Hasil Pilkada Taput-4 Nababan

Pemilih pilkada di empat daerah Sumut rendah

Di Desa Lumbantongatonga TOBA unggul.

Laporan Pemred Situs Nababan

PDF Cetak E-mail
Tarutung (Nababan)
Dari Pilkada Tapanuli Utara dari total pemilih dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang ditetapkan oleh KPUD untuk Pilkada Taput yang digelar hari Senin, 27 Oktober 2008 berjumlah 181.123 jiwa. Sehingga sekitar 50 ribu lebih adalah Golput atau tidak menggunakan hak pilihnya. Sementara dari hasil Pilkada Tapanuli Utara pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit P Silaban SE unggul dalam perhitungan suara sekitar 37 %. Di Desa Lumbantongatonga Kecamatan Siborongborong Pasangan Toba diurutan pertama, sesuai dengan janji juru kampanye Toba dari Partai Golkar Pusat Ir Leo Nababan, mendukung sepenuhnya Toba karena Bangkit Silaban SE bere Nababan dari Dusun Pakkirapan Desa Lumbantongatonga kemudian disusul Samsul Sianturi di urutan kedua, Ir Eduart Sihombing diurutan ketiga, Ir Roy Sinaga di urututan ke empat, Sanggam Hutapea dan Drs Wastin Siregar di urutan terakhir.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Tapanuli Utara yang dilaksanakan, Senin (27/10) berlangsung lancar dengan situasi yang kondusif dengan tingkat partisipasi masyarakat tergolong cukup tinggi, Kapolres Tapanuli Utara Drs Edi H Napitupulu, MSi langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi di TPS-TPS.
Berdasarkan hasil perhitungan sementara hingga pukul 17.00 WIB, dengan tingkat persentasi suara yang telah masuk mencapai 23,55 persen menunjukkan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE unggul sementara dengan perolehan suara 34 persen.
Jumlah pemilih Tapanuli Utara yang terdaftar sebanyak 181.120 orang dan jumlah suara sah yang telah masuk mencapai 42.647 atau sebesar 23,55 persen.
Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yang menjadi peserta Pilkada tersebut sebanyak 6 pasangan dengan masing-masing perolehan suara sementara yaitu pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE “TOBA” dengan nomor urut 1 (satu) meraih 14.554 suara atau 34,13 persen, pengumpul suara terbanyak kedua adalah pasangan nomor 3 (tiga) Samsul Sianturi/Drs Frans A Sihombing MM dengan perolehan suara 10.275 suara atau sebesar 14,46 persen.
Berikutnya urutan ketiga disusul pasangan nomor 4 (empat) Ir Sanggam Hutapea/Ir Londut Silitonga dengan perolehan suara sebanyak 7.674 suara atau sebesar 17,99 persen, terbanyak keempat pasangan nomor 2 (dua) Drs Roy Mangotang Sinaga/Ir Djundjung Hutauruk dengan perolehan suara 6.165 suara atau sebesar 14,46 persen, peraih terbanyak kelima adalah pasangan nomor 5 (lima) Drs Wastin Siregar/Norman S Silitonga dengan perolehan suara 2.331 atau 5,47 persen dan peraih suara terakhir adalah pasangan nomor 6 (enam) Edward Sihombing/Alfa Simanjuntak dengan perolehan suara 1.648 suara atau 2,86 persen.
Sejak pukul 07.30 WIB, dimulainya pemungutan suara di TPS-TPS, antusias masyarakat untuk memberikan hak suaranya cukup tinggi terutama saat penghitungan suara di TPS.
Di sejumlah TPS di kota Tarutung, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara, masyarakatnya secara bergelombang mendatangi TPS bahkan ketika penghitungan suara TPS terlihat dipadati masyarakat. Situasi Kamtibmas cukup kondusif dan pemilihan hingga penghitungan suara masih berjalan lancar dan aman.
TOBA dan SALUT BERSAING DI TARUTUNG
Sementara itu, hasil pantauan SIB untuk perhitungan suara sementara di Tarutung, pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE “TOBA” bersaing ketat dengan pasangan Ir Sanggam Hutapea/Ir Londut Silitonga “SALUT” yang dimenangkan pasangan SALUT dengan selisih suara sangat tipis yaitu 181 suara yakni pasangan SALUT mendapat 5.590 suara dan pasangan TOBA 5.409 suara disusul pasangan Samsul/Frans dengan perolehan 3.440 suara dan pasangan Roy/Djundjungan dengan perolehan 2.755 suara.
Hasil perolehan suara sementara untuk beberapa kecamatan di Tapanuli Utara tetap menunjukkan pasangan TOBA unggul sementara yaitu di Kecamatan Parmonangan, TOBA (nomor 1) 3.256 suara, Roy/Djundjungan (nomor 2) 305 suara, Samsul/Frans (nomor 3) 686 suara, Sanggam/Londut (nomor 4) 288 suara, Wastin/Norman (nomor 5) 48 suara dan Edward/Alfa (nomor 6) 63 suara.
Kecamatan Pahae Jae, pasangan nomor 1 (1.895 suara), nomor 2 (850 suara), nomor 3 (1.560 suara), nomor 4 (1.130 suara), nomor 5 (55 sauara) dan nomor 6 (164 suara), di Kecamatan Simangumban, nomor 1 (1.321 suara), nomor 2 (417 suara), nomor 3 (845 suara), nomor 4 (348 suara), nomor 5 (63 suara) dan nomor 6 (137 suara).
Sementara di Kecamatan Siatas Barita, nomor 1 (1.824 suara), nomor 2 (1.304 suara), nomor 3 (1.504 suara), nomor 4 (1.767 suara), nomor 5 (142 suara) dan nomor 6 (128 suara), di Kecamatan Sipoholon, nomor 1 (3.009 suara), nomor 2 (1.815 suara), nomor 3 (2.550 suara), nomor 4 (1.330 suara), nomor 5 (196 suara) dan nomor 6 (321 suara).
Kemudian di Kecamatan Siborongborong, nomor 1 (4.580 suara), nomor 2 (2.054 suara), nomor 3 (3.241 suara), nomor 4 (1.012 suara), nomor 5 (404 suara) dan nomor 6 (4.485 suara), di Kecamatan Adiankoting, nomor 1 (1.663 suara), nomor 2 (832 suara), nomor 3 (649 suara), nomor 4 (786 suara) nomor 5 (70 suara) dan nomor 6 (169 suara).

STABAT – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di empat daerah masing-masing Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Utara dan Dairi, Senin (27/10) dilaporkan kondusif.

Terlihat sejumlah petugas kepolisian acap melakukan patroli di TPS-TPS yang ada, begitu juga pihak Poldasu juga melakukan pemantauan dari udara. Namun tingkat kehadiran pemilih dilaporkan rendah walau pemerintah di semua daerah menyatakan libur khusus, tetap saja kehadiran pemilih minim.

Dalam Pilkada Bupati Langkat yang berlangsung Senin (27/10) diperkirakan Golput unggul dibandingkan perolehan suara enam pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Langkat. Dari 1.641 pemilih terdaftar hampir 40 persen tidak mempergunakan hak pilihnya.

Pada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 1.641 TPS yang ada pada 23 kecamatan se Kabupaten Langkat , sejumlah TPS diwarnai suasana santai karena sepi dari para pemilih yang hadir.

Sebagai contoh sumber Waspada menyebutkan, dari 4 TPS di lingkungan Kelurahan Stabat Baru tercatat jumlah pemilih terdaftar 1.697 orang ,sedangkan yang mempergunakan hak pilihnya hanya 901 orang dan yang tidak hadir hampir mencapai 50 persen.

Belum diketahui secara pasti penyebab menurunnya animo masyarakat pada Pilkada, apakah karena kurang sosialisasi dari pihak KPU ataupun ada hal-hal lain. ”Masalah, milih, siapapun yang menang, awak tetap begini,” ujar salah seorang tukang ojek di Stabat menjelaskan kepada Waspada, Senin. Menurutnya , selain dirinya, sejumlah calon juga tidak ikut memilih karena mereka bukan penduduk Langkat .

Sementara itu sejumlah warga juga mengaku tidak memilih karena tidak dapat undangan, bahkan keluarga MS Kaban yang tinggal di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat juga tidak peroleh kartu pemilih. ”Kalau satu masih wajar, tetapi kami sekeluarga semuanya tidak memperoleh kartu pemilih,” ungkap Kamin Syah Kaban,48, salah seorang adik Menhut RI seraya menambahkan keluarga mereka yang tidak memilih karena tidak menerima kartu dianatarnya Hj.S br Tarigan,86, Zul Herni,46, Malem Katana Br Kaban,47 dan Abdi Prima,19.

Selain itu ada juga warga yang sudah meninggal dunia dua tahun silam, ternyata dalam Pilkada Bupati Langkat ini namanya tercantum daftar pemilih.

Menurut Syarifuddin, selaku Ketua PPS Desa Ara Condong Kecamatan Stabat , pendataan pemilih yang dilakukan PPS setempat dengan dibantu para Kepala Dusun sudah cukup akurat dalam melakukan pendataan. Bahkan nama-nama warga yang double atau telah meninggal dunia, sudah dicoret dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). ”Namun anehnya, nama-nama yang telah dicoret malah muncul kembali dalam DPT. Jadinya kita juga bingung,” terang Syarifuddin seraya menambahkan kalau ditanya KPU, mereka menyalahkan PPK. Sedangkan PPK, malah menyalahkan PPS. Padahal, PPS dan kepala dusun sudah bekerja secara optimal dalam melakukan pendataan.
Hal yang sama juga terjadi di Deli Serdang.

Masyarakat di san terbilang kurang antusias. Ini dibuktikan hampir semua TPS lebih sedikit mencoblos ketimbang tidak mencoblos, Senin (27/10).

Seperti di Kecamatan Biru-biru, tingkat kehadiran Jumlih (jumlah pemilih) di TPS-TPS yang telah disediakan hanya sekitar 60 persen yang hadir, sedangkan di Deli Tua, Galang, Pantai Labu dan Batang Kuis, hanya mencapai 50 Persen.

Bahkan dibeberapa TPS di Kecamatan Lubuk Pakam tingkat Jumlih hanya 40 persen, sedangkan jumlah surat suara yang batal tidak begitu banyak. Umumnya karena salah dalam mencoblos.
Tidak antusianya masyarakat ini juga terlihat di TPS I, Desa Serdang, Beringin, julah DPT (daftar pemilih tetap) 35.000, suara sah 18.445, perolehan AZAN 10. 283, disusul PANTAS 2.933, diikuti pasangan ‘AMANAH’ 2.426 suara.

Penentuan batalnya surat suara antara satu TPS dengan TPS yang lain tidak sama. Seperti di TPS I Desa Serdang, Beringin, ada 19 surat suara batal, sebab tercoblosnya nama dan judul kertas suara, ini dinyatakan batal. Namun kasus yang sama di TPS lain, ini dinyatakan sah.
Tentang tingginya tingkat ketidakhadiran masyarakat dalam menggunakan hak pilih, menurut Ketua KPU DS, Drs. Mohd Yusri, MSi, tidak mempengaruhi adanya peluang untuk dibatalkan Pilkada di Deli Serdang.
“Berdasarkan undang-undang yang dihitung persentase perolehan suara, meski jumlah pemilihnya tidak mencapai lima puluh persen,” jelas Yusri seraya menyebutkan kalau sampai saat ini pihaknya belum ada menerima laporan yang fatal tentang pelaksanaan Pilkada.

Marah
Sementara puluhan warga di Jalan Tapanuli, Sidikalang, Dairi marah besar kepada Ketua KPU Pasder Berutu karena tidak memperoleh kartu pemilih.

Porlan Panjaitan warga di sana mengancam menutup TPS bila mereka tidak diberi hak pilih. Pada pertemuan itu, Pasder cenderung menyalahkan warga karena tidak mendengar sosialisasi melalui radio, koran dan siaran dari bagian informasi dan komunikasi Pemkab Dairi. ‘Jika ada yang mau menyampaikan aspirasi, silahkan disampaikan sesuai jalur,” katanya.

Mendengar tanggapan Pasder, warga spontan emosi dan menegaskan, pelaporan ke Panwaslu tidak menyelesaikan masalah. Halomoan Lumbanbatu menuntut, kartu pemilih mesti didapat entah bagaimanapun caranya.

Selain warga, istri mantan camat juga tak terdata sebagai pencoblos. Bupati Dairi DR MP Tumanggor didampingi Kajari Sidikalang Saut Simanjuntak, SH, Plh Kapolres AKBP Marzuki, Dandim 0206/D Letkol Inf Zukriadi dan Ketua PN Belman Tambunan SH sempat memberi pandangan kepada Pasder agar tidak berbicara mengandalkan peraturan. Lebih lanjut, Pasder mengatakan, sesuai peraturan, dia tidak berani mengeluarkan surat pemilih.”Tetapi kalau ada dukungan Muspida, saya berani mengambil kebijakan,” kata Pasder.

Di Kecamatan Parbuluan, kubu Tom Sianturi-Dra Remita melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan. Dahlan Sianturi tim pendukung Tom-Remita mengatakan, anggota pengawas lapangan menyodorkan blanko mirip C1 guna ditandatangi para saksi saat pencoblosan berlangsung. Di sejumlah TPS, hal serupa terjadi. Alasan panwas lapangan, biar proses lebih cepat sehingga tidak merepotkan setelah penghitungan. Kabar sementara, hal itu dilakukan pengawas lapangan atas instruksi Panwaslu kecamatan. Menyusul pengaduan itu, Polres Dairi melakukan penyelidikan dan Panwaslu telah menangani.

Pasder Berutu dihubungi wartawan, Senin sore soal protes sekitar 80 warga di Jalan Tapanuli yang kecewa dan marah karena tidak terdaftar sebagai pemilih dalam Pilkada Dairi padahal ikut mencoblos pada Pilgubsu, mengatakan keputusan akhirnya adalah mereka yang tidak terdaftar tetap tidak berhak memilih. “Jadi tidak ada pemilihan ulang, penundaan atau semacamnya,” kata Ketua KPU. (R Nababan)

About these ads

11 Komentar (+add yours?)

  1. SAUT BOANGMANALU
    Jan 19, 2010 @ 20:57:27

    TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

Berikan Saran atau Informasi anda pada Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Julienaba2n's Blog

Just another WordPress.com weblog

Patar Nababan

Jadikan Hidup Anda Berarti

Generasi Nababan

Berbagi Tips, Motivasi, Info dan Adat Istiadat Nababan, Berita dan Bisnis Online

veronik4nababan

The greatest WordPress.com site in all the land!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

SMK NEGERI 1 MUARA TAPANULI UTARA

*** Visi : " Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan tujuan pendidikan nasional". *** *** Misi : " Menciptakan lulusan yang unggul, berbudaya, produktif, profesional, siap kerja dan berjiwa enterpreneurship". ***

SMK 1 HKBP SIPOHOLON TAPANULI UTARA

" Mencerdaskan anak bangsa secara utuh berdasarkan kasih Kristus (Indonesia)"

nickoai

Photography and Articles

BORSAK MANGATASI NABABAN

"HORAS MARTONGGO TOE OPPOENG MOELADJADI NABOLON, ASA DONGANI AHOE DIDJOLO, DONGANI AHOE DI POEDI ASA TALOE AHOE MARALOHON DONGAN, MONANG MARALOHON MOESOE, ASA TABOE-TABOE SITARAPOELLANG SIANI DALANNA RO TOESI DALAN NASOEMOEANG", Alamat Redaksi : PH3 (Par-Huta Huta Hian) Paranjoan, Lumbantongatonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40.380 pengikut lainnya.