Posted by: nababan on: 14 November 2009
JAKARTA — Tim Delapan harus memerhatikan redaksional rekomendasi akhir yang akan diberikan ke Presiden SBY, Senin mendatang, agar tidak menimbulkan perdebatan di tengah-tengah masyarakat. Diksi dan penyusunan kalimat harus diperhatikan sedemikian rupa.
Kebutuhan akan redaksional yang tepat ini disampaikan oleh pengamat hukum Irman Putra Sidin kepada Kompas.com, Sabtu (14/11). “Substansi (rekomendasi) bisa saja benar. Namun, redaksi yang digunakan bisa saja salah. Redaksional Tim Delapan harus diperhatikan,” ujarnya.
Irman berpendapat, Tim Delapan harus hati-hati menggunakan pilihan kata dan kalimat sebab jika salah sedikit saja bisa menimbulkan resistensi dan perdebatan di tengah masyarakat. Misalnya, kata “memberhentikan Kapolri dan Jagung”.
Menurut Irman, Tim Delapan harus menghindari penggunaan kata ini karena tidak termasuk dalam kewenangannya. Tim harus menjaga agar tidak emosional dan tetap berimbang. “Kalau dalam hukum harus hati-hati memilih kata sehingga tidak menjadi perdebatan,” tandasnya. (Kompas)
Komentar Pembaca dari