BORSAK MANGATASI NABABAN

SBY Menerima Banyak Ucapan Selamat

Posted by: nababan on: 9 Juli 2009

Sby dan Ibu memasukkan surat suara

Sby dan Ibu memasukkan surat suara

Jakarta - SBY-Boediono diyakini terpilih sebagai pemimpin Indonesia 2009-2014. SBY pun banjir ucapan selamat. Ucapan ini membanjir di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (8/7) pukul 14.40 WIB. SBY mengenakan baju biru dikelilingi oleh keluarganya. Ibu Ani juga banyak mendapat pelukan dan ciuman dari ratusan orang yang berada di Cikeas.
Ratusan orang itu adalah para pendukung SBY dari lintas partai. Tampak tim sukses dari FoxIndonesia maupun tim sukses nasional pimpinan Hatta Rajasa. Banyak di antara mereka yang berteriak,”lanjutkan! lanjutkan!”
Saat ini SBY tengah berpidato mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mendukungnya. Di belakang SBY terlihat anak istrinya. Ibu Ani mendekap cucunya, Aira, yang tengah tertidur. Tampang SBY tampak cool, tidak ada ekspresi berlebihan.
LP3ES: SBY 60,28 %, Mega 27,40 % dan JK 12,32 %
Hasil survei Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), menunjukkan SBY-Boediono mendapatkan 60,28 persen suara. LP3ES pun yakin Pilpres hanya satu putaran.
Tempat kedua ditempati Megawati-Prabowo dengan 27,40 persen dan JK-Wiranto dengan 12,32 persen.
“Pemantauan quick count pada Pemilu Presiden kali ini memperkirakan SBY kembali terpilih sebagai presiden RI 2009-2014 mendatang,” ujar Kepala Divisi Penelitian LP3ES, Fajar Nursahid dalam keterangan pers di kantornya, Jl S Parman nomor 81, Jakarta barat, Rabu (8/7).
Hasil survei LP3ES pun menunjukkan pasangan SBY-Boediono diperkirakan memenangi perolehan suara lebih dari 20 persen di 32 propinsi. “Dengan demikian pemilihan presiden berlangsung hanya satu putaran,” ungkap Fajar.
Fajar menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih pada Pilpres kali ini sebanyak 72 persen. Sedangkan 28 persen, tidak menggunakan hak pilihnya.
“Sebagian besar masyarakat optimistis pemilihan presiden dapat membawa kehidupan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Survei Puskaptis, SBY-Boediono 57,94%, Mega-Prabowo 28,16%, JK-Wiranto 13,89%
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil penghitungan cepat yang mereka lakukan. Pasangan SBY-Boediono mendapat perolehan suara tertinggi dengan 57,94 persen.
“Kami bukan mengatakan SBY menang, ini adalah hasil perhitungan cepat, yang unggul itu adalah SBY,” Direktur Puskaptis, Husein Yazid, saat mengumumkan hasil quick count Puskaptis di Sate Khas Senayan, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (8/7).
Total suara yang disurvei Puskaptis sebesar 299.954 pemilih. Sampel diambil dari 33 provinsi, sampel kabupaten/kota sebanyak 150, sampel kecamatan ada 100, dan sampel desa 1.000.
Metode pengambilan data diambil dengan mencatat jumlah suara sah langsung pada TPS Rabu 8 Juli mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Jumlah TPS yang diambil sebanyak 2.000 lokasi.
Berikut adalah hasilnya:
Megawati-Prabowo 28,16 persen (84.479)
SBY-Boediono 57,94 persen (173.806)
JK-Wiranto 13,89 persen (41.669).
Quick Count LSI, SBY-Boediono Dominan di Semua Provinsi
Perolehan suara pasangan SBY-Boediono secara nasional memperoleh dukungan suara 60,70 persen, sementara di 33 provinsi di atas 20 persen. Tertinggi perolehan suara pasangan ini di DKI Jakarta sekitar 70,14 persen dan terkecil di Sulawesi Selatan yaitu 33 persen.
“Secara nasional, SBY-Boediono memperoleh suara 60,70 persen. Sementara di masing-masing provinsi atau di 33 provinsi perolehannya di atas 20 persen,” kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam jumpa pers Quick Count LSI ‘Satu Putaran atau Dua Putaran’ di Hotel Sari Pan Pacific, Jl Thamrin, Jakarta, Rabu (8/7).
Namun Denny mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan secara lengkap hasil quick count di sejumlah wilayah lainnya. Hanya saja ada 7 provinsi yang masuk quick count-nya yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
Untuk DKI Jakarta, perolehan SBY-Boediono 70,14 persen, Mega-Prabowo 20,25 persen dan JK-Wiranto 9,61 persen. Banten perolehan SBY-Boediono 63,80 persen, Mega-Prabowo 28,01 persen dan JK-Wiranto 8,19 persen. Jabar pasangan SBY-Boediono 64,03 persen, Mega-Prabowo 26,74 persen dan JK-Wiranto 9,23 persen.
Jateng, perolehan suara SBY-Boediono 52,80 persen, Mega-Prabowo 38,24 persen dan JK-Wiranto 8,97 persen. Jatim, perolehan suara SBY 59,68 persen, Mega-Prabowo 30,83 persen dan JK-Wirantop 9,50 persen. Sumut perolehan suara SBY-Boediono 68,11 persen, Mega-Prabowo 26,42 persen dan JK-Wiranto 5,47 persen. Dan di Sulsel, perolehan SBY-Boediono 33 persen, Mega-Prabowo 3,55 persen dan JK-Wiranto 63,45 persen.
Denny juga menjelaskan, data quick count yang diterima adalah dua jam setelah TPS ditutup. LSI sendiri melakukan quick count di 2.000 TPS di 33 Provinsi dengan menggunakan multi stage random sampling, margin of error kurang lebih 1 persen dan pegiriman data melalui sms ke server.
“Itulah kenapa quick count kita lebih cepat,” tandasnya.
SBY Pimpin Hasil Quick Count, Maswadi: Kelihatannya Pilpres Satu Putaran
Penghitungan suara Pilres telah berlangsung. Hasil quick count sementara dari beberapa lembaga survei menunjukkan, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono memimpin dengan perolehan suara di atas 55 persen.
Melihat kondisi ini, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf memprediksi, Pilpres akan berlangsung satu putaran saja. “Iya, hasil itu tidak begitu mengejutkan. Kelihatannya akan satu putaran,” katanya kepada detikcom, Rabu (8/7).
Maswadi mengatakan, pola ini sebenarnya sudah terlihat dari hasil polling beberapa lembaga survei sebelum pilpres berlangsung. Hanya saja, ada harapan, perubahan pilihan di masyarakat.
“Tapi ternyata itu tidak terjadi, masyarakat tidak mengubah pilihannya,” kata Maswadi.
Meski begitu, Maswadi menyambut baik jika Pilpres benar-benar berlangsung hanya satu putaran. Dilihat dari penyelenggaraan, Pilpres satu putaran akan menghemat banyak hal.
“Kalau memang satu putaran itu bagus dari segi waktu, tenaga dan biaya dan kepentingan rakyat,” kata Maswadi.
Menang Figur Ketimbang Dukungan Parpol, SBY Bisa Bebas Susun Kabinet
Kemenangan SBY dalam 1 putaran pilpres lebih dikarenakan figurnya yang diingini rakyat ketimbang dukungan parpol. Karena itu SBY relatif otonom dalam menyusun kabinet.
“Parpol itu kan hanya sebagai bumbu. SBY menang lebih karena figurnya,” kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan di Studio TransCorp, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
SBY telah berani mengambil Boediono yang berasal dari kalangan profesional sebagai pasangan meskipun dikritik oleh parpol pendukung. Karena itu, menurut Kacung, SBY seyogyanya juga berani menyusun kabinet dengan pertimbangan profesionalisme. Meski begitu, SBY tetap harus mengakomodasi kepentingan politik parpol pendukung.
“SBY relatif otonom, tapi tetap harus mempertimbangkan partai-partai pendukungnya. Penyusunan kabinet harus dikomunikasikan dengan mereka, tapi SBY jangan sampai didikte,” kata Kacung.
Kacung menambahkan, kemenangan SBY adalah karena rakyat memandangnya sebagai sosok yang santun. Perkataan SBY dalam iklan bahwa dirinya berterima kasih kepada rakyat dipandang sebagai bentuk kerendahan hati.
“Dan masyarakat kita menyukai itu. Masyarakat tidak menyukai pemimpin yang keminter dan sok tahu,” ucap Kacung.
Selain itu keberhasilan SBY menjaga perekonomian Indonesia di tengah krisis dunia juga menjadi faktor. Meski pasangan lain menyerangnya dengan masalah utang luar negeri, tapi itu relatif tidak mengena karena utang luar negeri tidak menjadi konsen bagi masyarakat luas. “Itu hanya jadi perhatian segelintir orang saja,” kata Kacung.
SBY Minta Mega & JK Hormati Pilihan Rakyat
Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para capres pesaingnya untuk menghormati hasil pilihan rakyat. Untuk sementara hasil quick count menempatkan SBY sebagai pemenang Pilpres.
“Kepada Ibu Mega dan Jusuf Kalla, mari kita kembangkan budaya hormat-menghormati dengan baik. Yang penting, semoga masa depan kita 5 tahun mendatang lebih baik,” ujar SBY saat jumpa pers di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7).
SBY mengatakan, perjuangannya untuk meraih kemenangan masih jauh karena KPU belum mengumumkan secara resmi hasil penghitungan suara. Sehingga, dia meminta agar para pendukungnya untuk menahan diri untuk menjaga perasaan pihak-pihak yang belum beruntung dalam pilpres kali ini.
“Ini belum selesai, bersyukur dianjurkan. Tetapi tetaplah saling jaga perasaan dan hormat menghormati,” pungkasnya. (sib/detikcom/d)

Tinggalkan Balasan

Pemred www.tuannahoda.co.nr : R Nababan AMd, HP 081362199902. email:tuannahoda@yahoo.co.id, Paranjoan Lumbantongatonga

Berikan Pendapat Anda !

Pengunjung www.tuannahoda.co.nr mulai 01 Maret 2007

  • 70,976 Orang

Komentar Pembaca dari

Ranto Nababan di LOGO NABABAN
Heri Nababan di LOGO NABABAN
Rakyat Biasa di Inilah PR dari SBY untuk Para…
T Panggabean, SPd di Biografi sebagai penginjil Dr …
fernando di Sejarah Partangiangan Nab…

Pengelola Situs Nababan

Pemred : R Nababan, AMd.Kom Wkl Pemred : L Nababan, SPd Reporter Tarutung : Bakhtiar Nababan, SPd, Elvis Pasaribu, S.Kom, Togu Silalahi, S.Kom, Redaktur Jakarta : Lintong Nababan, SE, MM, Edison Nababan, SE, MM (Bontang) K. Nababan (Palembang), Samuel Nababan (Seoul). Ir Baringin Nababan (Amerika), Doli Nababan (Osaka Jepang), Kojiro Nababan (Tokyo Jepang)

Kalender Nababan 2009

Juli 2009
K J S M S S R
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031