Tunjangan Guru Swasta Naik 130 Persen

Jakarta (Nababan) - Gaji guru swasta tetap menjadi tanggung jawab sekolah atau yayasan yang menyelenggarakan pendidikan swasta. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan berbagai bantuan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan juga kesejahteraan guru swasta.
Dari tambahan anggaran Rp6,28 triliun untuk Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dalam APBN Perubahan 2010, tunjangan fungsional untuk guru swasta mendapat tambahan Rp1,5 triliun atau naik sekitar 130% dari APBN 2010 yang hanya Rp1,14 triliun.
Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun SP, Senin (15/3) dan Rabu (17/3), dari Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dan Dirjen.
Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemdiknas, Boedhowi, terkait desakan agar pemerintah membayar gaji guru swasta.
Fasli Jalal mengungkapkan, dari tambahan anggaran Rp6,2 triliun, sekitar 30 persen dialokasikan untuk perbaikan fisik dan mutu sekolah, sisanya untuk pemberian beasiswa pendidikan dasar, menengah dan tinggi, dan tunjangan guru. “Kami menganggarkan tunjangan fungsional guru swasta saja mencapai Rp1,5 triliun,” katanya.
Sedangkan Boedhowi, menyatakan sesuai undang-undang, penyelenggaraan sekolah swasta menjadi tanggung jawab penyelenggara pendidikan swasta, yakni yayasan atau sekolah swasta.
Dengan demikian, seluruh gaji guru swasta menjadi tanggung jawab penyelenggara pendidikan swasta. Meski demikian, pemerintah tetap membantu menyejahterakan guru swasta dengan memberikan tunjangan dan menempatkan guru PNS di sekolah-sekolah swasta.
“Sudah ada sekitar 137.000 guru PNS yang ditempatkan di sekolah swasta. Dengan demikian pemerintah turut menyubsidi sekolah swasta,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, telah meningkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan berbagai tunjangan. Tunjangan profesi, misalnya, diberikan kepada guru PNS yang lulus sertifikasi sebesar satu kali gaji pokok.
Saat ini sekitar 400.000 dari 2,6 juta guru yang tersertifikasi. Ada juga tunjangan guru non-PNS sebesar Rp250.000 per bulan yang diberikan kepada sekitar 450.000 guru non-PNS. Kemudian, ada tunjangan khusus sebesar satu kali gaji pokok bagi 28.000 guru yang bekerja di desa tertinggal.
Guru honorer yang digaji sekolah atau yayasan swasta yang mengangkatnya juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa tunjangan fungsional non-PNS Rp250.000 per bulan dan untuk guru bantu Rp710.000 per bulan. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan tambahan kesejahteraan guru sesuai kemampuan.
Terkait hal itu, pengamat pendidikan dari Universitas Bengkulu, Sudarwan Damim menyatakan sudah saatnya pemerintah memikirkan menggaji guru swasta karena kondisi keuangan negara sudah mampu melaksanakannya. Pertimbangan lainnya, gaji guru swasta di daerah-daerah masih berada di bawah upah minimum provinsi (UMP) setempat.
“Saya kira pemerintah sudah harus berpikir dari sekarang untuk menggaji guru swasta guna meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS di Tanah Air,” katanya.
Namun, lanjutnya, sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan membayar gaji guru swasta, perlu dibuat aturan yang jelas tentang kriteria guru swasta yang gajinya dibayar pemerintah. Sebab, kalau tidak ada aturan jelas, sekolah-sekolah swasta akan berebut merekrut guru.
Dia mengakui adanya kepedulian pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dengan memberi insentif kepada guru non-PNS. “Insentif itu tidak dapat meningkatkan kesejahteraan guru swasta, kecuali mereka digaji pemerintah dengan standar gaji yang sama dengan guru PNS,” ujarnya.
Menurut pengakuan Husni (35), guru di SMA swasta di Bengkulu, dirinya hanya menerima gaji Rp400.000 per bulan. Gaji sebesar itu tak cukup membiayai kehidupannya bersama seorang istri dan dua anak. Untuk mengatasinya, dia juga mengajar di beberapa sekolah swasta lainnya. “Dengan mengajar di sekolah lain, setiap bulan saya menerima Rp1,2 juta. Saya tidak bisa lagi mencari pekerjaan lain karena telanjur senang menjadi guru. Meski penghasilan kecil, saya tetap bertahan sebagai pengajar,” katanya.
Ia berharap pemerintah memikirkan nasib guru swasta di Indonesia, karena tugas mereka sama dengan guru PNS, yakni sama-sama mendidik masyarakat menjadi pintar. “Saya berharap ada kebijakan dari pemerintah membayar gaji guru swasta sama dengan guru PNS,” ujarnya.
Harapan yang sama disampaikan Linda (32), guru honorer di SMP swasta di Bengkulu. Ia berharap ke depan gaji guru swasta dibayar pemerintah, sehingga kesejahteraan guru swasta akan meningkat.
“Saya sudah lebih dari enam tahun mengabdi sebagai guru di sekolah swata, tapi gaji yang saya terima hanya Rp300.000 per bulan. Namun, karena sudah telanjur mencintai profesi guru, gaji tidak menjadi persoalan karena bagi saya yang penting bisa menyalurkan ilmu kepada orang lain,” ujarnya.
Insentif
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu, Sumardi, menyatakan dari 54.416 guru, 30.108 (55,3 persen) adalah guru swasta, guru honorer dan guru bantu. Mereka menerima gaji Rp500.000 sampai Rp750.000 per bulan.
“Dana yang kita terima melalui APBN dan APBD, hampir 80 persen untuk membayar gaji guru. Sebagian gaji guru swasta dan honorer dibayar APBD,” katanya.
Selain itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga memberikan insentif antara Rp250.000 sampai Rp500.000 per bulan dibayarkan tiga bulan sekali. “Kita berharap ke depan insentif guru minimal Rp 1 juta per bulan, sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman, Suyamsih menyatakan pihaknya menganggarkan Rp15 miliar untuk insentif guru bantu, baik di sekolah negeri maupun swasta. Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, pihaknya menganggarkan Rp26,98 miliar atau 42 persen dari total anggaran pendidikan non-gaji.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Thobias Uly yang juga Penjabat Bupati Sabu Raijua, menyatakan gaji guru swasta berkisar Rp40.000 sampai Rp1,5 juta per bulan, sedangkan rata-rata gaji guru PNS Rp2 juta sampai Rp2,5 juta.
Dijelaskan, jumlah tenaga guru di NTT masih sangat kurang. Untuk itu, pihaknya mengangkat dan menggaji tenaga guru kontrak sesuai kemampuan keuangan daerah. Kekurangan tenaga guru makin terasa karena 5 sampai 10 tahun mendatang, sekitar 40 persen guru memasuki masa pensiun. Untuk itu, pemerintah pusat diharapkan dapat mengakomodasi usulan pengangkatan tenaga guru dari NTT.
Secara terpisah, Wakil Gubernur NTT, Esthon Leyloh Foenay mengatakan, hampir seluruh sekolah swasta di NTT memperoleh subsidi berupa perbantuan tenaga guru PNS.
Sedangkan di Medan, Sumatera Utara, pemerintah provinsi memberi bantuan Rp600.000 per tahun kepada setiap guru, ditambah Rp200.000 per bulan dari pemerintah kota. “Ini patut dipuji. Bantuan itu belum termasuk dari pemerintah pusat, serta swadaya masyarakat dan perusahaan yang peduli dengan dunia pendidikan,” kata Ketua Badan Perguruan Nasrani Medan, Robert Valentino. (SIB/SP/f)

About these ads

2 Komentar (+add yours?)

  1. BORSAK MANGATASI NABABAN
    Jun 03, 2013 @ 12:42:40

    Semua guru swasta yng mempunyai NUPTK dan belum sertifikasi mendapat tunjangan Rp 250.000/bulan + dari Pemkab, di Taput semua guru mendapat tunjangan dari Pusat, Propinsi dan Kabupaten, dri pusat Rp 250 ribu, Propinsi Rp 60 ribu, dri Kabupaten Rp 75 ribu/bulan, dibayarkan/triwulan ke rekening masing2 guru.

  2. andi nababan
    Jun 03, 2013 @ 10:33:07

    “Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”

    tak kenal maka tak sayang,
    inilah namanya si andi mangapul parsaulian nababan nomor 18
    keturunan dari bp. kami mangihut nababan nomor 17
    opung kami op. natumanggohoda, op. siulang begu

    saya mengajar disalah satu smk swasta di situbondo, untuk mata pelajaran bahasa inggris, bahasa jepang, kkpi, dengan jumlah mengajar 33 jam dalam seminggu

    appara nami, setelah saya baca tulisan di atas, ada yang ingin saya sampaikan.
    mengenai insentif (honor/uang) untuk guru swasta diatas, itu khan yang kelihatan di permukaan, sampai ada yang dapat Rp. 400.000 per bulan ada yang Rp. 600.000
    tetapi seperti kami guru-guru di yayasan tempat kami mengajar, tidak seperti itu yang terjadi, tidak pernah mendapat atau menerima uang sejumlah tersebut, kami kadang-kadang mendapat Rp 50.000,- atau Rp 70.000,- atau seperti bulan lalu tidak mendapat insentif (honor/uang) sama sekali,

    kebanyakan semua guru-guru swasta ini harus menanggung kebutuhan rumah tangganya, biaya sekolah anak-anak, biaya kuliahnya sendiri, cicilan sepeda motor, dan biaya-biaya lainnya. sementara penghasilannya tidak ada yang jelas, karena selain mengajar disekolah, juga mengajar les, menjadi tukang ojek, jual produk mlm (sales), dan perjuangan-perjuangan lainnya dan tentunya dapurnya harus tetap mengepul setiap harinya.

    itu artinya kami semua masih minus penghasilan (hutang disana sini)

    dan menurut saya dari semua appara kita di portibi (bumi) ini, bukan cuma saya nababan yang jadi guru swasta,

    demi kebaikan kita nababan semua (saluhutnya), saya mewakili keturunan opung kita yang pekerjaannya sebagai guru swasta
    saran saya “marsitukkol tukkolan ma hita songon suhat di robean”
    melalui :
    1. pemikiran, misalnya memberikan ide kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan dan penghasilan nababan yang menjadi guru swasta
    2. informasi, misalnya kepada lembaga apa kepada siapa kami bisa hubungi sehingga pendapatan dan penghasilan kami bertambah
    3. materi, misalnya alat-alat yang dapat digunakan sebagai sebuah usaha, bantuan insentif, hibah, beasiswa bagi guru yang sedang menjalani kuliah
    4. dan cara-cara lain

    demikian, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

    mauliate.

    * salam saya kepada Pengelola web site PBMNBB Indonesia, abang Erwin Nababan, SPd, Padangsidempuan dan bapa uda Ir Hisar Nababan, Dolok Sanggul

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.586 pengikut lainnya.