Hukum yang Terutama: Kasihilah Tuhan Allahmu dan Sesamamu Manusia

Oleh : Jekson Pardomuan

Saat membaca berita di salah satu surat kabar yang terbit di Medan, saya langsung terkejut dengan sebuah berita tentang seorang anak muda yang tewas dipukuli massa karena tertangkap tangan hendak melarikan sebuah sepeda motor. Tragis sekali nasib anak muda ini. Sekelompok orang telah menghakiminya dengan lemparan batu, pukulan dan tendangan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya menghadap yang Maha Kuasa.

Kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi di Indonesia, sejak krisis ekonomi melanda negeri ini, sikap arogan dan mudah emosi semakin menguasai hati dan perasaan manusia ketika melihat seseorang merampas haknya. Seperti tertulis dalam firman Tuhan, Roma 2 : 1 “Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.”

Apa yang kita lakukan akan dicatat oleh Tuhan dan suatu waktu nanti kita sendiri yang akan menjalani penghakiman dari Tuhan. Kisah Para Rasul 17 : 31 “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Ada juga tertulis dalam Yehezkiel 24 : 14 “Aku, TUHAN, yang mengatakannya. Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikannya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi engkau menurut perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Dalam hal menghakimi, kita sering kali tidak sadar ketika terjadi percakapan dengan teman sekerja, atau percakapan dengan orang lain kita telah menghakimi orang lain. Misalnya, ketika di tempat kita bekerja ada seorang karyawan yang cara kerjanya mencurigakan. Suatu hari, seorang karyawan kehilangan handphone. Tanpa pikir panjang kita langsung mencurigai si karyawan tadi dan menuduhnya telah mencuri HP. Padahal, setelah diusut lebih lanjut ternyata pencurinya adalah karyawan lain yang ada di dalam divisi yang sama.

Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, kita cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak perduli dengan keberadaan orang lain. Rasa saling mengasihi sesama ciptaan Tuhan semakin pudar hanya karena tingginya perasaan curiga terhadap sesama manusia. Padahal, seperti ada tertulis dalam Matius 22 : 34-40 (Markus 12 : 28-34 dan Lukas 10 : 25 – 28).

Matius 22 : 34 – 40 menuliskan perikop tentang Hukum yang Terutama. (34) Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka, (35) dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: (36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? (37) Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Apakah dalam menjalani hidup sehari-hari kita telah mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita ? Bagaimana pula dengan hukum tentang mengasihi sesama manusia ? Lukas 6 : 32 “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.”

Di dalam Alkitab ada banyak ayat yang mengajari kita untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia ciptaan-Nya. Roma 12 : 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Kemudian dalam Roma 13:8 juga ditulis “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.”

Membaca dan merenungkan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menguatkan kita untuk menjalani hidup. Setelah membaca dan merenungkannya, kita juga harus belajar untuk melaksanakannya. Melaksanakan firman Tuhan seringkali kita akan menghadapi banyak pencobaan. Padahal, untuk melaksnakan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari bisa kita lakukan dari hal-hal kecil. Misalnya, ketika kita difitnah atau dimusuhi oleh orang lain, apakah kita harus membalasnya ? Tidak perlu. Karena, ketika kita mengampuninya, saat itulah kita telah menjalankan firman Tuhan.

Hal kecil lainnya bisa kita lakukan dari keluarga. Dimana suami mengasihi isteri dan isteri juga mengasihi suaminya. Efesus 5 : 25 “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. Kemudian dalam Efesus 5:28 “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.”

Mengasihi sesama manusia tanpa memandang latar belakang memang tidak mudah. Tetapi, ketika kita benar-benar mau mencoba dan melakukannya, berarti kita telah menjalankan hukum yang kedua setelah hukum yang pertama, mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Percayalah pada Tuhan dan selalu berkomunikasi dengan Dia lewat Doa. Dalam I Tesalonika 4 : 9 “Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.” Amin. (Analisa)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.455 pengikut lainnya.