insan pers.

“Kami meminta agar para pelaku tidak hanya meminta maaf, tetapi lebih jauh dari itu. Demi hukum para pelaku harus di tindak secara tegas dan diseret ke pengadilan, sesuai dengan UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, agar tercipta efek jera bagi para pelaku sehingga ke depannya tidak ada lagi kekerasan atas nama apapun terhadap insan Pers dan jurnalis,” tegasnya. (Kompas)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

*** www.tuannahoda.co.nr ***

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38.757 pengikut lainnya.