Posted by: nababan on: 5 Agustus 2008
oleh:Lintong Nababan, SE, MM
Sudahkah kita berdoa sebelum memulai pekerjaan hari ini? suatu pekerjaan akan lebih efektif jika di mulai dengan doa yang pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, suasana hati yang buruk akan berpengaruh pada keadaan hari yang buruk pula, Mood yang baik akan membantu kita dalam segala hal, mulai dari rasa percaya diri hingga kemampuan menyelesaikan banyak hal. Mood yang baik diringi dengan keiklasan hati adalah potensi yang bisa melengkapi otak berfikir cerdas dan jasmani yang sehat sehingga mengantarkan seseorang menjadi lebih produktif.
Pada diri setiap orang terbentang samudera luas yang tidak dapat digambarkan karena bersifat spiritual, tidak nyata, tetapi berada jauh dibawah alam sadar kita. Kita hanya mengetahui gerbang menuju kesana, gerbang itu adalah otak kita. sedangkan samudera itu bernama hati kesunguhan hati (hati nurani). Berbahagialah setiap insan manusia pekerja yang berlomba untuk saling menghormati sesamanya, karena kesuksesan diukur melalui kebersamaan pekerja.
Modala utama seorang pekerja adalah kredibiltas diri kita sendiri, sedangkan kunci kredibilitas itu adalah kejujuran sehingga mencbuat pesona tersendiri yang dapat menyentuh nurani kita. Dalam bekerja, jangan hanya mengandalakan kecerdasan sebab cerdas tampa hati nurani tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti.
Memberikan pelayanan serta bersikap ramah kepada orang lain dengan keiklasan hati dapat lebih memudahkan segala urusan dan memberikan kepuasan tersendiri pada diri kita serta jangan pernah mengharapkan pujian terhadap hasil karya kita.
Hati nurani yang hidup dalam diri kita akan selalu menyadarkan kita terhadap kesalahan yang telah kita perbuat dan membangun semangat kembali untuk memperbaikinya, sehingga kesalahan tersebut tidak akan terulang lagi. oleh karena itu suatu pekerjaan yang diawali dengan mengetahui aturan main secara tuntas lalu mentaatinya, akan menghemat waktu tenaga dan biaya.
Sering kali kita komplain terhadap beban pekerjaan yang diberikan kepada kita, padahal tanpa kita sadari hal tersebut akan menambah berat bagi kita dalam menyelesaikannya, disinilah peran hati yang iklas dibutuhkan. Sebab orang yang iklas itu adalah orang yang berkarakter kuat, sikapnya tidak tergantung oleh ada atau tidaknya pujian maupun penghargaan manusia. Alangkah malangnya nasib orang yang suka mengeluh atas segala kondisi yang dia alami, jelas sekali kesuksesan jauh darinya, padahal kesuksesan itu adalah kesempatan bagi semua orang, namun tidak semua orang juga yang mengerti cara mendapatkannya dengan cara yang benar. Begitupun juga dengan kepemimpinan sesorang, Visioner memiliki strategi yang tepat dapat membaca potensi dan mensinergikannya serta mampu memotivasi karyawannya adalah syarat bag seorang pemimpin besar. orang yang diangkat memegang amanat jabatan sedangkan ia tidak memintanya, maka ia akan dapat banyak pertolongan dalam menjalankan tugasnya.
Jatuhnya wibawa sesorang adalah ketika tidak ada keselarasan lagi antara apa yang diucapkan dengan apa yang diperbuat. Awalilah pekerjaaan dengan meyelaraskan pikiran dan hati nurani, bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas adalah bagian dari otak, sedangkan bekerja iklas adalah bagian dari hati.
Key Word: Bekerja dengan hati nurani, kerja keras, kejujuran
Keberhasilan hidup tidak dapat diukur dengan materi
Dua minggu yang lalu, aku bertemu dengan seorang sahabat lama, sejak sepuluh tahun yang lampau kami sudah saling kenal dan sama-sama bekerja di tempat kerjaku saat ini. Namun pada tahun ketiga dia mengundurkan diri dan pindah ke perusahaan lain yang menurutnya lebih layak, sedangkan aku tetap bekerja di kantorku saat ini dengan pendapatan secukupnya.
Setelah panjang lebar cerita tentang pengalaman dan perjalanan bisnisnya, ternyata dia juga mengikuti terus perkembanganku, menurutnya, dia begitu bangga sekaligus kecewa dengan aku. Dia bangga sebab aku setia dengan pekerjaanku, dia bangga dengan keahlianku , pendidikan dan kempuan managerialku, dia bangga dengan jabatanku, tetapi dia juga kecewa sebab aku masih idealis seperti dulu sehingga tidak memiliki perkembangan ekonomi yang signifikan.
Aku memang tidak memiliki harta sebanyak yang dia miliki, aku tidak memiliki mobil sebagus mobil dia, menurutnya potensi yang saya miliki dasyat! tetapi LAGI-LAGI SOAL EKONOMI, menurutnya aku jalan di tempat.
Mendengar penilaiannya, aku maklum dan aku berusaha untuk berjiwa besar,lalu apa salah jika aku setia dengan pekerjaanku? apa salah jika aku jujur dalam kekuasaanku? mungkin bagi sebagian orang salah. Tetapi buat aku semua hal yang aku lakukan bukan kekeliruan, sebab buat aku ukuran orang berhasil atau tidak adalah relatif. Menilai orang berhasil atau tidak sesorang harus bertanya dulu tentang apa yang ia cari di dunia? kalau orang tersebut menjawab mencari kekayaan lalu tidak mendapatkannya maka ia gagal.
“Manusia perlu materi, tapi tidak semua berjuang hanya mencari harta semata mata.”
Perbincangan kami pun berlanjut, lalu aku sedikit berfilosofi tentang apa arti tujuan hidup dan pekerjaan. buat aku pekerjaan itu adalah anugrah yang lewat pekerjaan tersebut aku diberikan berkah, sehingga pekerjaan itupun harus kita lakukan dengan suka cita dan penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Sedangkan Jabatan itu adalah amanah dimana aku diberi hak dan kekuasaan untuk menjanga, merawat dan mengembangkan organisasi yang aku pimpin. Tetapi bukan berarti karena aku berkuasa aku jadi bisa sesuka hatiku mengambil dan menyalah gunakannya. ooo tentu itu salah…. itu dosa besar jika kita mengambil yang bukan hak kita. Akupun berfikir apa yang aku miliki hanyalah sebuah titipan yang kapan saja bisa diambil sama yang punya, oleh karena itu akupun harus setia memeliharanya agar dapat berkembang dan berbuah.
INSPIRASI
ada seorang tukang kebun yang dipercaya tuannya menjaga kebun, tukang kebun ini pun setia menjaga dan merawat. Suatu saat tuannya datang dan melihat bahwa kebunnya sudah berbuah, lalu tukang kebun diminta untuk mengambil satu buah yang manis buat tuannya..
Tukang kebun pun menuruti perintah tuaannya, buah pertama diambil tetapi buah tersebut belum matang,buah kedua diambil lagi tetapi buah tsb asam, buah ketiga diambil tapi lagi-lagi buah tersebut asam..
Lalu tuannya pun memanggil tukang kebun itu, kamu sudah lama bekerja di kebun ini tetapi kamu tidak tau mana buah yang manis? tanya tuannya! lalu tukang kebun menjawab MAAF TUAN AKU MEMANG SUDAH LAMA BEKERJA DIKEBUN INI TAPI AKU TIDAK TAU MANA BUAH YANG MANIS, KARENA AKU SENDIRI TIDAK PERNAH MENCICIPINYA.
Tuannya pun kagum… lalu memberi tukang kebun tersebut buah yang manis.
Sahabat suksess… jadilah seperti tukang kebun ini…
Tuhan Memberkati..
3 September 2008 pada 10:17 am
Syaloooommm….
Mauliate abang artikelmu nai!!
Hupaima ate artikel selanjutnya….!”
Tuhan Memberkati ”
Sarif R Nababan”87
Jln Sutomo N0 62 dkt HKBP Sutoyo
HP : 081 385 407 258