Status Gunung Pusuk Buhit Samosir Normal

Hanya Debit Air Panas Meningkat
JAKARTA- Gunung Pusuk Buhit atau Toba menjadi salah satu dari tiga gunung yang dipantau ketat pemerintah saat ini. Dua lainnya adalah Gunung Tambora dan Anak Krakatau. Meski sempat diinformasikan aktivitasnya mengalami peningkatan, namun status Gunung Toba masih normal.
“Sampai sekarang ini (kemarin, red), kalau Anak Krakatau berstatus waspada, sedang meletus. Yang lain (Gunung Toba dan Tambora, red) dalam kondisi normal,” terang Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono saat dihubungi, Selasa (8/3).
Sedangkan Asisten Pemerintahan Sekdakab Samosir Drs Ombang Siboro MSi didampingi Kepala BPBD Samosir Drs Purnamawan Malau di ruang kerjanya, Selasa (8/3) menerangkan pihaknya sudah melakukan konfirmasi melalui seluler ke kantor Badan PVMBG di Bandung. Katanya, Toto selaku Kabid Pengamatan Gunung Api Indonesia menjelaskan Gunung Pusuk Buhit tetap dalam pantauan pemerintah karena adanya peningkatan aktivitasnya. Peningkatan aktivitas, tambahnya, melalui peningkatan debit air panas dari dalam gunung. Gunung Pusuk Buhit saat ini mengeluarkan lebih banyak air panas, namun masih dalam tahap normal dan berstatus tipe C.
Toto menambahkan, dalam pertengahan bulan Maret, tim dari Badan PVMBG Bandung akan ke Samosir untuk penyusunan peta rawan bencana.
Sedangkan Ketua Earth of Society Danau Toba, Mangaliat Simarmata, kemarin mengaku memeroleh informasi ada tim dari PVMBG yang turun ke Samosir.
“Saya mendapatkan informasi kalau ada tim yang diturunkan,” kata Mangaliat.
Mangaliat mengatakan, jika memang Gunung Toba mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan, pemerintah memang harus meneliti secara serius. Sebab gunung tersebut berada sangat dekat dengan pemukiman warga, sehingga diperkirakan dapat menimbulkan efek yang sangat membahayakan.
Setidaknya, kata dia, ada tiga kecamatan yang berada langsung di bawah gunung tersebut yakni Kecamatan Sianjur Mula-mula, Pangururan, dan Harian Boho. Sedangkan jumlah desanya lebih banyak.
“Mungkin puluhan desa,” kata Mangaliat yang juga aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu).
Dijelaskan, gunung yang awalnya bernama Gunung Toba itu dan memiliki ketinggian 1.500 meter lebih dari permukaan laut dan 1.077 meter dari permukaan Danau Toba itu pernah meletus pada sekitar 4.000 tahun sebelum Masehi.
Pengaruh letusan itu telah membentuk Danau Toba dan sejumlah anak gunung, di antaranya Gunung Pusuk Buhit di Samosir, Gunung Sinabung di Tanah Karo, dan Gunung Simanuk-manuk di Toba Samosir.
Meski sudah lama tenang, tetapi Gunung Pusuk Buhit diperkirakan masih mengalami potensi meletus.
“Itu sangat berbahaya, apalagi posisinya dekat dengan pemukiman warga,” katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut, Hidayati, membenarkan adanya tim yang diturunkan untuk meneliti aktivitas Gunung Pusuk Buhit. Namun pihaknya belum dapat mengetahui tingkat aktivitas gunung tersebut karena belum mendapatkan data resmi dari PVMBG di Bandung, Jawa Barat.
“Kami sudah mengeck ke BMKG tetapi tidak ada datanya. Jadi, kami hubungi PVMBG. Namun hasilnya belum ada,” kata Hidayati.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah memantau aktivitas tiga gunung berapi di Indonesia yaitu, Gunung Tambora, Gunung Krakatau, dan Gunung Toba. Ketiga gunung itu teramati meningkat aktivitasnya.
Pemantauan dilakukan Staf Khusus Presiden RI Bantuan Sosial dan Bencana bersama dengan PVMBG untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi karena keaktifan ketiganya.
“Pemantauan atas Tambora, Krakatau, dan Toba, merupakan bagian upaya mitigasi bencana. Kita perlu memiliki data perkembangan aktivitas gunung-gunung api yang ada di Indonesia untuk dilaporkan secara kontinyu kepada pengambil kebijakan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dalam rilis yang diterima, Senin (7/3).
Andi menambahkan, PVMBG yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas ketiga gunung itu. Hal itu dilakukan PVMBG, yang dipimpin Dr Surono, sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mendeteksi setiap perkembangan aktivitas gunung api.
“Data-data yang didapatkan dari lapangan akan berguna bagi pengembangan sistem peringatan dini serta perancangan pola antisipasi dini terhadap potensi bencana. Kita menyiapkan tata cara mengantisipasi ancaman letusan gunung api ,” lanjutnya. (int/awa)
Jejak Letusan Gunung Toba
Sekitar 70 ribu tahun yang lalu, sebuah megaletusan gunung berapi mengguncang bumi. Letusan itu diyakini sebagai yang terbesar dalam kurun waktu 2 juta tahun terakhir.
Seperti dimuat situs Badan Antariksa AS, NASA, dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari Kaldera Toba di Sumatera Utara (Sumut). Aliran piroklastik — awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu — mengubur wilayah sekitar 20 ribu kilometer persegi di sekitar kaldera.
Di Pulau Samosir, tebal lapisan abu bahkan mencapai 600 meter. Abu Toba juga menyebar ke seluruh dunia. Di India misalnya, ketebalan abu sampai 6 meter.
Pasca letusan, Gunung Toba kolaps, meninggalkan kaldera moden yang dipenuhi air — menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus. Gunung Pusuk Buhit di dekat danau itu juga terbentuk pasca letusan.
Kini, melihat venetasi tropis subur yang memenuhi area tersebut, sulit dibayangkan dampak letusan gunung yang menghancurkan apapun, termasuk populasi manusia.
Padahal, kala itu, sangat sedikit makhluk bertahan hidup di bagian yang luas di Indonesia. Letusan Toba menyebabkan ‘musim dingin vulkanik’ selama beberapa tahun, menimbulkan pendinginan global, dan mengakibatkan konsekuensi yang sangat besar bagi kehidupan di seluruh dunia.
Foto Kaldera Toba diambil oleh instrumenAdvanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) yang terpasang di Satelit Terra NASA pada 28 Januari 2006. Gambar dari dua sudut disatukan untuk menggambarkan keseluruhan area.
Pusuk Buhit tidak meninggalkan catatan letusan sejak tahun 1400. Aktivitas Pusuk Buhit saat ini lebih banyak mengeluarkan air panas.
6 Tahun tanpa Matahari
Akibat letusannya 74.000 tahun yang lalu ini mengakibatkan dunia mengalami musim dingin vulkanis terdahsyat pasca seribu tahun abad es. Kala itu, langit tertutup debu selama lebih kurang enam tahun.
Gunung Toba melepaskan energi 1.000 megaton TNT atau 50 ribu kali lipat ledakan bom Hiroshima dan menyemburkan tephra 2.800 km kubik berupa ignimbrit, yakni batuan beku sangat asam yang memang menjadi ciri khas bagi letusan-letusan besar. 800 km kubik tephra diantaranya dihembuskan ke atmosfer sebagai debu vulkanis, yang kemudian terbang mengarah ke barat akibat pengaruh rotasi Bumi sebelum kemudian turun mengendap sebagai hujan abu. Abu ini bahkan bisa ditemukan di India yaitu 3000 KM dari pusat letusan.
Peristiwa ini juga mengakibatkan terjadinya perubahan iklim bumi pada seribu tahun kemudian dan mengakibatkan gagal panen, dan bencana kelaparan serta kematian. Ada yang memperkirakan penduduk bumi saat itu tersisa hanya sekitar 40.000 orang. (vtd/int/awa)
Warga Jangan Panik
Warga di sekitar Pusuk Buhit atau Gunung Toba diimbau tidak panik. Sebab aktivitas gunung masih dalam batas normal. Aktifivas Pusuk Buhit saat ini lebih banyak mengeluarkan air panas. Karena itu gunung ini hanya dipantau secara episodik.
Hal tersebut dikatakan Asisten Pemerintahan Sekdakab Samosir Drs Ombang Siboro MSi didampingi Kepala BPBD Samosir Drs Purnamawan Malau di ruang kerjanya, Selasa (8/3).
Naibaho, seorang pengusaha warung di Aek Rangat Pangururan mengatakan, peningkatan debit air panas biasa terjadi pada bulan Maret setiap tahunnya, dan lebih sedikit mulai bulan Oktober. (Metro/int/awa)

About these ads

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

*** www.tuannahoda.co.nr ***

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38.729 pengikut lainnya.