Dipecat dari PNS Pemkab Tapanuli Utara

Tarutung - Sofian Simanjuntak salah seorang PNS di Tapanuli Utara yang dipecat oleh Bupati Torang Lumbantobing (Toluto), mengaku iba melihat orang nomor satu di Kabupaten Taput itu.

Menurutnya, Toluto dikelilingi staf yang semakin hari semakin menjerumuskan bupati atas pemberian saran dan pendapat yang salah. “Saya secara pribadi iba dan kasihan melihat bupati yang dikelilingi oleh staf yang semakin hari semakin menjerumuskannya atas pemberian saran dan pendapat yang salah. Sehingga bupati sering menerbitkan kebijakan yang salah dan mempermalukan diri sendiri,” kata Sofian Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (18/3). Sofian merupakan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Taput yang baru-baru ini dipecat oleh Toluto karena ikut berdemonstrasi pada tanggal 25 Juli 2011 ke kantor Bupati Taput di Tarutung untuk menuntut hak atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan dirinya karena dimutasi sewenang-wenang oleh Toluto. “Bila kita telusuri mulai dari pemeriksaan yang dilaksanakan kepada saya terdapat adanya penyimpangan-penyimpangan seperti saat pemeriksaan. Dimana 80 persen anggota Tim Pemeriksa berada di bawah level pangkat saya dan 100 persen tim pemeriksa adalah junior saya bila ditinjau dari pangkatnya,” ungkap Sofian tanpa menyebut PNS tim pemeriksa dimaksud. Ia mencontohkan, kekalahan Bupati Taput Toluto atas gugatan di PTUN hingga tingkat MA adalah sebuah aib administrasi. “Tapi, walau sudah begitu, para stafnya masih menyarankan kepada beliau untuk mengajukan banding yang akhirnya kembali dipermalukan di depan hukum. Tindakan para stafnya yang semakin menjerumuskan bupati itu tidak berhenti sampai di situ. Mereka kembali menyarankan kepada Bupati untuk mengajukan kasasi ke MA. Nah, di sini kembali bupati dipermalukan atas penolakan kasasi oleh MA. Saya menduga apakah saran dan pendapat para stafnya sengaja untuk menjatuhkan kredibilitas Bupati Taput di muka umum,” tuturnya. Disebutkan Sofian, mencermati keluarnya Keputusan Bupati Tapanuli Utara No. 862/07/BKD/II/2012, tanggal 05 Maret 2012 tentang penjatuhan hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS terhadap dirinya dan rekannya PNS lainnya, dengan alasan melakukan unjuk rasa ke DPRD dan kantor Bupati Taput adalah tidak logis. “Terbitnya keputusan pemecatan saya pastinya juga atas saran para pembantu bupati yang saya sebutkan terdahulu. Yang pastinya kita sudah mengajukan banding administrasi ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) di Jakarta,” tegasnya. Sofian menambahkan, sesuai Pasal 4 angka (6) Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang berbunyi, bahwa PNS dilarang melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tak langsung merugikan negara, jelas sebuah perbuatan terkait tindak pidana korupsi. “Bunyi pasal ini menurut pengertian saya merupakan tindak pidana korupsi. Tapi, kami tidak pada jalur itu dipecat. Justru adik ipar Toluto sendiri yang sudah punya label narapidana koruptor malah kembali diangkat menjadi sekretaris di Dinas Kebersihan Taput. Inikah keadilan itu? Inikah yang disebut otonomi daerah? Jelas, keputusan pemberhentian saya dan teman-teman adalah sebuah keputusan yang mempermalukan bupati sendiri,” paparnya. Lebih lanjut dikatakan Sofian, pada pasal 3 angka (6) PP Nomor 53 Tahun 2010 yang disebutkan juga dasar pemecatannya, juga tidak mendasar. Sebab, bunyi pasal 3 angka 6 itu adalah menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS. “Bunyi pasal ini menurut pengertian saya adalah merupakan perbuatan penghinaan terhadap negara. Kapan saya menghina negara tercinta ini? Mana buktinya,” ketusnya. Sedangkan pada pasal 3 angka 3 PP 53 Tahun 2010 yang bunyinya, PNS harus setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah. “Kalau menurut pengertian saya adalah merupakan perbuatan makar. Kapan saya melakukan itu? Jadi, saya merasa keputusan bupati itu sudah melanggar hak azasi saya selaku PNS. Jadi saya sedang konsultasi kepada penasehat hukum saya untuk mengajukan delik pencemaran nama baik,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Taput Torang Lumbantobing memecat tiga orang PNS di wilayah kerjanya. Yakni, Sofian Simanjuntak, JS, dan J br P. Pemecatan itu karena ketiganya dinilai melanggar disiplin sebab ikut berunjuk rasa tanggal 25 Juli tahun lalu. Mereka menuntut agar bupati menjalankan putusan MA dengan mengembalikan jabatan lama mereka. JS sebelumnya pangkat IV/a staf pada Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Sofian Simanjuntak sebelumnya, pangkat IV/a seorang staf di Dinas KB-PKS, dan J br P pangkat III/c staf di Kantor Camat Pahae Julu Taput. Dalam SK Nomor 862/07/BKD/II/2012 tertanggal 5 Maret 2012 yang ditandatangani Bupati Taput Torang Lumbantobing disebutkan, JS dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. “Sesuai SK yang saya terima, saya dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dengan alasan telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 4 angka (6) PP 53 tahun 2010,” terang JS. Sesuai SK penjatuhan disiplin tersebut, sambungnya, terhitung mulai 1 April 2012 diberikan hak-hak atas kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan. “Apabila tidak ada banding administatif, maka keputusan itu berlaku pada hari kelima belas terhitung mulai tanggal penerimaan SK,” sebutnya mengutip SK yang dia terima. Ditanya upaya apa yang akan mereka tempuh, JS mengaku belum tahu. Hanya saja dia menyayangkan kebijakan itu. Alasan bupati memberi sanksi disiplin karena ikut unjuk rasa kurang tepat. Karena dia dan rekannya ketika melakukan unjuk rasa hanya ingin menuntut hak sesuai putusan MA yang mereka menangkan tahun lalu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput, Rudolf Manalu ketika dikonfirmasi via telepon selulernya melalui short message service (SMS), Sabtu (11/3) lalu, membenarkan pemecatan ketiga PNS tersebut. “Benar. Ada 3 orang PNS dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian secara hormat tidak atas permintaan sendiri sebagi PNS. Bukan itu saja, beberapa PNS lainnya juga ada yang dijatuhi hukuman berupa penurunan pangkat,” ujarnya. Penjatuhan hukuman ini, katanya, sesuai rapat tim yang diketuai oleh pimpinan SKPD. Bahkan, SK penjatuhan hukuman disiplin itu telah dikirim kepada PNS bersangkutan. Sayang, ketika ditanya siapa-siapa saja nama ketiga PNS yang dipecat dan PNS yang diturunkan pangkatnya itu, Rudolf mengaku lupa. Masih adakah upaya hukum lain yang ditempuh para PNS terhukum disiplin itu? Ia mengaku ada. “Ada. Upaya yang bisa dilakukan melalui Badan Pertimbangan Pegawaian (Bapek) di Jakarta,” tandasnya. (Metro/hsl)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39.246 pengikut lainnya.