Posted by: nababan on: 17 Oktober 2009
Sidikalang (Nababan) – Sebanyak 23 pejabat struktural eselon II dan 62 pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Dairi dimutasi. Pelantikan dilakukan Bupati Jhonny Sitohang Adinegoro, Jumat (16/10) siang dalam suatu acara di Balai Budaya Sidikalang.
Pejabat yang dilantik antara lain Edward Hutabarat SH sebagai Pj Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Dairi, Drs Sudung Ujung Sekretaris DPRD, Drs Bonar Butarbutar Kadis Tenaga Kerja dan Sosial, dr Abner Silalahi Kadis Kesehatan, Drs Pasder Berutu Pj Kadis Pendidikan, Elpinus Sigalingging SE Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Ir Tahan L Tobing Kadis Pertanian, Ir Agus Bukka Kadis Kehutanan, Jubel Sianturi SE MSi Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset, Drs JM Silalahi Kepala Bappeda, Ir Herlina L Tobing Kadis Perindagkop.
Selanjutnya Lodewyk Panjaitan SH Kabag Hukum Setdakab, Sonta Purba Kakan Pemberdayaan Perempuan dan KB, dr Lomo Daniel Sianturi Direktur RSUD Sidikalang, Ir Sardin Purba Kakan Ketahanan Pangan, Drs Hutur Siregar Pj Camat Siempatnempu, Drs Budiman Banjarnahor Pj Camat Pegagan Hilir, Drs Sarjana Karokaro Kabag Umum Pada Sekretariat DPRD, Mangumban Silalahi ST Kabid Penataan Ruang dan Perkotaan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Dalam mutasi tersebut, sejumlah pejabat yang sebelumnya setingkat Kadis dimutasi menjadi PNS pada Sekretariat Daerah karena memasuki masa persiapan pensiun, seperti Drs Pardamean Silalahi (sebelumnya Kadis Kebudayaan dan Pariwisata), Drs Manihar Bakkara (sebelumnya Kepala Bappeda), Drs A Muin Lubis (sebelumnya Kadis Perindagkop), MG Lingga SH (sebelumnya Inspektur pada Inspektorat).
Bupati dalam acara pelantikan yang turut dihadiri Muspida Dairi dan keluarga pejabat yang dilantik itu mengatakan mutasi merupakan hal yang biasa, dimaksudkan sebagai upaya penataan organisasi sekaligus mengoptimalkan kinerja organisasi. Jhonny Sitohang mengatakan dirinya dapat merasakan ada yang merasa senang dan ada juga yang tidak senang dengan mutasi dan pelantikan itu, namun ditekankan bahwa jabatan adalah kepercayaan, jabatan juga tidak mungkin dipegang seumur hidup.
Lebih lanjut Bupati Dairi menekankan pentingnya mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat karena pejabat sebenarnya adalah pelayan masyarakat sesuai dengan visi misi ‘Bekerja Untuk Rakyat’. “Pejabat adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani,” ujar Sitohang sambil mengingatkan pihak BKD untuk menetapkan Monang Habeahan SSos yang telah dilantik sebagai Sekcam Parbuluan untuk diangkat sebagai pelaksana camat setempat mengisi jabatan camat yang kosong.(SIB/T14/o)
Kekuasaan “raja kecil” sidikalang. Beginilah orang tidak sekolah kalo jadi pemimpin. Semua kadis di ganti. Sumber terpercaya menyatakan, si Kera minta 300 jt untuk posisi kadis. Bendahara dinas dan badan juga diganti dengan kroni. Orang yang belum pernah menjabat esalon langsung jadi kadis????
wah sidikalang mau jadi apa ya?? Money politik 40 ribu satu orang…segitu banyak masyarakt apa gak ada yang mau jadi saksi buat menghukum si kera?
Pak Kera…coba baca PP No. 30…..itu juga kalo bisa baca. Kalo gak bisa…coba pergi ke SD minta tolong dibacain anak SD disana.
terlalu banyak yg dimutasi…semoga kebijakan bapak Bupati dapat memberikan suatu pencerahan bagi Kab.Dairi…bukan suatu mala petaka
18 Oktober 2009 pada 10:55 am
apa semua yang diangkat sudah pantas,, sebagai contoh herlina lumban tobing dan monang