Posted by: nababan on: 10 Juli 2009
WAMENA — Kepolisian Resor Tolikara menduga Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Tolikara, Papua, dibakar massa Aliansi Partai Politik Kecil pada Jumat (10/7). Kebakaran itu diduga dipicu ketidakpuasan massa terhadap hasil Pemilihan Umum 2009 yang berlangsung pada 9 April lalu.
Kepala Kepolisian Resor Persiapan Tolikara, Komisaris JF Uriager, ketika dihubungi di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, menyatakan, pembakaran Kantor KPUD Tolikara terjadi sekitar pukul 07.30 WIT. “Sekitar 20 orang yang berasal dari Aliansi Partai Kecil mendatangi Kantor KPUD Tolikara dengan membawa panah, busur, dan parang. Mereka langsung membakar Kantor KPUD,” kata Uriager.
Menurutnya, bangunan kayu berukuran sekitar 8 x 4 meter persegi itu rata dengan tanah. “Bangunan itu bangunan kayu yang sudah tua, bekas sekolah taman kanak-kanak. Polisi berupaya mencegah, tetapi kami memang tidak mengeluarkan tembakan,” kata Uriager.
Uriager menyatakan, pembakaran terjadi karena massa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum 2009. “Padahal seluruh proses penghitungan rekapitulasi perolehan suara sudah selesai, dan tinggal menunggu penetapan calon legislatif terpilih. Kami juga belum mengetahui atas dasar apa massa tidak puas terhadap hasil itu. Jadi pembakaran itu tidak terkait pemilihan presiden,” katanya.
Uriager menyatakan, seluruh dokumen Pemilihan Umum 2009 tidak ikut terbakar karena telah dipindah sebelumnya. “Kami memang sudah mengantisipasi potensi pertentangan seperti itu, sehingga seluruh dokumen KPUD sudah diselamatkan lebih dahulu. Pembakaran itu juga tidak menimbulkan korban,” kata Uriager.
Polisi telah mengamankan dan memeriksa lima orang yang terkait dengan pembakaran itu. “Tetapi sampai pukul 10.00 WIT, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Situasi Karubaga tetap aman, dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Uriager. (kompas)
Komentar Pembaca dari