BORSAK MANGATASI NABABAN

Hari Ini Pemko Sibolga Terima Gaji ke-13

Posted by: nababan on: 22 Juni 2009

Sibolga- Hari ini, Senin (22/6) pukul 07.30 WIB, 2.950 PNS di lingkungan Pemko Sibolga akan menerima gaji ke-13 di kantor bendahara dinas masing-masing. “Jumlah gaji yang akan diterima sebesar jumlah kotor gaji bulanan masing-masing PNS tanpa potongan apapun termasuk tidak dipotong pajak dan lainnya,” kata Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemko Sibolga Drs H Soritua Hasibuan didampingi Kabag Humas DT Tamba, Minggu (21/6) di Sibolga. Menurutnya, penerimaan gaji ke- 13 ini merupakan program pemerintah yang sudah diterapkan sejak beberapa tahun yang lalu dalam rangka membantu penghasilan aparatur negara. Seperti dalam waktu dekat ini, lanjut dia,usai liburan anak sekolah akan memasuki tahun ajaran baru sehingga diharapkan penerimaan gaji ke-13 dapat membantu para PNS. “Setiap tahunnya Pemko Sibolga menyalurkan gaji ke-13 untuk PNS pada kisaran bulan Juni atau Juli tahun berjalan,” katanya seraya menambahkan PNS di lingkungan Pemko Sibolga tersebar di 30 Satuan Kerja Perangka Daerah ditambah sekolah dengan total keseluruhan gaji yang akan dibayar mencapai Rp 7,3 milyar.(sib/T3/g)

3 Tanggapan ke "Hari Ini Pemko Sibolga Terima Gaji ke-13"

AWAS!!! NUANSA POLITIK GAJI KE-13

Pemerintah menyediakan anggaran Rp.143,8 triliun untuk gaji pegawai tahun 2009. Pencairannya akan dilaksanakan pekan ini. Seluruh Pegawai Negari Sipil, TNI, Polri, pensiunan, tenaga honorer dan 14 pejabat lain termasuk Presiden, wakil presiden beserta menteri-menteri kan menikmati gaji tersebut.

Namun, ada nuansa berbeda dengan pencairan gaji ke-13 kali ini, yaitu saat mendekati pemilihan presiden dan wakil presiden. Benarkah ini bermuatan politis???

Bagai udang dibalik batu, begitulah motif pemberian gaji ke-13. Sebagai bentuk upaya mensejahterahkan abdi negara, meringankan beban kebutuhan, selain itu, motif politik begitu kental mewarnai pencairan gaji tersebut. Surat edaran Dirjen Perbendaharaan Negara, yang menyatakan bahwa pembayaran gaji ke-13 dilakukan pada bulan juni dan paling lambat juli 2009, mendekati masa pilpres. Pernyataan itulah yang mengundang reaksi bahwa ada makna politis di balik pencairan gaji ke-13 tahun ini.

Tidak bisa dielakkan lagi, pencairan gaji ke-13 akan mempengaruhi opini publik. Bisa jadi sebagian masyarakat menelan mentah-mentah kebijakan itu, sehingga akan mempengaruhi keputusan politiknya saat pilpres 9 juli nanti. 3,7 juta Pegawai Negeri Sipil se-Indonesia, belum lagi ditambah jumlah keluarga, anak-istri-suami dan lainnya kalau dirasionalkan dalam satu suara, akan menghasilkan keputusan yang signifikan.

Dengan demikian, prosesi pilpres yang bersih dan transparan hanya tinggal impian. Kebijakan politik ini jelas hanya menguntungkan calon incumbent.

MEDAN – Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU) bakal menolak ratusan calon mahasiswa berprestasi dari 26 daerah melalui jalur Penulusuran Minat dan Prestasi (PMP) tahun akademik 2010/2011termasuk juga kota Medan. Penolakan itu sebagai imbas dari sikap 26 daerah yang tidak menjalin kerja sama pembuatan naskah ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Sumut.   

“Kalau mereka (26 daerah, red) itu tidak mau kerja sama dengan kita, mengapa pula kita menampung calon mahasiswa berprestasi dari mereka. Itukan tidak fair namanya,” tegas rektor USU, Chairuddin Panusunan Lubis, tadi malam.

26 daerah yang ditolak itu, 19 di antaranya menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Yakni Langkat, Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Kota Gunung Sitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Kota Pematang Siantar dan Sibolga.

Kemudian tiga daerah, yakni Toba Samosir, Padang Lawas dan Kota Padang Sidimpuan menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Berikutnya tiga daerah lagi menjalin kerja sama dengan Universitas Padjajaran Bandung. Yakni Kota Tanjung Balai, Mandailing Natal dan Padang Lawas Utara, serta satu daerah, yakni Tapanuli Tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kita hanya menerima calon mahasiswa PMP 2010/2011 dari Kota Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Deli Serdang dan Humbang Hasundutan. Karena lima daerah ini bersama Pemprov Sumut menjalin kerja sama dalam seleksi CPNS dengan kita,” ungkap Chairuddin.

Menyangkut jumlah calon mahasiswa PMP 2010/2011 dari 26 daerah yang ditolak itu, Chairuddin mengaku tidak bisa merincikannya. Karena formasinya belum dibuat. Begitupun dia memperkirakan sekitar 1.000-an orang. Hal ini didasarkan pada formasi PMP USU 2008/2009 sebanyak 1.497 orang dan formasi PMP USU 2009/2010 sebanyak 1.341 orang.

“Jumlahnya belum pasti, tapi sekitar 1.000 orang. Karena jumlah itu merupakan hasil penjaringan pihak sekolah di seluruh daerah Sumut yang mendapat kuota sekitar 30 persen untuk diterima masuk USU melalui jalur PMP,” tandasnya.

Komentar Saya. Apakah Pemerintahan Taput berani melakukan kesalahan seperti yang dilakukan ke 26 daerah itu. Kalau pemkap taput melakukan seperti diatas untuk tahun depen atau kapan pun. Maka sama dengan membunuh generasi batak yang berasal dari Taput. Untuk membangun taput adalah orang taput sendiri dan bukan datang dari luar daerah taput. kalaupun ada itu hanya 1% dari jumlah penduduk taput. Hanya sama putra daerah sendirilah yang berharga daerahnya kaau sama orang lain itu tidak ada gunanya. Ini sebagai masukan putra taput yang ingin membangun bersama dengan orag-orang yang perduli akan daerah taput. Ada satu kata yang saya ingat dari Bapak Ho Chi min ” untuk memperbaiki pendidikan suatu bangsa maka harus dididik oleh guru yang terbaik”. Karna orang-orang yang terbaik sangat anti dengan suap menyuap. Thanks untuk yang mau membangun Taput.

Tinggalkan Balasan

Pemred www.tuannahoda.co.nr : R Nababan AMd, HP 081362199902. email:tuannahoda@yahoo.co.id, Paranjoan Lumbantongatonga

Berikan Pendapat Anda !

Pengunjung www.tuannahoda.co.nr mulai 01 Maret 2007

  • 73,456 Orang

Pengelola Situs Nababan

Pemred : R Nababan, AMd.Kom Wkl Pemred : L Nababan, SPd Reporter Tarutung : Bakhtiar Nababan, SPd, Elvis Pasaribu, S.Kom, Togu Silalahi, S.Kom, Redaktur Jakarta : Lintong Nababan, SE, MM, Edison Nababan, SE, MM (Bontang) K. Nababan (Palembang), Samuel Nababan (Seoul). Ir Baringin Nababan (Amerika), Doli Nababan (Osaka Jepang), Kojiro Nababan (Tokyo Jepang)

Kalender Nababan 2009