Flu Burung, Diduga Penyebab Ayam Bermatian

Tarutung – Terkait puluhan ayam mati mendadak di Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Taput, mati mendadak, hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Namun, Dinas Perikanan dan Peternakan menduga kematian ayam-ayam itu karena virus flu burung.
Hal itu diketahui setelah pihaknya turun ke lokasi guna mendeteksi serta memberi penyuluhan kepada masyarakat dan faksinasi terhadap ternak ayam warga.
Ada dua dugaan penyebab kematian ayam tersebut. Yakni virus Newcastle Disease (ND) dan virus Avien Influenza (AI). “Kita menduga kematian ayam itu disebabkan ND dan fluburung,” kata Kepala Dinas Perikanan Peternakan Taput, Tonni Simangunsong didampingi Kepala Bidang Peternakan Ir Emmi Sihombing kepada wartawan, Rabu (30/11).
Katanya, dalam menanggulangi penyakit hewan menular, misalnya pada unggas, perlu dilakukan upaya peningkatan tindakan biosekurity di areal peternakan agar terhindar dari ancaman berbagai macam penyakit, termasuk tanggap dalam menanggulangi Avian Influenza (flu burung).
“Antisipasi penyebaran virus hewan menular secara dini dengan biosecurity di areal kandang ternak, jaga kebersihan kandang, lakukan pengawasan arus lalulintas ternak. Sebaiknya ayam itu dikandangkan. Jadi ayam tidak mudah diserang dan menularkan penyakit/virus. Kandang dan lingkungan harus disemprot paling tidak 2 kali seminggu dengan menggunakan obat-obatan hama,” terang Tonni.
Kepada warga ia mengimbau, bila menemukan bangkai, sebaiknya dibakar dan dikubur. Agar virusnya tidak menyebar ke ternak-ternak lain. “Saat pembakaran, warga wajib pakai sarung tangan dan penutup hidung dan mulut (masker),” imbuhnya.
Terpisah, Kabid Peternakan Taput, Ir Emmi Sihombing mengatakan, selain meningkatkan pengetahuan bagi kalangan peternak, pengendalian penyakit akan bahaya penyakit hewan menular pada ternak ayam juga perlu diantisipasi secara dini dengan biosecurity.
Dijelaskan, penyakit muncul apabila terjadi pergantian musim dan sangat rentan menular terhadap ayam/ternak. Terlebih, apabila anti bodi ternak dimaksud tidak kuat dan kandangnya tidak bersih (lembab).
“Penularan melalui unggas ke unggas terjadi melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit, pakan/air minum dan peralatan kandang, cairan lendir dari hidung, mulut dan mata. Selain melalui kotoran unggas terinfeksi dan udara juga,” bebernya.
“Untuk itu, lakukan penyemprotan untuk mematikan kuman. Pencegahan lain yang akan dilakukan yaitu desinfeksi kandang dan peralatan, disposal yaitu pembakaran dan penguburan ayam, vaksinasi, restroking yaitu pengisian kembali setelah 30 hari pengosongan kandang.
Dan kandang unggas harus jauh dari rumah. Khusus untuk desinfeksi (pembersihan kandang ternak) yang menggunakan desinfektan dapat diganti dengan Bayclin (sejenis detergen) jika desinfektan tidak ada. Tetapi stock desinfektan di Dinas Peternakan masih mencukupi, silahkan diambil,” tutupnya. (bl/des)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39.261 pengikut lainnya.